Dunia Rafi

Amsterdam Under Attack!

Posted in Nederland, The by wiratara on November 10, 2008

Assalamualaikum,

Amsterdam Under Attack!

Hari selasa minggu yang lalu (4-11), cuaca di Amsterdam begitu tidak bersahabatnya, mulai dari malam sebelumnya (3-11), langit sudah menandakan aura yang kurang bersahabat, langit begitu gelap tersabut kabut yang cukup tebal. Ya, malam itu saya berharap semoga keesokan hari cuaca akan lebih bersahabat.

Ternyata harapan tinggal harapan, alih2 cuaca bersahabat, yang ada kabut semakin tebal, dan diiringi rintik-rintik tipis hujan yang dihembus angin. Oia, sekedar informasi, di Amsterdam atau Netherland dan mungkin juga sebagian besar Eropa, hujan disini tidak selebat hujan di Indonesia, yang cukup dahsyat dan melumpuhkan aktivitas. Alih2 naik sepeda, naik mobilpun terkadang kita enggan keluar. Di Amsterdam hujan tidak seberapa lebat, tetapi acapkali disertai angin yang cukup kencang dan lumayan membuat kaki dan tangan ini beku dan badan menggigil kedinginan..brrr..br…

fog1

Pagi itu saya berangkat bersepeda dengan jarak pandang hanya sekitar 15-20 meter, mana saya nggak tahu kenapa lampu sepeda saya dinamo-nya gak mau nempel ma roda. Alhasil saya naik sepeda ditemani mas ketar dan mas ketir, dan dengan doa yang khusyuk semoga Alloh berkenan memberiku keselamatan. Alhamdulillah, kabut yang tebal, jarak pandang terbatas (walaupun saya sudah memiliki 2 mata tambahan), dan jalanan yang licin tidak menggentarkan hati saya untuk memacu sepeda turki seharga 99 euro saya ngebut menyerut aspal dengan kecepatan 120 mph…he..he..nggak ding. Walhasil sampailah saya ke Kampus KIT dengan tidak kurang suatu apa.

fog2

Siang itu saya putuskan pergi ke Dappen Markt (pasar murah) tepat dibelakang kampus untuk cari lampu sepeda tambahan yang bisa dibongkar pasang. Kata si Tadashi, kawan saya dari jepang harganya 3 euro untuk dua pasang lampu (jangan dibayangkan lampu besar ya, lampunya sak uprit, sekecil uang kepingan 100 rupiah jaman dulu yang warna perak). Setelah tengok kanan dan tengok kiri, akhirnya saya menemukan sebuah “gerai” atau dasaran penjual perkakas sepeda. Akhirnya setelah nying nyong tanya sana sini, saya putuskan membeli sepasang lampu built up seharga 3.5 euro (yang ini gedhean dikit, seukuran mata kucing sepeda). Lumayanlah untuk keselamatan.

fog3

Sore hari selepas kuliah, ternyata kabut itu tak kunjung reda, cuman alhamdulillah sudah tidak ada lagi rintik-rintik hujan dan juga saya sudah punya lampu! what a nice ride! dan waktu mau pulang saya cek lagi dinamo sepeda saya, karena jengkel, akhirnya saya bengkokkan aja pegangan dinamonya biar nempel ke ban, ajaib, ternyata lampunya nyala! Tahu gini dari tadi pagi udah saya bengkokkan. Cuman kalau mau matikan, ya harus diluruskan lagi…manual ceritanya. Dasar sepeda murah! Harga menentukan kualitas!

Akhirnya saya pulang dengan riang dan jepret sana jepret sini dengan kamera Sony Cybershot DSC-W55 teman setia dikala susah. Hasilnya anda bisa lihat hasil jepretannya di artikel ini.

So, hari itu memang betul2 Amsterdam under attack, tapi bukan oleh teroris, bukan oleh zionis israel, bukan pula oleh rudal Korut dan nuklir Amerika, tapi serangan oleh Kabut.

 

Diemen, 10-11-08

Ayahrafi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: