Dunia Rafi

“Comfort Zone” a.k.a Si Zona Nyaman : A silent killer?

Posted in CelotehAyah&Mama by wiratara on Juli 28, 2010
Istilah Comfort zone a.k.a si Zona Nyaman ini tentunya sering kita dengar apabila kita menyaksikan siaran tivi “Mario Teguh” atau mengikuti seminar motivasi dengan “Andri Wongso”, “Tung Desem Waringin”, hingga seminar bisnis seperti “Hermawan Kertajaya”. Nah, apa sih sebenarnya comfort zone itu? SH akan mencoba menguraikannya berdasarkan sumber referensi dari wikipedia ditambah dengan pengalaman pribadi.

Definisi:
“Zona Nyaman adalah sebuah kondisi perilaku dimana seseorang bekerja dalam sebuah kondisi netral tanpa kecemasan, dengan hanya menggunakan seperangkat perilaku terbatas yang dipunyai untuk mencapai sebuah level kinerja yang menetap dan umumnya tanpa disertai adanya risiko” (Alasdair A. K. White “From Comfort Zone to Performance Management”).

Jadi menilik definisi ini ada beberapa kata kunci yang dapat kita cermati yaitu : “kondisi perilaku”, “seperangkat perilaku terbatas”, “kinerja tetap”, dan “tanpa risiko”. Keempat kata kunci ini adalah ruh dari zona nyaman dan keberadaannya saling kait mengait. Apabila anda saat ini merasakan adanya keempat komponen ini dalam kehidupan anda (terutama dalam bekerja), maka anda mungkin saat ini sedang berada dalam zona nyaman, atau anda mengkondisikan keadaan anda saat ini sebagai zona nyaman. Jadi unsur subyektifitas dan variabilitas individu bermain cukup besar disini. Zona nyaman untuk anda, belum tentu zona nyaman untuk saya, begitu pula sebaliknya.

Nah, terus kenapa zona nyaman disebut sillent killer? kok kayak kanker ovarium aja?
Ya, karena kenyataannya memang begitu. Menurut beberapa pemikiran, zona nyaman akan membuat kita terlena, berasyik masyuk dengan apa yang anda capai hari ini, hingga terlupa bahwa anda mungkin bisa menjadi jauh lebih baik dari sekarang bila anda berani keluar dari zona nyaman itu. Seseorang yang sukses adalah seseorang yang memiliki karakteristik berani keluar dari zona nyaman ini. Karena diluar segala kenikmatan yang diberikan, zona nyaman ini mengkondisikan seseorang hidup dan bekerja dalam keterbatasan. Seperti kasus inersia, seseorang yang sudah menetapkan zona nyamannya akan cenderung tinggal dan menetap tak berdaya didalam kotak kayu yang dia ciptakan sendiri, membelenggu kreativitas dan nyali singa yang dia miliki hingga akhirnya hanya menjadi seekor kelinci yang tidak berani keluar sarang karena takut diburu. Nah, ini lah yang saya sebut sebagai kondisi mati-nya potensi optimum individu.

So, masih pingin berlama-lama di “comfort zone” anda?? Think Twice!

Referensi: http://en.wikipedia.org/wiki/Comfort_zone

Salam,

SH, 5-2-2010
Banda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: