Dunia Rafi

Hari ini 4 (Empat) tahun kemudian…

Posted in DuniaRafi by wiratara on Agustus 28, 2013

Assalamualaikum,

Hadew, mungkin apabila ada kejuaran blogger termalas se-dunia maya, mungkin saya adalah salah satu kandidat juara. Bayangkan, dalam waktu 1 tahun saya hanya nge-post 1 artikel! itupun artikel wajib tahunan yang sudah kucanangkan sejak di Amsterdam dulu. Artikel https://wiratara.wordpress.com/2012/08/30/hari-ini-tiga-tahun-kemudian/ adalah satu-satunya artikel yang mampu aku hasilkan.

Ya sudahlah, memang sudah begitu suratan takdir. Beberapa hari yang lalu aku sempat melihat televisi dimana seorang ayah yang menjadi tenar karena rajin memposting tentang kehidupan sehari-hari dengan seorang puterinya yang cantik. Aku kemudian menjadi super iri!. What a wonderful life they have. Tetapi jauh di lubuk hati, syukur tidak terhingga terus aku panjatkan kehadirat Allah.

Akhir tahun lalu, tepatnya delapam bulan yang lalu, tgl 28 Desember 2012, lahirlah anak kedua kami dengan selamat dan selalu dalam lindungan Allah. Setelah masa kehamilan yang sulit, dua kali masuk rumah sakit dan dirawat karena perdarahan ante partum, serta kelahiran prematur di usia 32 minggu, puteriku yang tabah lahir kedunia dengan tangis yang mengharu biru. Lega rasanya pagi itu. Jam menunjukkan pukul 08.15 WIB di ruangan bersalin RS Hermina Semarang. Puteri kami, penyambung masa depan kami, lahir dengan selamat, sempurna dan tidak kurang suatu apa. Sungguh adalah suatu berkah dari Allah yang tidak berkesudahan. Kami yang sudah bersiap untuk apapun yang akan kami hadapi di usia kehamilan itu, seolah didarati oleh jutaan nikmat yang takkan mampu kami balaskan. Puteri kecil kami alhamdulillah tidak mengalami gangguan pernafasan atau hal lain yang cukup berarti. Kami menamainya DINDA AQILA ALTHAFANI, seorang adik yang berakal dan lemah lembut. Doa kami yang mudah-mudahan diijabah.

Hal lainnya, jagoan kami Rafi tahun ini menginjak sekolah dasar. Bahagia rasanya pagi itu aku mengantarnya sampai ke lapangan upacara. Kegiatan upacara pertamakali yang diikutinya. Seperti biasa, jagoanku yang sedikit pemalu agak canggung untuk berbaur dengan rekan sebayanya. Tetapi untunglah ada kakek yang setia menunggui hingga waktu pulang dan ku jemput kembali. Puteraku tampak gagah dengan seragam putih merah, dasi dan topi. Mengingatkanku akan masa kecilku dulu.

Alhamdulillah hutang-hutang finansialku sudah terlunaskan semua. Allah memang maha pemurah. Pengabul segala doa. Ringan rasanya kini. Tidak ada lagi beban yang dulu serasa berat dan menjadi pikiran tiap malam menjelang. Kini aku mulai menghimpun untuk target selanjutnya. Ya, pensiun dini dari pekerjaanku. Bukan pensiun sepenuhnya, tetapi memasuki masa sekolah kembali dan tanpa penghasilan reguler. Masa-masa yang akan menguras pikiran, emosi dan juga finansial. Aku tengah bersiap, dan insyaAllah bisa. Jika Allah berkehendak, maka “Kun fa ya kun”. Jadi, maka jadilah!.

Tapi bukannya manusia jika alpa akan keinginan. Kodrati dan wajar. Ya Allah, kami bersyukur atas segala nikmat yang Engkau curahkan kepadaku dan kami sekeluarga. Tiada cukupnya kata syukur kami untuk membalas semuanya. Hanya doa dan ibadah kami yang sekenanya ini yang kami mampu persembahkan. Di samping amalan-amalah kecil kami yang entah apalah artinya disisi-Mu. Tapi setidaknya itulah upaya kami. Meskipun belum yang terbaik.

Ya Allah, ijinkan kami kembali memohon untuk tahun ini dan sisa tahun-tahun yang datang. Berikanlah kami selalu perlindungan dari perbuatan bathil, rasa iri dan dengki, sifat kufur, kikir dan tinggi hati. Jadikanlah kami insan kamil, insan yang memiliki tempat istimewa disisiMu. Mudahkanlah jalan hidup dan cita-cita kami. Luruskanlah bila ada yang menyimpang. Tegakkanlah apabila ada yang miring. Tunjukilah kami jalanmu yang lurus ditengah badai modernisasi, kapitalisme dan hedonisme yang marak membelenggu jiwa-jiwa muda. Jadikanlah kami manusia-manusia yang bermanfaat di dunia, dan setidaknya tidak merugikan bagi sesama. Ampunilah dosa-dosa yang telah kami perbuat, baik yang tidak disengaja, ataupun sebagian besar yang kami sengaja. Ya Allah, ampunilah dan maklumilah kami yang terlalu banyak meminta dan terlalu sedikit memberi. Karena kami sepenuhnya tahu, Engkau adalah maha pengabul doa, dari sebaik-baik pengabul doa.

Amin.

SH
28 Agustus 2013
Prasga Residence, Jl Percetakan Negara VIII no.41
Jakpus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: