Dunia Rafi

Ibuku dan material bangunan…

Posted in CelotehAyah&Mama by wiratara on Januari 18, 2009

picture-015

(berdiri ki-ka: Ayu (adik), Sasa kecil (adik), Dewi (adik), Yayat (penulis). Duduk ki-ka: Bapak, alis (anak kakak), Ibu)

Judul yang aneh ya..

Tapi hal ini tiba2 saja terlintas dalam benakku saat tadi aku random blog walking..

Begini ceritanya:

Kala itu kalau saya tidak salah saya masih SMA. Kami sedang melakukan renovasi rumah, dan kebetulan ada bahan yang kurang dan harus kami beli. Tipikal ibu saya, tidak mau beli didekat rumah, katanya mahal, mendingan beli di Gubug aja [kota kecamatan] lebih murah dan banyak pilihan. Yah udah lah, mau gimana lagi. Akhirnya aku dan ibu pergi naik sepeda motor Kaze-R tercintaku. Selang 30 menit kemudian sampailah kami di toko bangunan yang dituju. Setelah pilih-pilih barang dan cas cis cus, akhirnya kami memutuskan pulang. Adapun material yang kami beli adalah Seng untuk talang air satu gulung, cat, kuas, dan beberapa material kecil lain yang dibungkus dalam kantong plastik. Karena gulungan sengnya cukup berat, maka kami memutuskan saya yang dibelakang dibonceng sambil megangin kantong plastik dan seng tersebut.

Nah, ibu kemudian bersiap mengendarai sepeda motor, dan gulungan seng yang cukup berat dan kantong plastik tadipun segera aku naikkan keatas sadel sepeda motor. Kemudian saya pun bersiap untuk naik membonceng. Tanpa dinyana dan tanpa diduga, belum sempat saya naik sadel boncengan, tiba-tiba ibu sudah tancap gas dan ngacir begitu saja. Sejenak saya tertegun..[speechless], selang beberapa detik kemudian aku pun berteriak2 seperti orang kesurupan..ibu..ibu..ibuuuu….saya ketinggalan….Tak hanya saya, orang2 yang melihat kejadian itupun tak kalah sibuknya dengan saya memanggil-manggil..bu…bu…anaknya ketinggalan tuh… Entah apa dibenak ibu waktu itu, beliau tetap ngacir dengan santainya sambil memboncengkan segulung seng dan sekantong cat yang dikira adalah puteranya.

Geli bercampur malu, akhirnya saya meninggalkan tempat tersebut berjalan kaki, dengan harapan ibu tidak kenapa-kenapa. Selang 10 menit kemudian saya lihat ibu berbalik dari arah berlawanan…tapi kali ini tanpa seng dan tanpa kantong plastik. Ibuuuuuuu….teriak saya sekuatnya…ibuuuuuu…setelah teriakan kedua baru beliau melihat. “Alhamdulillah nang, kirain kamu tadi jatuh dimana…saya tanya orang-orang apa lihat anak yang saya bonceng tadi..eh, orang2 cuman bilang katanya ibu cuman boncengin seng..”kata ibu. “Yah, ibu, orang dari tadi belum naek kok..” sergahku. “Pantesan saja tadi sepanjang jalan ibu ajak ngobrol nggak ada jawab…”timpal ibu. Speechless saya……ibu, alhamdulillah kita masih diselamatkan Alloh, andaikan ada apa2 waktu itu, pasti kenangmu ini akan merasa sangat berdosa.

Ah, lucu kalau mengenang waktu itu….

Diemen, Amsterdam 18-1-09

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: