Dunia Rafi

I am-Sterdam

Posted in Nederland, The by wiratara on Desember 17, 2008

i-amsterdam1

 

I amsterdam adalah slogan atau jargon untuk kota Amsterdam. Jargon ini menggambarkan bahwa amsterdam adalah kota modern, dinamis, plural dan liberal.

Nah, untuk hal yang menyangkut modernitas, amsterdam merupakan salah satu kota yang modern di eropa; meskipun bangunannya terlihat tua, tapi fasilitasnya sangat lengkap dan canggih. Rata-rata semua bangunan publik/sekolah/kampus dilengkapi dengan peralatan standar seperti CCTV, smoke alarm, lift, tangga emergensi, wide entrance dengan sensor LDR, extension line antar kamar, full internet akses dengan kecepatan sangat memadai dsb. Cukup dan sangat modern menurut saya.  

Transportasi publik menggunakan sistem kartu langganan bulanan atau kartu strip “nationale strippenkaart” untuk tiap pemakaian yang dapat dibeli bebas ditoko atau di swalayan. Moda transportasi yang bisa dipakai dengan sistem ini adalah milik GVB bisa berupa bus, tram [kereta listrik dalam kota], sneltrain, metro [subway-kereta bawah tanah]. Kartu langganan bulanan biasanya sekitar 67 euro sebulan dan diperpanjang tiap bulan dan untuk strippenkaart kecil [isi 15 strip seharga 6,90 euro dan strippenkaart panjang 45 strip seharga 20,40 euro). Kartu berlangganan enaknya bebas dipakai kapan saja dan dimana saja, tinggal ditunjukkan, dan cocok untuk anda dengan mobilitas tinggi [sering belanja dan jalan2]. Untuk strippenkaart pemakaiannya hanya tiap kali anda naek moda tersebut, dan strippenkaart akan di stempel sesuai dengan zona yang dilewati. Biasanya dipakai oleh orang yang mobilitasnya rendah alias males pergi2 seperti saya. Moda lain adalah sepeda, harga sepeda bervariasi mulai dari 100 euro [merk turki] sampai dengan seribuan euro [merk eropa]; saya membeli versi turki dan alhamdulillah tidak ada masalah.

Dinamis, ya..amsterdam adalah kota yang dinamis, anda bisa saksikan bagaimana ritme hidup orang amsterdam mencerminkan bahwa mereka bekerja dengan efisiensi yang tinggi, baik pagi, siang ataupun malam; no resource waste! mungkin itu semboyannya..dan mereka sangat tepat waktu! jam karet tidak berlaku dikota ini. Be there on time or you will be left behind! Cuman lucunya, kalau hari senin toko2 besar, bank dan beberapa kantor lainnya buka mulai jam 13.00, jadi paginya tutup. Tidak seperti di negara kita bahwa senin ya masuk pagi. Mungkin mereka menganut prinsip bahwa senin pagi adalah momen yang kurang pas untuk memulai aktivitas dikarenakan masih terbawa suasana weekend. Tapi nyatanya efektif untuk mereka.

Pluralitas. Penduduk amsterdam terdiri dari orang yang berasal dari 167 negara yang ada didunia, menjadikan amsterdam kota paling plural di dunia dalam hal keragaman etnis. Jadi anda dapat menemukan segala macam bentuk rupa dan bahasa yang ada diseluruh belahan dunia disini. Begitu kata mr. Ploegh dosen kami yang mengajarkan masalah ke-belanda-an.

Liberalitas. Saya pikir Amsterdam adalah juara dalam hal ini. Bayangkan disini pernikahan sesama jenis (Gay atau Lesbi) dilegalkan dengan konstitusi, pemakaian ganja diijinkan; bahkan dilokasi2 publik tertentu yang berijin–disini disebut coffeeshop, jadi tidak hanya jualan kopi, tapi juga mariyuana. Prostitusi dilegalkan menurut konstitusi dan dilokalisir sedemikian rupa sehingga mampu menciptakan pasar sex dan daya tarik seksual yang cukup atraktif di Belanda. Siapa tidak kenal dengan Red Light District ? Mau tahu lokasinya? Lokasi prostitusi ini tepat didepan DAM square yang dulunya merupakan pusat pemerintahan Belanda kalau saya tidak salah. Yang menarik dari prostitusi ini adalah, anda tinggal berjalan menyusuri lorong-lorong sempit dan dikanan kiri anda akan tampak ruangan persegi berdinding kaca tembus pandang dan didalamnya berisi gadis-gadis dengan bra dan celana G-string yang menggoda anda dengan melambai2 kan tangan. Wah, deg-deg-serrr….dengan jarak hanya sekitar 1 meter dari posisi kita berjalan. Hmm…anda bisa bayangkan!

Liberalisme dalam konteks lain bahwa di Belanda adalah lazim, sepasang anak muda yang belum menikah untuk tinggal bersama dalam satu rumah dan berinteraksi layaknya suami isteri [termasuk hubungan badan]. Dalam tahapan ini mereka saling mencari kecocokan, apabila cocok akan dipertimbangakan untuk enggagement dan menikah; dan kalau tidak cocok ya pisah dan cari pengganti yang lain. Sungguh pragmatisme yang menyesakkan dada saya. Dan jangan heran ya, kalau anda sedang dijalan atau didalam tram atau didalam bus atau train anda melihat sepasang anak muda dengan santainya sedang berciuman bibir dengan begitu meriah dan bergelora tanpa memperdulikan sekitarnya. Disini hal itu biasa!

Segitu dulu ya, ntar disambung tulisan lainnya.

salam,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: