Dunia Rafi

Ibu rumah tangga juga sebuah profesi (opini)

Posted in CelotehAyah&Mama by wiratara on Februari 12, 2009

female-icon

 

Perubahan zaman, pencapaian teknologi mutakhir dan arus globalisasi informasi termasuk tentang segala tetek bengek tentang yang ada dimuka bumi ini. Teknologi internet yang booming beberapa tahun belakangan ini semakin mempersempit jarak dan mengikis batas-batas ruang dan waktu. Dengan hitungan sepersekian detik kita dapat melihat harga tas Gucci dari salah satu toko di New York, atau dalam hitungan kedipan mata kita bisa melihat jadwal kereta dari Amsterdam ke Maastricht untuk hari ini (padahal kita lagi di purwodadi misalnya).

Termasuk didalamnya informasi tentang isu kesetaraan gender yang dihembuskan dunia barat mau tidak mau juga menyapu dunia belahan timur, utara dan selatan. Gelombang panas yang kadang beradu dengan ke-eksotikan budaya lokal yang terkadang membuat sebuah ledakan sociocultural didalam masyarakat. Boom! dan merekapun beradu. Sebagian kaum hawa menuntut persamaan hak dalam hal pekerjaan dan fungsi-fungsi sosial lain; sementara sebagian lain tetap mempertahankan idealisme bahwa wanita=penjaga dan pengasuh keluarga. Kedewasaan mutlak dituntut dari masing-masing individu untuk tidak memandang oposan sebagai pihak yang salah. No right dan No wrong answer!

Karena kesetaraan gender itu menurut saya adalah lebih bersifat subyektif dan individual. Kalau mau digeneralisasi, maka harus hati-hati dan mempertimbangkan segala determinan yang terkait (sosial, agama, kesukuan,dll) secara seksama apalagi dinegeri multikultur dan multireligi seperti Indonesia. Penggeneralisasian konsep ini secara terburu-buru hanya akan kontraproduktif dengan tujuan yang ingin dicapai. Bagi saya, menjadi seorang Ibu rumah tangga adalah juga sebuah pekerjaan, sebuah karir full time dan juga sebuah pilihan hidup. Mereka bukan wanita kolot yang hidup didalam tempurung atau terkukungkung didalam sel berkawat duri.  

Lewat tangan-tangan merekalah lahir anak2 cerdas, santun, dan sukses. Dari tangan-tangan merekalah lahir Dokter, Insinyur, Master, PhD, Professor, Menteri bahkan presiden! Saya kira sebagian besar dari pribadi-pribadi sukses ini adalah lahir dari asuhan tangan-tangan ibu yang hangat, sabar dan tulus. Dan lewat tangan-tangan mereka, setan-setan narkoba, pergaulan bebas dan kenakalan remaja bisa diberangus. Lewat tangan-tangan merekalah masa depan bangsa ini tertumpu. Maka tak salah ada ungkapan bahwa wanita (ibu) adalah tiang negara, jikalau baik dan kokoh tiangnya, maka baik dan kuat pula negaranya.

Sebuah opini, penyemangat dan doa bagi para wanita yang sudah mendedikasikan diri menjadi seorang ibu rumah tangga; dan juga sebuah tanda mata terimakasih untuk ibu dirumah. Ibu, jasamu telah membesarkanku, menguatkanku, menerangi langkahku dan menjadikanku “Seseorang”. Terimakasih.

Salam,

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. aqsukandut said, on Februari 14, 2009 at 1:44 am

    Setuju!
    Peran ibu dalam sebuah keluarga memang sangat penting.
    Dan rasanya tidak berlebihan jika menyebut ibu sebagai tiang negara, mengingat betapa besarnya pengorbanan sang ibu untuk anak-anaknya.
    Lihat saja, betapa banyak istilah yang menggunakan kata ‘ibu’, seperti ‘mother languange’ ataupun ‘ibu pertiwi’.
    Terimakasih untuk semua “Ibu”. ^^


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: