Dunia Rafi

Hidup adalah pilihan…

Posted in CelotehAyah&Mama by wiratara on Januari 18, 2009

keju-londo1

 

Ya, judul yang sudah lazim mungkin kita dengar bersama…semua orang tahu dan semua orang ngerti. Laiknya iklan politik yang kerap ditayangkan ditivi bahwa pesan terbukanya: Hidup adalah perbuatan! [pesan terselubungnya: Pilih saya untuk 2009..]. Hah!..satu lagi pelajaran yang coba dibenamkan kepada benak kita dari iklan ini, bahwa hidup adalah benar-benar sebuah perbuatan, bukan dibuat-buat, bukan juga tanpa berbuat [jadi jangan golput nanti, pilih siapa saja bebas] itu maksudnya. Termasuk pengiklannya yang memilih mengeluarkan uang milyaran supaya dikenal publik untuk kemudian ujungnya dipilih menjadi presiden. Nah makin jelas kan..

Btw, menjauh sejenak dari dunia perpolitikan yang gila dan nggilani. Ayah dan mama rafi sekarang ini sedang memasuki masa2 kritis memilih jalur hidup, mau kemana kah kami nantinya. Apakah ayah akan menekuni bidang yang sekarang sedang dirintis ini? ataukah ayah menggunakan momen ini hanya sebagai stepping stone untuk melompat lebih tinggi?? yah sekali lagi, hidup harus memilih..

Mama rafi juga sedang bimbang, apakah keputusannya untuk sekolah lagi sudah berada di jalur yang benar? ataukah masih harus berfikir lagi apakah pilihannya sudah tepat atau memang harus berubah? Yah, sekali lagi kami dihadapkan kondisi harus memilih.

Dalam setiap detik, setiap hembusan nafas, setiap kedipan mata, setiap denyutan nadi dan detakan jantung, kita selalu dihadapkan pada pilihan2 hidup. Mulai dari yang paling sederhana misalnya:

1. Saya mau tidur jam berapa malam ini? apakah jam 10 malam dengan konsekuensi tugas belum selesai tetapi bisa bangun pagi, ataukan menyelesaikan tugas sampai jam 3 pagi tapi telat masuk kuliah karena bangun kesiangan?

2. Baju apa yang saya pakai hari ini, apa warna celana panjang setelannya, sepatu kulit atau sneaker, naik sepeda motor atau naik bus, bawa mobil atau naik taksi?

Hingga pilihan yang cukup rumit:

1. Jurusan kuliah apa yang mau saya ambil untuk seterusnya menjadi jalan hidup saya?

2. Gadis manakah yang akan saya nikahi untuk saya jadikan pendamping hidup sampai maut menjemput dan menjadi ibu bagi putera puteri kami..

Tidak ada yang mudah! Ya, meskipun pilihan itu nampaknya sederhana, tetapi tetap memerlukan olah pikiran dan juga pemahfuman. Dan hasilnya adalah sebuah ketetapan hati dan sebuah pilihan, dengan hasil dan konsekuensi yang dikandungnya..entah manis atau entah pahit…suka atau tidak…siap atau tidak…harus kita terima.

But, that is life! we must choose or we will loose..

Diemen, 18-1-09

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Fahrisal Akbar said, on Januari 30, 2009 at 11:50 am

    Nice post….🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: