Dunia Rafi

Memoar Hati

Posted in Intermezo by wiratara on Juli 28, 2010
Bergolak, bergejolak..
Menggelegak laksana debur ombak..
Menggulung, mengular bersambung..
Tak henti mendebur dan beriak..
Menyongsong pagi dan menghantar malam..terus berulang..
Disetiap episode lakon kehidupan..

Hati manusia..
Lebih dalam dari lautan dan lebih misterius dari cerita penghantar tidur..

Hati manusia..
Tak bisa dikira dan teramat sulit diukur..
Abstrak dan surealis..
Menyirat dalam semburat..
Menanda dalam sketsa..

Hati manusia…
Ah, mungkin ada benarnya kata pepatah tua..
Dalamnya laut bisa diukur, dalamnya hati siapa yang tahu..
Ya, yang tua mungkin terkadang benar..
Ditengah stigma kolot dan kekunoan..
Tetapi mungkin kali ini mereka benar…
Mungkin saja..

SH
Sebuah memoar hati,
Manado, 19 Juli 2010
11.46 WITA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: