Dunia Rafi

MADURODAM: Taman Mini Belanda Indah (TMBI)

Posted in Nederland, The by wiratara on November 10, 2008

 

Waaahhh…Judul yang aneh..se-aneh yang nulis mungkin ya..

 

Tapi faktanya memang begitu…mau tahu?? makanya baca ya…

 

Hari itu Sabtu 25/Okt/2008, Nawaitu-nya sebenarnya ikut Konferensi Pemuda Pelajar Indonesia (PPI) Belanda dalam rangka 100 tahun Kebangkitan Nasional di Museon Den Haag. Tetapi karena commander in chief dan teman2 ngeyel minta jalan2, ya udah, cuman ikutan 1/4 sesi dari jam 13.00 – 16.00. Selepas itu kami cabut…dengan tujuan MADURODAM!

 

Setelah sekitar 10 menit meneliti peta jalur tram dan bus di depan museon, akhirnya kesimpulan kami bulat. JALAN KAKI AJA!…nekat bener, padahal gak tahu ke arah mana dan sejauh apa…dasar orang nekat, gak gentar dan gak ragu untuk melangkahkan kaki-kaki kecil kami melahap meter demi meter jalanan di Den Haag. Akhirnya hati sedikit lega, commander in chief melihat sebuah rambu yang menunjuk ke arah Madurodam. Cuman gak ada keterangan jarak. Ya udahlah…minimal tidak salah arah.

 

 

Setelah jalan kurang lebih hampir 45 menit, mampir sana mampir sini, dan tentu saja foto2 dong…oia, kami menemukan sebuah monumen berupa beberapa orang belanda berdiri dan dibawahnya adalah peta INDONESIA!…selidik punya selidik, patung itu adalah patung tentara Belanda yang meninggal selama peperangan di Indonesia dan di beberapa negara di Asia. Di depan patung itu berderet bunga2 segar yang sengaja diletakkan mungkin oleh keluarga mereka. Hmmm…

 

madurodam-entrance2MADURODAM..

Setelah sejenak mengabadikan moment mejeng di entrance madurodam, kami segera beranjak ke bagian tiket, hmmm…lumayan juga harganya 13.75 euro/orang dengan lama kunjungan tidak dibatasi ampe tutup jam 20.00 lewat. Yah, mahal dikit, sekali-kali untuk cerita anak cucu.

 

madurodam-giantsBegitu masuk, wah…ternyata memang betul2 kecil…mungkin hanya sekitar 1 atau 2 hektar saja, jadi tidak ada apa-apanya dengan TMII. So BRAVO Indonesia! bisa membuat taman mini dengan ukuran jumbo!…Madurodam hanya sebuah lapangan berbentuk petak (square), dengan ditengahnya berisi miniatur gedung2 landmark dari masing2 kota di Belanda. Saat masuk kita akan diberi sebuah buku kecil yang berisi petunjuk nama dari bangunan sesuai dengan nomornya. Jadi, bagi turis yang hanya singgah tidak akan bingung.

 

madurodam-schippolSesaat setelah masuk, kami lihat sebuah kereta mini sedang berkeliling penuh sesak dengan penumpang anak-anak maupun dewasa. Cuman karena perut keroncongan akhirnya kami memutuskan makan dulu. Menu sore ini Patat (kentang goreng) dan pie apel…lumayan lah untuk ganjal perut. Setelah makan akhirnya kami menyeruak masuk kedalam kerumunan pengunjung lain dan berpose sana-sini, potret sana sini seperti orang kesetanan. Cuek ah, gak kenal ini, pikir kami.

madurodam-windmill1Setelah sekitar sejam keliling-keliling gak tentu arah, akhirnya sekitar jam 19.00 WB (Waktu belanda) kami memutuskan untuk ngacir pulang ke Amsterdam. Padahal menurut info dari petugas karcis, jam 20.00 WB ada pertunjukan sinar laser…wah, nyesel juga sih. Cuman ada anggota kru yang ngeyel minta pulang ya akhirnya kami memutuskan pulang.

 

Yah, malam itu kami sampai kembali di De Key (Flat kami) sekitar pukul 24.00 WB.  Petualangan yang cukup menyenangkan!

See you in other episode..

 

Diemen, 10-11-08

Ayahrafi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: