Dunia Rafi

Colostrum (Indonesia: Kolostrum/susu Jolong) si Cairan kehidupan…

Posted in Breast Feeding by wiratara on November 8, 2008

Assalamualaikum,

 

Sudah lama sekali saya tidak menulis atau menyadur tulisan orang kedalam blog saya mengenai menyusui, kemudian baru saya tersadar bahwa salah satu tujuan saya membuat blog ini adalah untuk kampanye ASI awalnya, bantu-bantu Mbak Tami (dr. Utami Roesli-red) dari selasi memasyarakatkan ASI. Go ASI!

menyusu1

Artikel saya kali ini mengambil tema Kolostrum. Saya yakin anda semua sudah tidak asing lagi dengan kolostrum ini, tetapi cuman mungkin ada baiknya kita kupas lagi lebih dalam mengenai apa sih sebenarnya kolostrum dan peranannya dalam perkembangan bayi.

 

Didalam masyarakat masih berkembang pemahaman bahwa susu yang keluar pertama kali adalah “susu basi” atau susu kotor sehingga harus dibuang terlebih dahulu sebelum penyusuan. Pemahaman ini umumnya turun menurun dari ibu atau neneknya dengan bersumber pada asumsi dan ketidaktahuan individu. Praktek ini dilakukan dengan memerah kolustrum dengan tangan atau dengan pompa susu sampai dengan keluarnya ASI yang berwarna putih susu. Praktek ini tentunya secara ilmiah salah dan harus dihindari.

 

Segera setelah dilahirkan, bayi harus segera disusukan atau dikenal dengan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) untuk mendapatkan kolustrum ini. Sebuah slogan kampanye global bahwa “Menyusu pada 1 jam pertama kehidupan (bayi) dapat menyelamatkan 1 juta nyawa/tahun”. Jumlah yang sangat fantastis! IMD akan saya uraikan dalam artikel yang lain.

world_breastfeeding_week

Kolostrum atau dalam bahasa inggris dituliskan colostrum, menurut istilah MeSH di pubmed  adalah “The thin, yellow, serous fluid secreted by the mammary glands during pregnancy and immediately postpartum before lactation begins. It consists of immunologically active substances, white blood cells, water, protein, fat, and carbohydrates” atau ” Cairan serosa kekuningan tipis [sedikit] yang dikeluarkan oleh kelenjar payudara selama masa kehamilan dan segera setelah persalinan sebelum dimulainya penyusuan, [cairan] ini mengandung bahan2 kekebalan aktif, sel darah putih, air, protein, lemak dan karbohidrat”.

 

Jadi kolostrum mengandung komposisi sempurna gabungan antara nutrisi yang diperlukan bayi [air, protein, lemak dan karbohidrat] dan zat kekebalan alamiah yang berupa  Sel Darah Putih dan zat kekebalan humoral yang berupa Imunoglobulin A (IgA).

 

Sel Darah putih di kolostrum berfungsi untuk melawan dan membunuh bakteri dan virus yang dapat menimbulkan penyakit. Sedangkan IgA berfungsi untuk memberikan kekebalan pada bayi dengan melindungi lapisan lendir (mukosa) dari tenggorokan, paru dan usus dari serangan bakteri. Perlu diketahui juga, pada saat dalam kandungan, bayi juga dilindungi oleh imunoglobulin G (IgG) yang disalurkan dari plasenta. IgG ini berfungsi memberikan kekebalan didalam sistem peredaran darah. Jadi dapat disimpulkan bahwa kolostrum adalah vaksinasi alami yang 100% aman.

 

Kolostrum ini juga berperan sangat penting dalam sistem pencernaan bayi, dimana pada saat awal bayi dilahirkan, usus bayi sangat permeabel (sangat longgar karena lubang antar selnya masih lebar), kolostrum yang masuk ke dalam usus bayi kemudian menyumbat lubang-lubang tersebut dan melapisinya untuk mencegah masuknya zat-zat asing yang kemungkinan dapat memicu alergi yang berasal dari makanan yang dikonsumsi ibunya.

  

Kapasitas perut dari bayi baru lahir

 

Umumnya para ibu khawatir dengan jumlah kolostrum yang hanya sedikit, apakah mencukupi kebutuhan dari bayi ataukah harus ditambahkan dengan susu formula. Seringkali pandangan ini yang membuat bayi diberikan susu formula. Berikut adalah ulasan tentang kebutuhan dari bayi baru lahir:

Bayi berumur 1 hari memiliki kapasitas lambung sekitar 5 – 7 ml, atau hanya seukuran kelereng, dan menurut penelitian para ahli, ukuran lambung tidak akan meregang meskipun diberikan masukan susu dalam jumlah melebihi daya tampung. Jadi pemberian susu melebihi jumlah diatas hanya akan merembes melalui lubang-lubang yang ada di usus bayi. Jadi sebenarnya jumlah kolostrum yang tidak seberapa itu adalah jumlah yang sudah terukur dengan baik dan sudah disesuaikan untuk ukuran bayi anda!

Pada hari ke-3, kapasitas perut bayi akan bertambah menjadi 0.75 – 1 oz (1 oz sekitar 30 ml) see the conversion. Jadi sekitar 22.5 ml – 30 ml. Pemberian ASI dalam jumlah kecil dan sering dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan bayi.

Pada usia 7 hari, kapasitas lambung bayi mencapai sekitar 1.5 oz – 2 oz, atau sekitar 45 ml – 60 ml atau seukuran bola pingpong. Pemberian ASI dalam jumlah kecil dan sering dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan bayi dan ASI anda mencukupi untuk diberikan.

infantstomach

Kapasitas lambung bayi

 

Dalam dua minggu pertama, kolostrum kemudian berubah menjadi susu matur, dan selama masa transisi ini konsentrasi antibodi mulai menurun tetapi volume dari susu bertambah. Meskipun antibodi yang terkandung dalam ASI mulai menurun tetapi zat kekebalan lain masih terdapat didalam ASI, sehingga selama bayi masih disusukan maka bayi masih mendapatkan kekebalan. Oleh karena itu ASI eksklusif selama 6 bulan adalah suatu pilihan bijak (bahasa halusnya dari HARUS).

 

So, Kolostrum adalah Cairan Kehidupan bukanlah istilah yang dilebih-lebihkan..melainkan sebuah fakta ilmiah yang dapat dibuktikan dari Karunia Alloh kepada manusia.

 

lihat juga 14 keajaiban kolostrumdi tabloid ibu anak dan di promosi kesehatan.

 

Wassalam,

Diemen, 8 November 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: