Dunia Rafi

Ada apa dengan “Pak” ?

Posted in CelotehAyah&Mama by wiratara on April 1, 2009

Assalam,

Alkisah ada rombongan koas dari Univ negeri di SMG sedang stase luar di RSU PWT, mereka berempat (YY,RP,KY,YW) tiba dari semarang dan begitu amazed dengan kamar koas yang…tiiiitt..(sensor)..seperti kandang ayam. Akhirnya ya dengan segera cancut tali wondo, menyapu, mengepel, membersihkan ruangan yang sungguh begitu berantakan…sungguh tidak pernah kami bayangkan sebelumnya kalau di ruangan ini pernah tinggal yang namanya “manusia”…

Akhirnya malam itu ruangan sudah bisa “ditiduri” juga, walaupun sebagian teman2 lebih memilih tidur di UGD, saya memilihi tidur dibelakang. Konon kabarnya juga alasan sebagian teman (cewek) tidak mau tidur diruangan itu karena tepat diruang sebelah kami ada penunggu nya (hantu cewek) yang suka nongol kalau malam…tidak cuman satu dua koas…rata2 mengaku pernah “diceritai” temennya yang di’weruhi’ oknum gentayangan ini. Yah, meskipun dengan ngeri2 sedap, akhirnya pules juga….(saya waktu koas memang agak mbeling, suka tidur dikamar2 koas yang katanya angker…padahal maksudnya kalau saya tidur disitu nggak ada yang berani cari buat bangunin..hi..hi..)

Suatu pagi dikala itu, surya bersinar begitu cerah, tapi ada yang lain hari ini…semua koas pada ribut menyiapkan laporan pagi..(koas Univ swasta di jakarta), kami yang baru datang hanya bengong2 aja sambil geli2 enggak melihat tingkah mereka yang lucu..(suer..kasihan betul lihat koas UNIV swasta..seperti anak ayam kehilangan induknya..gak ada yang ngajarin..walhasil ya..jadi sasaran kemarahan senior kalau ditanya gak bisa jawab). Nah, setelah ditunggu2 akhirnya, senior Obsgyn datang juga, dan satu persatu koas2 itu pun bernyanyi dengan gemeteran…fiuhh..

Akhirnya tiba giliran anak2 itu ditanya…dan seperti biasa kalau mereka tidak bisa jawab..senior itu tanya ke koas yang lain”…nah kebetulan yang ditanya saya. Karena kebetulan tahu jawabannya ya akhirnya saya jawab…tetapi seketika muka senior obsgyn itu terlihat gusar…apa pasal? ternyata usut punya usut waktu jawab saya bilangnya “Pak” dan bukan “Dok”…wualllahhhhh….terus senior itu bilang “Kamu pasti dari U***p! bla..bla..bla..@#$***#@….” habis sudah pikir saya dalam hati…baru beberapa hari sudah kena damprat..Akhirnya setelah laporan pagi saya beranikan diri menghadap ke beliau untuk minta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan lagi yang serupa…..

Hahaha…lucu memang..makanya saya terkadang masih suka geli2 sendiri kalau mengingatnya…yah, namanya juga manusia, besar dan tumbuh dari pengalaman dan kesalahan..cuman kadang saya terpikir, begitu jauhkah bedanya “Pak” dengan “Dok”??
Padahal bagi saya yang orang jawa, “Pak” atau “Bapak” adalah panggilan bagi sosok yang saya anggap layak dihormati, mengayomi, dan penuh wibawa…sama halnya seperti “Bu” atau “Ibu”..bukankah kedudukan ibu dan bapak adalah mulia dan dimuliakan??

Wallohu’alam bisshowab.

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. dani said, on Mei 5, 2009 at 1:45 am

    kalo acara formal kagok jg manggil resmi-2an..padahal kalo pas bareng maen bola, manggil para residen/dokter senior pasti ngga pake nama ‘dok’, tapi ‘bang’, ‘bli’, ‘kang’..šŸ™‚


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: