Dunia Rafi

Entah bagaimana masa depan dunia..

Posted in CelotehAyah&Mama by wiratara on April 24, 2009

Sat_Map_Jan_07_OL

 

Sedih, trenyuh dan malu…semua rasa tercampur aduk dalam diri saya waktu itu. Malu rasanya saya, bukan kepada manusia, tetapi kepada Tuhan! Malu akan kondisi dunia sekarang ini, malu akan kepongahan manusia yang mengatakan dirinya manusia modern dan terpelajar dari so called “developed country”..

Siang itu didalam kelas kami seperti biasa, terjadi diskusi hangat tentang pelajaran hari itu (sexual and reproductive health) yang difasilitasi oleh Sumit Kane. Diskusi yang semula hangat dan kondusif tiba2 berubah menjadi perang amarah dan adu mulut tidak ada juntrungnya. Hal ini diawali ketika salah seorang peserta dari Belanda (wanita) P,  yang mengatakan bahwa didunia ini tidak ada yang namanya ‘nice man’ dan sebuah simpulan lain yang cukup menyesakkan dada; yaitu saat dia bilang “saya yakin lebih dari separuh yang hadir di ruangan ini (sering) melakukan anal sex!”….wuaaahhh..langsung saja pertempuran terjadi. Beberapa teman dari Afrika langsung membalas bahwa simpulan itu tidak sepenuhnya benar dan tidak selayaknya diucapkan didalam forum seperti ini. Tapi dasar si P ini biang kerok, dia tetap ngotot bahwa apa yang dikatakannya adalah benar adanya. Saya pun ikut2an terpancing dan ikut beradu mulut dengan P. Tidak terima rasanya. Fasilitator pun kalang kabut, walaupun tampak bahwa dia juga memihak kepada si P. Akhirnya setelah keadaan mulai mereda, diskusi dilanjutkan kembali. Tetapi lagi2 si P membuat ruangan menjadi riuh rendah saat dia mengulangi lagi kata2nya bahwa tidak ada ‘orang baik/nice man’ di dunia ini, dan mengatakan bahwa kita tidak perlu munafik atau menutup2i kejelakan kita. Wah, respon pun mulai berhamburan lagi.

Cerita itu adalah sekelumit dari kisah yang saya alami hampir setiap hari. Hidup dan belajar di tengah2 orang2 liberal dan atheis memang memerlukan kesabaran ekstra dan kebesaran hati. Untuk orang2 seperti ini, agama adalah sesuatu yang tidak masuk akal dan merupakan penghalang untuk kebebasan dan apa yang mereka sebut sebagai ‘human right’. Edan pikir saya! Saya pernah berdebat dengan Course Coordinator saya saat dia bilang, bahwa agama yang kami anut ini adalah warisan (hereditary) dari orangtua kita, dan saya langsung menjawab “Maaf, mungkin pada awalnya orang tua yang mengenalkan pada agama, tetapi pada prinsipnya Agama adalah sebuah pilihan, dan bukan produk turunan!” dan dengan bersungut2 dia pun menerima ucapan yang saya sampaikan dengan agak ketus.

Orang2 atheis dan liberalis ini menyebut orang-orang beragama sebagai kaum konservatif (KUNO) dan merupakan penghalang bagi pencapaian kemajuan didunia. Mereka begitu bangga dengan terbebasnya mereka dari kewajiban menyembah Tuhan, yang mereka ragukan keberadaanNya.

Yah, mungkin ada benarnya juga bahwa kehancuran dunia (kiamat) tinggal menunggu waktu. Menunggu waktu saat orang2 atheis dan liberalis ini menguasai dunia dan menghancurkan segala isinya. Dimanakah kekuatan Islam yang pernah 6 abad menguasai dunia?? Dimanakah peran Indonesia sebagai negara dengan jumlah muslim terbesar didunia (setidaknya sesuai dengan jumlah KTP yang terdaftar)? Negara2 Islam memang sudah dikebiri, sehingga kegagahannya sudah tidak nampak lagi, yang nampak hanya kelemah-gemulai-an dan ketidak-berdayaan yang permanen sehingga hanya mampu membebek, menjilat dan mengekor!  Malu saya…Malu saya pada Tuhan…

 

Salam,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: