Dunia Rafi

ASI Terbaik untuk bayi : Sebuah pelajaran dari Lombok

Posted in Breast Feeding by wiratara on November 22, 2008

Courtesy of UNICEF.

 

Sebuah video yang menggambarkan perjuangan dari sebagian kita untuk menyelamatkan bayi-bayi dari ancaman penyakit dan kematian. Ayah rafi adalah pekerja di sebuah NGO yang sangat konsen di Breatfeeding, karena itulah Ayahrafi tahu betapa berat perjuangan mempopulerkan ASI. Kami sebuah NGO yang cukup besar dengan dana cukup memadai, tetapi lawan kami jauh lebih besar dan jauh lebih menguasai keadaan. Mau tahu siapa lawan kami??

Salah seorang rekan saya dari NGO lain [dokter juga] beliau bilang: Musuh terbesar kita bukan orang luar, melainkan orang dalam yaitu bidan dan sebagian TS Dokter lain.

Wah, skeptis sekali ya nampaknya? tetapi kalau direnungkan memang benar. Anda boleh cek ke RS Swasta atau ke Rumah Bersalin dan anda boleh buat prosentase dari RS/RB yang menyediakan layanan rawat gabung sebagai standar protokol Bayi Baru lahir untuk segera disusukan dibanding dengan RS/RB yang memisahkan bayinya diruangan lain dari ibunya dan tentu dengan ditawarkan susu formula mulai dari kelas rakyat : SGM sampai kelas high end Morinaga/Nutrilon. Hmm..anda akan takjub! Kepentingan [uang] terkadang mengalahkan rasionalitas dan hati nurani; bahkan untuk profesi semulia tenaga kesehatan.

Bayangkan, Pabrikan Susu Formula sanggup memberikan insentif bagi setiap kaleng atau kardus yang bisa dijual oleh bidan praktek atau terkadang [maaf] rekan TS dokter dengan menseponsori mereka untuk naik Haji, plesiran atau membenahi klinik mereka dan melengkapi peralatan RB nya atau ikut PIT didalam dan luar negeri. Luar biasa dana yang mereka keluarkan. Jadi Pabrik susu inilah yang menjadi BIANG KEROK nya!!

Sedangkan kami, hanya melalui pelatihan, pelatihan dan pelatihan. Tidak ada wujud benefit konkrit yang mampu kami janjikan untuk bidan; akibatnya bisa ditebak, pertempuran yang tidak berimbang.

Namun kami pantang menyerah, advokasi kami tidak sebatas di level Dinas Kesehatan dan Tenaga Kesehatan, Advokasi kami bergeser ke tingkat kampung-kampung dan rumah tangga. Kami pergunakan segala daya yang kami punya. Kami sms teman2 yang sedang hamil untuk sekedar mengingatkan dan memberikan info tentang ASI dan juga kami syiarkan melalui orangtua kami yang rutin ikut ngerumpi dengan ibu2 lainnya. Pergerakan ini hasilnya cukup nyata. Kami melibatkan seluruh resource yang ada, mulai suami atau isteri, orangtua, teman2 dan tetangga. Perjuangan kami tidak akan pernah usai, dalam setiap acara yang saya hadiri maupun isteri saya hadiri [isteri saya dokter juga] atau saat isteri praktek di Puskesmas atau saat praktek dirumah, kami selalu berusaha menyampaikan pesan menyusui kepada setiap ibu yang kami jumpai.

Kami berusaha menjadikan kami sendiri sebagai contoh, Rafi putera kami adalah buah dari ASI [sulit dikatakan eksklusif karena ada sedikit permasalahan dihari ke-2] tapi kemudian kami berhasil mengatasinya dan mampu melanjutkan sampai 6 bulan tanpa makanan/minuman lain, bahkan sampai sekarang rafi sudah hampir 18 bulan masih ASI.

Ayah rafi yang basicnya trainer juga sering ngecuwis dimana2, saat terkadang ada undangan untuk jadi pembicara, saat siaran di radio maupun dengan membuat tulisan artikel baik internal kantor maupun untuk eksternal, termasuk juga dengan dibuatya Blog ini. Kami menganut prinsip bahwa: Sebarkanlah/Syiarkanlah keberanan walau hanya satu kata…Maukah Anda??

Diemen, 21-11-08

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: