Dunia Rafi

True story of a friendship

Posted in DuniaRafi by wiratara on Juli 28, 2010
Suatu siang di koridor RS Dr Kariadi.

“Hai” sapaku lembut…
“Kamu Agung kan? temenku waktu SD?”…lanjutku sembari melempar sesungging senyum dan menyodorkan salam.
“Eh..ehm…iya…” ujarnya terbata sambil menyalamiku dengan ragu-ragu…
“Kamu…Yayat ya?..” lanjutnya dengan keheranan..
“Iya…kamu kerja disini?” tanyaku kemudian
“Ya, sedang mengerjakan proyek pembangunan gedung” ucapnya sedikit malu-malu..
“Kamu sendiri…” ujarnya pelan..
“Aku sekolah disini…ini mau ke bangsal”…jawabku masih dengan senyum tersungging
“O..iya…” jawabnya..
“Baiklah, selamat bekerja ya..” ujarku mengakhiri pembicaraan karena harus bergegas menuju bangsal untuk laporan.
“Terimakasih…sampai jumpa” jawabnya pelan..

Lelaki kurus dengan kaki yang kurang sempurna itu berpaling dan mulai berjalan dengan sedikit menyeret kaki kirinya. Langkah nya menaik dan menghujam layaknya debur ombak yang bersahut-sahutan. Ya, langkah itu dulu begitu aku kenal. Langkah Agung teman kecilku. Teman berbagi uang jajanku kala sekolah pagi dan sekolah sore. Kalau itu uang 100 perak untuk berdua lebih dari cukup untuk kita. Memang hanya itulah yang aku punya. Teman bermain voli dengan bola plastik di samping rumah reot dipinggir bantaran sungai tuntang. Ya, rumahmu yang dulu itu.

Ah, kenangan itu tiba-tiba menyeruak mengharu biru sanubariku. Agungku yang dulu kini ada dihadapanku, setelah entah belasan tahun yang lalu terakhir kami bertemu. Dia tetap sama. Hanya kulitnya yang menghitam dan kerut diwajahnya yang mulai menyemburat menandakan kehidupan keras yang harus dia lalui. Wajahnya memang tidak banyak berubah, tapi cukup untuk membuatku hampir tidak mengenalnya. Untunglah langkah kakinya yang diseret itu membuat aku yakin bahwa dia adalah teman kecilku.

Gung, mungkin engkau mengenalku waktu melihatku. Aku tidak banyak berubah. Mungkin kau lihat aku kini berbaju rapi dan berjalan gagah di koridor rumah sakit. Mungkin engkau ragu menyapa apakah aku akan mengenalimu. Aku tahu itu. Aku dapat menyelami kegundahanmu. Aku dapat mengerti pergulatan batinmu. Dengan baju kuli bangunanmu yang kusut dan berlumpur, tentu engkau merasa kecil dan rendah. Tapi tahukah engkau sahabat kecilku? bahwa dunia boleh berubah, tapi persahabatan kita tidak akan lekang. Sedikitpun tidak. Engkau bagiku masih tetap sahabat kecilku yang selalu menemaniku bermain. Sahabat kecilku tempat aku membagi uang ‘sangu’ dari ibu yang tidak seberapa.

Gung, masih ingatkah engkau saat kita berbagi es sari manis dari Lek Bayyinah? Es warna kuning rasa jeruk tak jadi yang selalu kita beli kala ‘ngaso’ di sore hari? Setelah kita gemetaran dikejar ‘setoran’ hafalan shorof Pak Alif? Mungkin kamu sudah lupa. Tapi aku akan selalu ingat itu. Kenangan kecil yang manis dan membuatku selalu bersyukur. Bersyukur bahwa aku pernah mengenal orang sepertimu.

Gung, dimanapun engkau kini, kuharap engkau mendapatkan yang terbaik. Aku tahu pasti, yang terbaik untukku belum tentu baik untukmu. Yang terbaik untukmu sudah ditetapkan dalam kitab kuningmu itu dan aku dengan kitab kuningku. Tapi sahabat, percayalah, bahwa kekuatan doa dapat meluluhkan kerasnya batu, mengoyak tembok-tembok pemisah, menembus belantara dan membumbung tinggi diangkasa. Karena doa adalah kunci pembuka hati. Hati manusia, hati Tuhan. Gung, malam ini, ditengah kesendirianku, aku panjatkan doa untukmu sahabat. “Ya Rabb penguasa hati, damaikan hati saudaraku ini. Berikanlah dia ketetapan hati. Ringankanlah langkahnya dalam kebaikan-Mu. Ridlo kan lah dia atas rizki-Mu. Ya Rabb, raja segala raja, penguasa semesta luar dan dalam, benamkanlah dirinya dalam kasihmu, curahkanlah nikmatmu yang engkau janjikan tiada berbatas. Ya Rabb penguasa yang gaib, muliakanlah dia dihadapan-Mu, jadikanlah dia martir dalam kebenaran dan agama-Mu. Ya Rabb, mungkin doaku ini terlalu panjang. Maafkanlah aku terlalu banyak meminta. Tapi aku tahu pasti, Engkau mendengarku. Dan aku tahu pasti, Engkau setuju denganku. – Amin”

SH,
Kuningan, 24 July 2010
Sinusitis serangan hari kedua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: