ASI untuk puteraku….
Hari Selasa 29-5-2007 pas Adzan isya jam 20.10 WIB, lahirlah putera pertama kami Muhammad Rafi Althaf Wiratara. Tangisnya memecah malam seiring dengan bunyi Adzan di RS Kesdam Banda Aceh. Anakku terlahir melalui SC dikarenakan ada sedikit penyulit saat persalinan. Selang beberapa menit, aku diijinkan melihat putera pertamaku, deg-degan, penasaran dan cemas bercampur aduk menjadi satu. Beribu pertanyaan datang silih berganti, maklum ayah baru. Alhamdulillah rafi menangis keras, fisik sempurna dan tidak ada tanda-tanda kelainan. BB=3,500 gram; PB=50 cm. Syukur dan haru, tak terasa mata ini memerah dan berkaca-kaca saat aku kumandangkan adzan ke telinga anakku. Sebuah syukur tak terperi.
Day I. Tuesday May 29th 2007
22.00 WIB – 2 hours after birth
Mungkin karena kelamaan di OK dan proses transfer dari RS ke RB tempat isteriku awalnya dirawat, sementara sang mama masih belum tersadar dari tidurnya setelah diberikan bius general karena awalnya saat diberikan spinal masih kesakitan rafi jadi sulit di-inisiasi. Wah, apa yang harus aku perbuat? teringat aku akan nasehat mbak Tami dan teman2 konselor ASI bahwa baby harus segera disusukan sebelum 1 jam pertama (inisiasi dini). Akhirnya saya coba dengan bantuan bidan setempat yang kebetulan jaga, namun usaha kami seolah sia-sia. Rafi belum bisa menghisap dengan baik dan berkali-kali gagal. Setelah kami coba berpuluh kali dengan kondisi mamanya masih tidak sadar, tetap tidak berhasil. Sedih sekali rasanya hati ini. Bingung, gelisah dan merasa berdosa. Kenapa ayah dan ibu rafi yang dokter tapi tidak bisa mempraktekan inisiasi. Tapi kami mencoba tabah. Akhirnya saya teringat, bahwa mungkin saya bisa perah ASI mamanya. Saya pun mulai memerah ASI isteriku (dia masih belum sadar), tapi mungkin anda tahu ASI pertama (kolostrum) jumlahnya tidak seberapa, hanya beberapa tetes. Tapi saya tidak menyerah, saya coba…coba dan coba..hasilnya hanya kurang dari 0,5 cc..hanya seujung sendok kecil..
23.00 WIB – 3 hours after birth
Perlahan-lahan mama rafi tersadar dari tidurnya..dan untuk pertama kali mama melihat rafi..tak bisa kulukiskan wajah isteriku saat itu, antara senang dan masih pusing karena efek sedatif..satu yang dia tanya: “Bagaimana yah, sempurna?”…”Alhamdulillah sempurna” jawabku. Perlahan kuceritakan usaha kami sebelumnya untuk inisiasi, nampak kesedihan diwajahnya, namun aku tahu, isteriku adalah pejuang yang tangguh. Malam itu kami coba kembali..kembali dan kembali….hasilnya masih tetap sama..rafi belum bisa melekat dan menghisap dengan baik..Akhirnya malam itu kami putuskan istirahat, meskipun dengan perasaan gundah..
Day II. Wednesday May 30th 2007
05.30 WIB – 9.30 hours after birth
Pagi subuh aku sudah terbangun, meskipun sebenarnya aku tidak betul-betul tidur malam itu. Akhirnya kuputuskan menelepon seorang konselor ASI yang ada di Banda Aceh, Bidan Elok namanya, seorang bidan di RSU Zainoel Abidin Banda Aceh. Beliau kebetulan pernah ikut pelatihan dengan dr. Utami Roesli Sp.A yang kami fasilitasi. Jam menunjukkan pukul 5.30 WIB, hari masih gelap, dengan sedikit ragu kuberanikan menelepon, mudah-mudahan sudah bangun pikirku. “Halo…” terdengar suara lelaki diujung telepon..”O..bu eloknya sedang shalat subuh, nanti telp lagi setengah jam” suara putera bu elok diujung telp menutup pembicaraan singkat kami.
06.00 WIB – 10 hours after birth
Setengah jam kemudian, kutelepon kembali nomor yang sama, akhirnya bu elok sudah selesai shalatnya dan kamipun berbincang dengan hangat. “Ibu, kami butuh bantuannya….” dan akupun mulai bercerita kesulitan kami secara rinci. “InsyaAlloh nanti agak siangan saya datang kesana…” ucap bu elok menyahut.
09.00 WIB – 13 hours after birth
Akhirnya bu Elok datang juga..setelah sedikit ngobrol akhirnya sesi konsultasi dan praktek pun dimulai. Kurang lebih 2 jam isteriku dan bu Elok saling bertukar pikiran, berlatih dan berlatih. Dengan sedikit cemas aku menunggui karena rafi masih belum bisa melekat dan menghisap dengan baik. Akhirnya sesi hari itu diakhiri karena bu Elok harus kembali bertugas di RS. Selesai sesi hari itu, kami terus mencoba..mencoba dan mencoba…ASI kami coba perah dan diberikan dengan sendok sementara rafi tetap dilatih melekat dan menghisap…hasilnya hampir tetap sama, tidak terlalu banyak perubahan. Alhamdulillah rafi anak yang tabah, hampir tidak terdengar tangisnya..meskipun aku dan isteriku tahu, pasti dia sangat lapar..
Day III. Thursday, May 31st 2007
Hari ini bu Elok datang agak siang, kebetulan di RS cukup ramai jadi dia menunggu sampai waktu istirahat untuk ke RB tempat isteri dirawat yang hanya berjarak kurang dari 0,5 km dari RS. Hari itu sesi diulang lagi, cuma hanya bisa dilakukan kurang dari 1 jam karena memang beliau ada kesibukan. Kebetulan hari itu ada bayi lain yang baru lahir di RB dan ingin diajari cara menyusui. Usut punya usut ternyata, kami adalah pasien pertama bu Elok di RB ini, jadi begitu mereka tahu ada konselor yang bisa mengajari cara menyusui, berita segera menyebar dari mulut ke mulut. Hari itu ada kemajuan sedikit, rafi sudah mulai bisa melekat, tetapi belum mampu menghisap dengan baik. Malam itu kami putuskan menelepon dr.Utami Roesli (kebetulan kami kenal dan beliau pernah menawarkan bantuan konsultasi jarak jauh bila memang diperlukan), hampir setengah jam kami berbincang, padahal malam itu beliau lagi praktek di jakarta..benar-benar pribadi yang baik..kami diberikan nasehat dan masukan yang cukup menguatkan kami dan isteri.
Setelah hampir 2 hari bisa dikatakan tidak minum ASI sama sekali, kulit rafi sudah mulai agak keriput, mungkin sudah mulai dehidrasi. Tapi Subhannalloh, anakku tercinta masih tetap diam, sesekali merengek karena pipis. Pipisnya pun mulai sedikit. “Ya Alloh, apa yang harus kami perbuat?” pikirku dalam hati agak cemas. Akhirnya aku putuskan setelah diskusi dengan isteri dan keluarga yang lain, kami berikan rafi susu formula. Dengan hati bimbang dan sedih tak terperi kami suapi rafi sedikit demi sedikit dengan sendok, nampak sekali dia lahap, lapar mungkin. Malam itu dua kali rafi minum sufor, tapi kami tetap tidak menyerah, terus kami coba latihan melekat dan menghisap, hasilnya sudah mulai terlihat, rafi mulai bisa melekat dengan baik dan mulai menghisap meskipun masih lemah.
Day IV. Friday, June 1st 2007
Hari ini hari libur, pagi-pagi dokter Sp.OG visite dan bilang kami sudah boleh pulang. Akhirnya kami pulang selepas jumatan. Hari ini kami janjian pertemuan ketiga dengan bu Elok agak sorean. Hari ini rafi menunjukkan progress yang luar biasa, puteraku sudah mulai melekat dengan sempurna dan menghisap dengan agak kuat. Saat bu Elok datang, beliau pun mengatakan bahwa Rafi sudah hampir berhasil menyusu dengan sempurna. Setelah 2 jam sesi dan praktek, akhirnya bu Elok pulang dan mengatakan bahwa ini adalah sesi terakhir karena Rafi nampaknya sudah bisa menyusu dengan baik dan ASI isteriku juga sudah keluar dengan baik. Sore itu juga kami putuskan menghentikan total sufor, kalau tidak salah ingat, Rafi hanya mendapatkan total kurang dari 100 cc sufor sejak hari sebelumnya. Meskipun dengan sedikit kontaminasi ini membuat jadi tidak ASI eksklusif, tapi aku tetap bangga dengan usaha keras isteri dan anakku yang sangat tabah.
Malamnya, Rafi sudah dapat menyusu dengan sempurna, Rafi terbangun beberapa kali karena pipis atau eek. Kami bangunkan dia setiap 2 jam untuk nenen. Alhamdulillah, malam itu kami begitu bersyukur.
Setelah malam itu hingga umur 6 bulan, rafi hanya mendapatkan ASI saja, kebetulan ibu mertua juga sangat mendukung karena sudah pernah diajak mengikuti seminar ASI oleh dr. Utami Roesli, bahkan sejak saat itu beliau rajin kampanye kepada teman-teman sesama ibu-ibu yang sedang atau akan punya cucu untuk memberikan ASI. Alhamdulillah, selama 6 bulan Rafi tidak pernah sakit, terkadang memang demam, tapi kami coba tidak diobati dan hanya disusukan lebih sering, dan cara ini sangat berhasil. Total rafi menyusu selama 22 bulan, itupun terputus karena mamanya harus pergi 3 minggu keluar kota untuk sebuah keperluan.
So, sahabat, memang awalnya tidak mudah. Butuh keberanian, butuh dedikasi, butuh keyakinan bahwa memberikan yang terbaik untuk bayi kita adalah kewajiban setiap orang tua. Kalau kami bisa, saya yakin anda mampu melakukannya. Bahkan saya yakin bahwa anda semua akan mampu melakukannya jauh lebih baik daripada kami.
ASI…Pasti!
Salam ASI,
Rafi, Riri (mama), Hidayat (Ayah)
Ditulis pada suatu pagi 27 Agustus 2009, Diemen, NL
NB: Bagi yang ingin memperoleh nomor telp bidan Elok di Banda Aceh, kirim e-mail aja ke am_adoctor@yahoo.com atau tulis aja di wall.
Editorial: ‘Ledakan’ H1N1 akan jauh lebih dahsyat dari Bom Mega Kuningan
(Tulisan ini adalah rangkaian dari seri H1N1 sebelumnya)
Akhir-akhir ini perhatian kita banyak disibukkan oleh isu terorisme berkaitan dengan insiden-insiden terror yang terus berkembang di negeri ini. Akhir-akhir ini pula sebenarnya ada sebuah pergerakan teror baru yang mulai mengusik ketentraman masyarakat kita. Ya, teror H1N1!
H1N1 disukai atau tidak dan disadari atau tidak telah menyebar dengan leluasa ke berbagai penjuru dunia, dan diprediksikan bahwa ledakan akan terjadi saat memasuki musim gugur[1]. Data yang dirilis WHO, jumlah kasus terbaru per 21 Agustus 2009 adalah sebanyak 182,166 kasus dengan total kematian 1,799 orang sejak penemuan kasus pertama di bulan April 2009 [2]. Dari kalkulasi angka-angka tersebut didapatkan Case Fatality Rate (CFR) saat ini adalah 0.98% (atau dibulatkan 1%). Estimasi WHO akan skenario wabah H1N1 menunjukkan bahwa dengan 33% attack rate akan ada kurang lebih 2 Milyar penduduk dunia akan terinfeksi oleh virus ini dengan berbagai spektrum dalam kurun waktu 2 tahun [1,3]. Dengan CFR yang ada saat ini dapat diprediksikan bahwa sekitar 20,000,000 penduduk bumi akan meninggal dunia karena virus ini.
Situasi di Indonesia juga tak kalah mengkhawatirkan dengan perkembangan dari hari ke hari yang cukup pesat. Rilis terbaru dari Depkes menunjukkan bahwa sampai tanggal 20 Agustus 2009 terdapat 948 kasus positif (confirmed/konfirmasi) yang tersebar di 24 propinsi dengan jumlah kasus meninggal yang masih simpang siur (3 atau 4 orang) [4,5]. Hal yang lebih mengejutkan lagi adalah bahwa separuh (48%) dari penderita H1N1 di Indonesia tidak pernah berpergian keluar negeri [6].
Hal ini menunjukkan bahwa infeksi virus H1N1 ini bukan hanya dapatan dari luar tetapi sudah menyebar dikalangan masyarakat kita.
Dengan menggunakan skenario wabah WHO, dengan total penduduk kita saat ini sekitar 230,632,700 [7] dengan attack rate 33% maka diestimasikan akan ada 76,877,566 orang yang terinfeksi virus ini, dan estimasi kasus asimptomatik 25% (19,219,392) dan simptomatik 75% (57,658,174). Dengan 2% kasus simptomatik yang memerlukan rawat inap/hospitalized (1,153,163) dan dengan 5% kematian dari jumlah kasus hospitalized maka estimasinya akan ada 57,658 orang meninggal dunia akibat H1N1 pandemi di Indonesia. Rumus ini bukan rumus baku, penulis menggabungkan estimasi attack rate dari WHO dan kalkulasi prosentasi kasus a/simptomatik, rawat inap dan kematian dari CDC [1,8]. Belum ada kalkulasi mengenai proporsi korban menurut profil demografi seperti pada model skenario wabah H5N1, tetapi data-data yang ada menunjukkan bahwa anak-anak dan dewasa muda adalah golongan paling rentan [8]. Meskipun hitung-hitungan ini hanya model matematis saja dan masih banyak diperdebatkan, tetapi mungkin dapat dijadikan pertimbangan dalam perencanaan mitigasi wabah/bencana.
Tetap sehat dan selalu waspada..
SH
Ams-NL
Referensi:
- WHO predicts ‘explosion’ of swine flu cases. Available from: http://news.yahoo.com/s/ap/20090821/ap_on_re_as/as_asia_swine_flu
- Pandemic (H1N1) 2009 – update 62 (revised 21 August 2009). Available from: http://www.who.int/csr/don/2009_08_21/en/index.html
- WHO maintains 2 billion estimate for likely H1N1 cases. Available from: http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/news/fullstory_87742.html
- Tambahan 18 Kasus Baru Positif Influenza A H1N1. Available from: http://www.depkes.go.id/index.php?option=news&task=viewarticle&sid=3533
- 41 Kasus Baru Flu A-H1N1, Total Kasus 812 Kasus. Available from: http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/08/11/21373437/41.Kasus.Baru.Flu.A-H1N1..Total.Kasus.812.Kasus
- 48 Persen Penderita Flu Babi Tidak Pernah Ke Luar Negeri . Available from: http://www.penyakitmenular.info/def_menu.asp?menuID=27&menuType=1&SubID=2&DetId=382
- Population Projection by Age Group and Sex
Year 2008-2009. Available from: http://www.datastatistik-indonesia.com/proyeksi/index.php?option=com_proyeksi&task=show&Itemid=941 - CDC. Swine Flu: Worst case scenario. Available from: http://cosmos.bcst.yahoo.com/up/player/popup/index.php?cl=15217123
Lihat juga referensi:
1. Global Alert and Response: Pandemic (H1N1) 2009. Available from: http://www.who.int/csr/disease/swineflu/en/index.html
2. Call to Action. Available from: http://www.who.int/csr/resources/publications/swineflu/20090817_call_to_action_en.pdf
H1N1 (Swine Flu) Kebal Tamiflu?
Pagi ini saat membuka email di Yahoo ada sebuah berita menarik. Bukan sebuah kejutan sebenarnya, tapi justifikasi dari prediksi banyak orang. Ya, berita di Yahoo itu melansir pernyataan para ahli dari PAHO bahwa telah ditemukan kasus virus H1N1 resisten (kebal) terhadap tamiflu di beberapa negara (US, Canada, Jepang, Hongkong). Terus apa artinya? Artinya bahwa virus H1N1 telah bermutasi kembali membentuk keturunan (strain) baru yang lebih poten dan kebal terhadap ‘oseltamivir/tamiflu’.
Wah, kalau Tamiflu sudah tak mempan, obat apalagi yang bisa dipakai? Saya yakin pasti ada, cuma mungkin kuantitas dan harganya yang sulit dijangkau oleh negara2 berkembang. Dalam kunjungan ke kantor WHO di Jenewa, saya pernah bertanya kepada salah satu penanggungjawab penanggulangan wabah H1N1. “Bagaimana bila strain H1N1 bertemu dengan strain H5N1 (virus flu burung) didalam 1 tubuh, apakah akan memicu munculnya strain baru gabungan keduanya yang akan lebih poten, mematikan dan sangat mudah menyebar?”..hari itu sang ahli menjawab “tidak tahu, walaupun kemungkinan itu bisa jadi ada, kami sedang mencoba melakukan penelitian tentang itu”..Ah, jawaban normatif menurut saya.
Munculnya strain baru H1N1 ini diprediksikan karena pemakaian Tamiflu yang tidak berdasarkan resep, karena menurut info yang ditulis di Canada dan di Mexico Tamiflu bisa dibeli bebas. Untuk di Indonesia saya rasa kebijakan pemerintah bahwa Tamiflu tidak bisa dibeli bebas. Mudah2an strain baru ini tidak muncul di Indonesia walaupun kemungkinan itu cukup besar.
Salam sehat,
Pandemi Flu Babi (Swine Flu) sudah didepan mata..
Wah…baru 2 hari ini saya mengikuti berita mengenai Swine Flu dan ternyata sudah begitu luarbiasa.. Malu sebenarnya saya yang mengaku sebagai calon praktisi public health kok ketinggalan berita yang begini besar.. Yuk mari kita ulas sedikit masalah Swine Flu ini.
Swine Flu: Waspadalah…Waspadalah…
Swine Influenza(Swine Flu) adalah penyait saluran pernafasan pada babi yang disebabkan oleh virus influenza tipe A (H1N1) yang sering menyebabkan wabaha pada babi. Pada umumnya penyakit ini tidak terjadi pada manusia meskipun mempunyai potensi untuk ditularkan ke manusia dan pada beberapa kasus memang terjadi. Sebelumnya pernah dilaporkan adanya kasus penularan swine flu ini dari manusia ke manusia, tetapi penularannya hanya terbatas dan tidak melebihi 3 orang (1). Tapi itu dulu, lain lubuk lain belalang, lain dulu lain sekarang. Mungkin virus ini sudah bermutasi dan mencapai tahapan lanjut yang sudah cukup poten.
Saat ini CDC dan WHO telah menetapkan bahwa virus Swine Flu ini (H1N1) sangat menular dan menyebar dari satu manusia ke manusia yang lain. Bahkan WHO sudah menyatakan pandemi fase 4 (artinya sudah ada penularan dari MANUSIA ke MANUSIA, yang menetap di minimal satu negara, yang pada kasus ini adalah Mexico dan mungkin US juga) (1,3). Ingat kasus Flu Burung (H5N1) di Indonesia? Nah yang itu baru fase 3, artinya ada penularan dari HEWAN/UNGGAS ke MANUSIA tetapi belum ada bukti penularan dari MANUSIA ke MANUSIA meskipun ada beberapa kasus kluster yang terjadi di Tangerang dan Sumatera Utara. Jadi secara Fakta sudah jelas, bahwa virus H1N1 ini jauh lebih berpeluang menyebabkan pandemi global dari pada H5N1. Wah, cukup mengerikan ya.
Yuk kita bicara statistik. Kasus yang menyebabkan potensi global pandemi kali ini dimulai ketika ditemukannya kasus positif di Mexico pada seorang bocah umur 4 tahun yang tinggal didaerah di Veracuz state yang terkontaminasi oleh peternakan babi pada tanggal 2 April 2009. Kemudian dalam hitungan hari (sekarang tanggal 28 April), kasus ini sudah menyebar pada 2000 orang di Mexico dan diperkirakan lebih dari 150 diantaranya meninggal dunia (2). Bandingkan dengan kasus Flu Burung di Indonesia yang memerlukan waktu lebih dari 5 tahun untuk merenggut nyawa sejumlah tersebut. Hmm..dahsyat! Sedangkan di Amerika sendiri kasus yang tercatat sudah 50 kasus tetapi umumnya lebih ringan sehingga hanya 1 orang yang harus dirawat dan belum ada korban jiwa. Diseluruh dunia sudah tercatat 79 orang yang positif (confirmed) terserang H1N1 ini, sedang WHO mengklain sejumlah 73 orang (2,4).
Apapun angkanya, melihat dari rentang waktu, jumlah yang terinfeksi, dan jumlah korban yang meninggal (keparahan), bisa dikatakan bahwa Swine Flu ini adalah kandidat terkuat untuk menjadi global pandemi. Hal ini tentunya mengingatkan kita pada Flu Spanyol pada 1918 yang menginfeksi sekitar 500 juta orang diseluruh dunia dan mengakibatkan kematian pada 25-50 juta orang dalam kurun waktu sekitar 1 tahun. WHO bahkan menyebut bahwa FLu Spanyol ini adalah penyakit paling mematikan yang pernah ada didalam sejarah manusia (5). Wah..wah..wah..
Sepertinya kita memang harus benar2 wapada. Kemarin ramai tentang Flu Singapura, yang walaupun tidak mematikan tetapi cukup menghebohkan. Menghadapi Swine Flu ini pemerintah dan seluruh jajaran departemen dan komponen masyarakat harus bahu membahu supaya virus ini dapat dihambat masuk ke Indonesia. Dengan kondisi cuaca tropis dan hygiene dan sanitasi masyarakat kita yang masih rendah, bukan tidak mungkin Ledakan Pandemi Global Swine Flu ini yang paling parah Justru terjadi di Indonesia. Naudzubillah!
Teman2 TS Dokter, mari kita budayakan sharing informasi dengan keluarga, masyarakat sekitar, pasien, dan siapapun yang dijumpai. Sehingga mereka bisa memperoleh informasi dengan akurat dan terpercaya. Walaupun penyakit ini belum masuk ke Indonesia, alangkah baiknya kalau kita mempersiapkan diri dengan baik, katanya kalau tak kenal maka tak sayang. Mudah2an Alloh SWT selalu memberikan kita perlindungan dari segala macam marabahaya dan penyakit. Amin.
Salam Sehat,
Selamet Hidayat
———————————————————————————————-
Data teknis:
Spesifikasi Swine Flu:
Penyebab: H1N1 (Virus Influenza tipe A)
Transmisi : Babi ke manusia, manusia ke manusia via udara (droplet atau cairan lendir hidung, lendir bersin dan batuk, aerosol, etc). Droplet yang menempel pada benda-benda (meja, kursi, pegangan pintu, dll yang terkontaminasi droplet) dapat bertahan hidup selama 2 jam dan mempunyai potensi untuk menular.
Inkubasi : 1 – 7 hari baru akan mulai onset.
Tanda dan gejala: Pada umumnya serupa flu biasa, tetapi lebih progresif dan fatal dalam hitungan hari.
Gejala yang sering ditemukan adalah demam, batuk, sakit tenggorokan, sakit2 seluruh badan, sakit kepala, menggigil dan lelah. Pada beberapa kasus juga ditemukan diare dan muntah.
Terapi : CDC merekomendasikan penggunaan Oseltamivir (Tamiflu) untuk pengobatan atau pencegahan. Pemberian obat anti virus ini akan efektif apabila dimulai segera saat muncul gejala atau sebelum 2 hari setelah munculnya gejala.
Note: Pasien yang menderita Swine flu akan mempunyai potensi menularkan penyakit ini selama rentang waktu 1-7 hari setelah onset.
————————–————————–————————–—————-
Sekarang Anjuran dari CDC untuk prevensi (1):
• Tutup hidung dan mulut dengan tissu saat batuk atau bersin, buang tissu ke tempat sampah yang bertutup.
• Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sesering mungkin, terutama setelah batuk atau bersin dan setelah beraktivitas di area publik. Pembersih tangan berbahan dasar alkohol (antis, dll) juga terbukti cukup efektif.
• Hindari sering-sering menyentuh mata, hidung dan mulut, karena virus dapat menyebar melalui cara ini. Apalagi setelah tangan anda menyentuh benda2 yang kemungkinan terkontaminasi oleh virus (permukaan meja, pegangan tangga, pegangan bus, dll) Avoid touching your eyes, nose or mouth. Germs spread this way.
• Sebisa mungkin hindari kontak dengan pasien suspek/confirmed swine flu
• Jika anda sakit flu, usahakan tetap tinggal dirumah dan tidak beraktivitas di kantor atau sekolah untuk menghindari transmisi dan juga sebisa mungkin periksa ke dokter atau RS terdekat.
————————–————————–————————–—————-
Referensi:
1. CDC, Swine flu and you. URL: http://www.cdc.gov/swineflu/swineflu_you.htm
2. WHO, Swine Flu. URL: http://www.who.int/csr/disease/swineflu/en/index.html
3. WHO, Pandemic phase. URL: http://www.who.int/csr/disease/avian_influenza/phase/en/index.html
4. Yahoo, WHO raises global alert. URL: http://news.yahoo.com/s/ap/20090428/ap_on_he_me/med_swine_flu
5. The Spanish Flu. URL: http://www.nwabr.org/studentbiotech/winners/studentwork/2006/WB_SC_Rimbakusumo/hspanflu.html
Imunisasi dalam kacamata Islam
Dear Sahabat,
Sebuah kajian singkat yang cukup menarik dari syariahonline mengenai hukum Imunisasi dalam Islam. Berikut petikannya:
Assalamu alaikum wr.wb.
Bismillahirahmanirrahhim. Alhamdulillahi Rabbil Alamin. Wash-shalatu wassalamu ala Asyrabil Anbiya wal Mursalin. Wa ba’du.
Pada dasarnya Islam sangat mendorong umatnya untuk senantiasa menjaga kesehatan. Termasuk di dalamnya melakukan upaya preventif agar tidak terkena penyakit dan dan berobat manakala sakit.
Misalnya Nabi saw memberikan satu petunjuk untuk menjaga kesehatan dengan bersabda,
”Barangsiapa makan tujuh butir kurma Madinah pada pagi hari, ia tidak akan terkena pengaruh buruk sihir atau racun”
Dalam kesempatan lain, Nabi saw juga menganjurkan untuk berbekam, meminum madu, serta mengonsumsi sejumlah obat-obatan lainnya semisal habbatus sauda’ yang sangat bagus, baik sebagai upaya prefentif untuk mencegah masuknya penyakit dan sebagai bentuk terapi pengobatan.
Jadi, pada dasarnya imunisasi sebagai upaya pencegahan masuknya penyakit boleh dilakukan.
Hanya saja, sebelum imunisasi dilakukan harus diperhatikan pula apakah cara dan jenis imunisasi tersebut tidak boleh berupa unsur yang haram. Kemudian, harus dipastikan pula bahwa jenis imunisasi yang diberikan aman dan sesuai bagi mereka yang hendak diimunisasi.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Wassalamu alaikum wr.wb.
Khitanan: Kewajiban sekaligus keselamatan – sebuah perspektif
Sebuah Video Khitanan sekaligus prosesi adat masyarakat sunda
Bagi kita umat muslim, khitan atau pemotongan sebagian dari preputium/selubung penutup penis adalah suatu kewajiban. Sebagai tanda bahwa kita sudah memasuki masa akhil baliq, pada umumnya sekitar usia 12 atau 13 tahun. Di sebagian daerah, praktek ini sudah dilakukan oleh tenaga medis dan dengan peralatan steril dan pembiusan lokal yang memadai, tentu saja dengan obat paska khitan yang mumpuni. Tetapi didaerah pedalaman, praktek ini masih sering dilaksanakan oleh dukun atau paraji sunat dengan menggunakan peralatan yang tidak steril dan teknik yang mungkin cukup berbahaya.
Mungkin sebagian dari anda sudah tahu, bahwa ada prosentase kecil anak laki-laki mengidap penyakit hemofilia, sebuah penyakit keturunan yang memiliki tanda utama sulit berhentinya perdarahan dikarenakan kelainan pada faktor pembekuan faktor VIII, sehingga darah tidak bisa menjendal dan perdarahan yang terjadi akan terus mengucur. Tindakan medis berupa ligasi/pengikatan pembuluh darah atau kauterisasi/pembakaran pembuluh darah arteri atau vena untuk menghentikan perdarahan tergantung pada tingkat keparahan. Pada anak dengan kondisi ini khitan mutlak harus dilakukan dirumah sakit dengan fasilitas ruang operasi, mengingat risiko yang ditimbulkannya cukup besar hingga dapat berujung pada kematian.
Jadi, Ayahrafi menganjurkan kepada anda semua untuk membantu menyampaikan pesan bahwa tindakan khitan harus dilakukan oleh medis ataupun paramedis; atau pada kondisi tertentu dan tidak bisa dihindari (daerah dengan budaya lokal yang cukup kuat) bisa dilakukan paraji dengan supervisi atau pengawasan dari medis ataupun paramedis. Mengingat Khitan adalah wajib hukumnya dari segi agama, tetapi keselamatan anak manusia juga merupakan hal yang utama.
Salam,
Diemen, 23-11-08
ASI Terbaik untuk bayi : Sebuah pelajaran dari Lombok
Courtesy of UNICEF.
Sebuah video yang menggambarkan perjuangan dari sebagian kita untuk menyelamatkan bayi-bayi dari ancaman penyakit dan kematian. Ayah rafi adalah pekerja di sebuah NGO yang sangat konsen di Breatfeeding, karena itulah Ayahrafi tahu betapa berat perjuangan mempopulerkan ASI. Kami sebuah NGO yang cukup besar dengan dana cukup memadai, tetapi lawan kami jauh lebih besar dan jauh lebih menguasai keadaan. Mau tahu siapa lawan kami??
Salah seorang rekan saya dari NGO lain [dokter juga] beliau bilang: Musuh terbesar kita bukan orang luar, melainkan orang dalam yaitu bidan dan sebagian TS Dokter lain.
Wah, skeptis sekali ya nampaknya? tetapi kalau direnungkan memang benar. Anda boleh cek ke RS Swasta atau ke Rumah Bersalin dan anda boleh buat prosentase dari RS/RB yang menyediakan layanan rawat gabung sebagai standar protokol Bayi Baru lahir untuk segera disusukan dibanding dengan RS/RB yang memisahkan bayinya diruangan lain dari ibunya dan tentu dengan ditawarkan susu formula mulai dari kelas rakyat : SGM sampai kelas high end Morinaga/Nutrilon. Hmm..anda akan takjub! Kepentingan [uang] terkadang mengalahkan rasionalitas dan hati nurani; bahkan untuk profesi semulia tenaga kesehatan.
Bayangkan, Pabrikan Susu Formula sanggup memberikan insentif bagi setiap kaleng atau kardus yang bisa dijual oleh bidan praktek atau terkadang [maaf] rekan TS dokter dengan menseponsori mereka untuk naik Haji, plesiran atau membenahi klinik mereka dan melengkapi peralatan RB nya atau ikut PIT didalam dan luar negeri. Luar biasa dana yang mereka keluarkan. Jadi Pabrik susu inilah yang menjadi BIANG KEROK nya!!
Sedangkan kami, hanya melalui pelatihan, pelatihan dan pelatihan. Tidak ada wujud benefit konkrit yang mampu kami janjikan untuk bidan; akibatnya bisa ditebak, pertempuran yang tidak berimbang.
Namun kami pantang menyerah, advokasi kami tidak sebatas di level Dinas Kesehatan dan Tenaga Kesehatan, Advokasi kami bergeser ke tingkat kampung-kampung dan rumah tangga. Kami pergunakan segala daya yang kami punya. Kami sms teman2 yang sedang hamil untuk sekedar mengingatkan dan memberikan info tentang ASI dan juga kami syiarkan melalui orangtua kami yang rutin ikut ngerumpi dengan ibu2 lainnya. Pergerakan ini hasilnya cukup nyata. Kami melibatkan seluruh resource yang ada, mulai suami atau isteri, orangtua, teman2 dan tetangga. Perjuangan kami tidak akan pernah usai, dalam setiap acara yang saya hadiri maupun isteri saya hadiri [isteri saya dokter juga] atau saat isteri praktek di Puskesmas atau saat praktek dirumah, kami selalu berusaha menyampaikan pesan menyusui kepada setiap ibu yang kami jumpai.
Kami berusaha menjadikan kami sendiri sebagai contoh, Rafi putera kami adalah buah dari ASI [sulit dikatakan eksklusif karena ada sedikit permasalahan dihari ke-2] tapi kemudian kami berhasil mengatasinya dan mampu melanjutkan sampai 6 bulan tanpa makanan/minuman lain, bahkan sampai sekarang rafi sudah hampir 18 bulan masih ASI.
Ayah rafi yang basicnya trainer juga sering ngecuwis dimana2, saat terkadang ada undangan untuk jadi pembicara, saat siaran di radio maupun dengan membuat tulisan artikel baik internal kantor maupun untuk eksternal, termasuk juga dengan dibuatya Blog ini. Kami menganut prinsip bahwa: Sebarkanlah/Syiarkanlah keberanan walau hanya satu kata…Maukah Anda??
Diemen, 21-11-08
Video Pelatihan Manajemen Aktif Kala III (Kala Uri) dan Inisiasi Menyusu Dini (IMD)
Sebuah video pelatihan tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD) yang diproduksi oleh Jaringan Nasional Pelatihan Klinis (JNPK-KR), Departemen Kesehatan RI, dan perkumpulan profesi yang didukung oleh HSP, sebuah proyek yang didanai USAID dan dilaksanakan oleh John Snow Inc (JSI) dan didukung oleh Manoff Group. Mannof Group mengidentifikasi adanya kebutuhan akan sumber materi ini dan memfasilitasi proses perencanaan dan pembuatan. IMD adalah tindakan kunci untuk menyelamatkan nyawa ibu dan bayi, melalui tindakan sederhana, efektif, dan berdasarkan bukti ilmiah.
A clinical training video on early initiation of breastfeeding was produced by Indonesia’s National Clinical Training Network, Ministry of Health, and professional associations with support from the Health Services Program (HSP), a USAID-funded project managed by John Snow Inc (JSI) and supported by The Manoff Group. Manoff Group staff identified the need for this resource and facilitated the planning and production process. Early initiation of breastfeeding is a key intervention that saves the lives of mothers and children and is simple, cost-effective, and evidence-based.
video lain: http://www.metacafe.com/watch/yt-zrwfIcPB1u4/breast_crawl/
Diemen, 20-11-08
Empat Bulan Tanpa Jantung!
Malam ini saya membuka video di Yahoo mengenai seorang remaja perempuan berumur 14 tahun yang harus menjalani transplantasi jantung dua kali dalam jeda waktu kurang lebih 4 bulan untuk menyelamatkan nyawanya dari kegagalan jantung akibat kardiomegali yang cukup parah (CHF). Menakjubkan? Belum..Yang menarik dari kasus ini adalah ketika transplantasi pertama dilakukan, selang dua hari kemudian dokter yang mengawasi melihat tanda-tanda bahwa jantung yang ditransplantasikan tidak berfungsi sebagai mana dengan mestinya, untuk itulah mereka kemudian mengoperasi remaja tersebut untuk mengambil kembali jantung yang telah dipasang.
Terus? apa yang menarik dari cerita ini? Setelah jantung tadi diambil kembali karena belum mendapatkan donor yang sesuai, remaja tersebut tidak bisa langsung mendapatkan jantung pengganti. Wah, sungguh rumit. Kemudian tim dokter mencoba dengan menggunakan jantung buatan (sintetis) dengan dua katup in and out dan disambungkan dengan alat pemacu dari luar tubuh. Jadi remaja ini 100% bergantung pada jantung buatan ini selama 118 hari, hingga akhirnya dia mendapat jantung yang pas untuk ditransplantasikan pada 30 Oktober lalu. Sungguh cerita yang luar biasa. Inilah bukti bahwa kemajuan ilmu pengetahuan memang memiliki dampak positif dalam beberapa hal. Walaupun banyak juga implikasi buruk yang ditimbulkannya akibat ulah oknum-oknum tertentu.
Lalu apa hal yang ingin dilihatnya ketika pertama kali keluar dari Rumah sakit setelah 4 bulan? ….Langit….Hal yang tampaknya sepele dan terkadang tidak kita acuhkan atau terkadang tidak kita sadari keberadaannya. Saatnya mensyukuri apa yang kita dapat hari ini, siapa tahu kita tidak akan mendapatkannya lagi esok pagi…
watch the video http://cosmos.bcst.yahoo.com/up/player/popup/?rn=3906861&cl=10743505&ch=4226713&src=news
Wassalam and stay in syukur,
Diemen, 20-11-08

tinggalkan komentar