Dunia Rafi

Larangan Memakai Jilbab

Posted in Intermezo by wiratara on November 19, 2008

dari www.malau.com

 

jilbab-lukis

 

Ada seorang teman saya, suatu hari terpanggil untuk memakai jilbab. Karena hatinya sudah tetap, dia pun pergilah ke toko muslim untuk membeli jilbab. Setelah membeli beberapa pakaian muslim lengkap bersama jilbab dengan berbagai model (maklum teman saya itu stylish sekali), dia pun pulang ke rumah dengan hati suka cita.

Sesampainya di rumah, dengan bangga dia mengenakan jilbabnya. Ketika dia keluar dari kamarnya, bapak dan ibunya langsung menjerit. Mereka murka bukan main dan meminta agar anaknya segera melepaskan jilbabnya.

Anak itu tentu merasa terpukul sekali… bayangkan, Ayah ibunya sendiri menentangnya untuk mengenakan jilbab. Si anak mencoba berpegang teguh pada keputusannya akan tetapi ayah ibunya mengancam akan memutuskan hubungan orang-tua dan anak bila ia berkeras.

Dia tidak akan diakui anak selamanya bila tetap mau menggunakan jilbab. Anak itu menggerung-gerung sejadi-jadinya. Dia merasa menjadi anak yang malang sekali nasibnya.

Tidak berputus asa, dia meminta guru tempatnya bersekolah untuk berbicara dengan orang tuanya. Apa lacur, sang guru pun menolak. Dia mencoba lagi berbicara dengan ustad dekat rumahnya untuk membujuk orangtuanya agar diizinkan memakai jilbab… hasilnya? Nol besar! Sang ustad juga menolak mentah-mentah. Belum pernah rasanya anak ini dirundung duka seperti itu.

Dia merasa betul-betul sendirian di dunia ini. Tak ada seorang pun yang mau mendukung keputusannya untuk memakai jilbab. Akhirnya dia memutuskan untuk menggunakan truf terakhir.

Dia berkata pada orang tuanya, “Ayah dan ibu yang saya cintai. Saya tetap akan memakai jilbab ini. Kalau tidak diizinkan juga saya akan bunuh diri.”

Sejenak suasana menjadi hening. Ketegangan mencapai puncaknya dalam keluarga itu.

Akhirnya sambil menghela napas panjang, si ayah berkata dengan lirih, “Bambang! Kalo kamu cewek terserah deh… Lha kamu itu laki-laki koq mau pake jilbab?! Apa kata tetangga nanti?”

 

10 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. sayyid said, on Mei 2, 2009 at 3:11 pm

    itu sich cerita menjebak, llagi pula sy jg pasti tdk akan setuju, haram laki2 menyerupai wanita bergitu pula sebaliknya. tp critanya bgs Luchu,

  2. devi said, on Juli 11, 2009 at 7:36 am

    Y Ampun…… Udh tgang tau….. Kirain yg pke cwe…. ech cwo…..
    Y iylh itu mah di larang …… tp lucu crita’a…. ckup mnjebak…. ^_^

  3. snuanlan said, on Agustus 26, 2009 at 3:51 am

    lucu…….lucu………lucu……., bisa ngilangin stress nich!!!!!!!!!!!!! bwt lgi donk………….

  4. ayahrafi said, on Agustus 26, 2009 at 5:23 am

    Hehehe…peace!

    NB: oia, itu cerita saya copas dari http://www.malau.com yang entah sumber aslinya dari mana..

  5. fitri tuharea said, on Oktober 6, 2009 at 7:24 am

    asli….ane pikir beneran cewe yang diceritrain….eh malah laki laki…itumah jgn atuh

  6. mukaromah said, on November 6, 2009 at 2:56 am

    saya cuma mau berbagi cerita yang hampir sama temanya……..saat saya lagi makan bakso di warung deket kampungku, tiba tiba dua pengamen beraksi, mendengar suaranya sih kayaknya lelaki, tapi begitu kutengok ……….Astagfirullahhaladzim……..(maaf…………)bencong itu memakai kain yang menyerupai jilbab…ada apa dengan dunia ini.

  7. anin said, on Desember 6, 2009 at 12:12 pm

    mendebarkan, tegang, syahdu, haru, …..amit-amit deh (btw keren abis !!!!!!!)

  8. dEph said, on Januari 16, 2010 at 5:36 am

    goKiL,,
    xixixi_

  9. Cloud said, on Februari 16, 2010 at 1:24 am

    whahahaha.. kocak kocak…

  10. artha said, on Mei 18, 2010 at 11:37 am

    waduh!!! aq bner2 tegang bngets,,,,
    tak pikir,,,, klow,,,,
    ya allaj samp segtunya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: