Dunia Rafi

Anxietas: Siapa takut ? ?

Posted in CelotehAyah&Mama by wiratara on November 27, 2008

Bagaimana cara mengatasi rasa gemetar, tangan dan kaki sampai keringat dingin kalau mau bicara ditempat umum
saya sering mengambil bagian bicara di depan umum, tapi tetap saja ada terjadi suara gemetar, tangan dan kaki keringat dingin (banyak keringatnya lagi).
—————————————————————————————————
Sebuah pertanyaan di Yahoo Answer yang cukup menggelitik, dan berikut adalah jawaban dari Ayahrafi:
Dalam dunia kedokteran gejala yang anda sebutkan tadi adalah kumpulan gejala dari Anxietas atau gangguan cemas..

Well, saya rasa semua orang pasti akan mengalaminya, begitu pula saya waktu permulaan dulu, saya mungkin lebih parah dari anda. Cuman karena saya belajar mengendalikannya maka sekarang berangsur mulai membaik, saat terakhir saya ditempat kerja saya (sekarang saya sedang sekolah lagi); tugas saya adalah advokasi ke pemerintah terkait program, sebagai medical trainer dan juga mewakili institusi saya untuk menghadiri rapat-rapat dengan institusi partner dan mempresentasikan pekerjaan kami. Semua orang mengira saya instan bisa seperti itu, tapi jauh dari saat ini saya juga menapaki tangga menyakitkan sama seperti anda, harus bertarung dengan anxietas.

Nah, saya ada tips nih untuk anda, berhasil saya terapkan dan saya ujicoba sendiri:

1. Jangan pernah lari, hadapi anxietas anda, yakinlah anda pasti bisa! tanamkan hal ini didalam hati anda, serukan berulang-ulang. Karena hanya itulah obat satu-satunya.

2. Siapkan materi yang hendak anda sampaikan jauh2 hari, usahakan atraktif dan mampu anda kuasai, jangan pakai materi atau slide yang muluk2 padahal anda tidak tahu (istilahnya menggali kubur sendiri).

3. Apabila anda hendak presentasi (kuliah atau pekerjaan) usahakah datang jangan terlambat, datanglah paling awal, gunakan waktu untuk mengenali gedung, setting ruangan, posisi layar LCD, posisi audiens dan hal2 lain disekitar anda, termasuk coba dimana tempat anda akan berdiri atau duduk untuk presentasi. Ini adalah proses adaptasi dengan lingkungan.

4. Perhatikan setiap orang yang datang, kalau dimungkinkan salami satu-persatu (apabila tidak terlalu banyak), sempatkan ngobrol basa-basi dengan menanyakan kabar atau hal sepele lainnya. Hal ini akan membuat anda merasa tidak asing dengan audiens anda dan anda akan merasakan aura keakraban.

5. Mulailah 2-3 menit anda dengan salam dan perkenalan singkat, karena biasanya di 2-3 menit pertama inilah anxietas itu akan menyerang anda. Rileks, sampaikan perkenalan dengan gaya anda, sedikit melucu juga tidak apa-apa yang penting anda nyaman. Saya menyebutnya sebagai “Periode Emas”, kalau anda berhasil melaluinya maka medali emas adalah milik anda.

6. Setelah perkenalan apabila anda berhasil maka anxietas itu akan berkurang, nah setelah stabil maka anda siap untuk masuk ke dalam inti presentasi yang akan anda sampaikan.

7. Selalu sisipkan satu atau dua hal2 yang lucu atau slapstik yang membuat audiens merasa dekat dengan anda. Ciri anda berhasil: Audiens anda tertawa! Sekali mereka tertawa, maka seluruh sisa waktu adalah milik anda.

8. Selalu bangun alur presentasi seperti cerita sinetron, bangun dari awal, ciptakan konflik kemudian resolusinya. Karena saya mengistilahkan diri saya bukan trainer, tapi saya pencerita/pendongeng, dengan tema kesehatan sesuai dengan bidang saya. Usahakan selalu ada solusi atau rekomendasi diakhir presentasi.

9. Tutup presentasi dengan salam dan permohonan kritik dan saran atau pertanyaan.

Note: Kalau anda masih dalam tahap belajar, pada permulaan presentasi bisa diinformasikan bahwa sesi tanya jawab setelah presentasi saja. Karena kalau anda belum benar-benar matang, interupsi atau pertanyaan disela presentasi akan cukup mengganggu konsentrasi dan psikologis anda.

semoga sukses saudaraku,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: