Dunia Rafi

AYAH juga bisa ber-kontribusi saat menyusui

Posted in DuniaRafi by wiratara on Februari 18, 2009

“Aaahhh…itukan urusan mamak-nya!” Kata Pak Pujo sengit sambil menyeruput secangkir kopi di sebuah kedai reot dimulut gang…Pendidikannya yang hanya tamatan SR dan pekerjaannya sebagai tukang becak memang banyak menyita waktunya diluar rumah..

“Lho..masak saya juga harus ikut-ikutan menyusui bayi saya, memangnya bisa apa?!” ujar Pak Candil tak kalah gusar. Karyawan bagian marketing disebuah dealer sepeda motor top ini memang seolah mengerucutkan proses menyusui hanya menjadi sebuah analogi sederhana: Payudara vs bayi..

“Waduh…tugas ayah bagaimana maksud anda? saya pikir sudah jelas bahwa menyusui adalah kodrat seorang ibu, sedangkan ayah ya mencari nafkah, tulang punggung dan kepala keluarga..” Ujar Pak Tikno Manajer sebuah perusahaan periklanan yang cukup ternama..

Sekelumit cuplikan jawaban diatas tentunya sudah sering kita dengar ditengah-tengah masyarakat apabila kita menanyakan apakah menyusui juga tugas seorang ayah. Terus apakah salah? Belum tentu…Jawaban adalah reaksi dari pemahaman akan sebuah pertanyaan yang diajukan; permasalahan benar atau salah adalah sebuah hal yang kontekstual, tergantung dari pemahaman dan cara penyampaian. Mungkin sebagian dari orang yang ditanya tersebut mendefinisikan menyusui hanya merupakan proses fisik : Bayi menghisap payudara ibu. Nah, kalau hanya dalam konteks ini tentunya jawaban mereka tidak dapat dipersalahkan. Tetapi kalau yang kita maksud sebagai menyusui adalah sebuah proses berkesinambungan baik menyusui secara fisik maupun penciptaan kondisi kondusif disekeliling ibu dan bayi sehingga proses penyusuan berlangsung baik maka jawaban tersebut ada baiknya diluruskan.

Nah, disinilah peran ayah sangat vital. Menciptakan kondisi yang aman, nyaman, penuh perhatian sehingga membuat kondisi psikologis ibu terjaga baik dan pada akhirnya dapat memperlancar produksi ASI. Tidak jarang seorang ibu gagal dalam proses menyusui karena kondisi psikologis yang drop akibat konflik rumah tangga atau kecemasan berlebihan terhadap hal-hal lain. Perbanyak mendampingi isteri saat menyusui, mengelus-elus kepala bayi akan membuatnya nyaman (pengalaman) dan merupakan pengalaman yang sangat indah. Membuatkan susu untuk isteri tercinta, memberikan ucapan-ucapan simpel tapi mesra (tapi saya jarang..he..he..) akan membuat isteri bahagia dan memacu produksi oksitosin, hormon yang memacu pengeluaran ASI. Hal-hal sederhana yang sebenarnya tidak terlalu sulit untuk dilakukan tapi sering kita anggap sepele.

Mau mencoba??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: