Dunia Rafi

Hari ini setahun yang lalu…

Ditulis dalam CelotehAyah&Mama oleh wiratara pada Agustus 28, 2009
Assalamualaikum,

Hari ini setahun yang lalu…
Hari pertama menginjak kota Amsterdam…kedinginan, bingung dan kelaperan…
Pertengahan bulan Ramadhan…
Malam pertama itu aku berbuka dengan kentang yang dimasukkan dalam microwave dibalur dengan keju..
Makanan aneh pikirku,ah… daripada kelaperan ya sudah kuhajar saja…

Hari ini setahun yang lalu…ditengah euforia dan kebimbangan hati..
Senang karena akhirnya bisa sampai juga sejauh ini..
Bimbang karena meninggalkan anak isteriku sendiri disana..
Malam itu aku hanya bisa berdoa kepada Alloh..

“Ya Alloh, kalau memang ini adalah jalan hidupku, maka lapangkanlah..”

Alhamdulillah, malam ini aku masih bisa menikmati malam yang sama ditahun berikutnya..
Setelah berkutat dengan tugas2 kuliah dan thesis..
Setelah berkutat dengan gundah dan rindu tak tertahankan..

Malam ini…dua hari menjelang ramadhan..
Kupanjatkan kembali do’a yang sama kepadaMU..
Sang maha penguasa waktu, hidup dan kehidupan..
Sang maha pembolak-balik hati..

Ya Alloh…Terimakasih sudah Engkau teguhkan aku hingga hari ini..
Ya Alloh…Terimakasih sudah Engkau lapangkan jalanku hingga kini..
Ya Alloh…Ampunilah dosa2ku..dosa karena tidak sempurna dalam menunaikan ibadah kapadamu…
Ya Alloh…Aku berdoa semoga Engkau pertemukan aku kembali dengan malam ini di tahun yang akan datang..
Hingga kelak aku dapat menyambung tulisanku ini…dengan judul yang berbeda…dengan kisah yang berbeda…Amin…

Wassalamualaikum,

Diemen, 18 Agustus 2009

Deposito berbunga 1000%

Ditulis dalam CelotehAyah&Mama oleh wiratara pada Agustus 28, 2009

Judul yang aneh ya? mungkin anda fikir ayah rafi sudah mulai sinting kelamaan tinggal di ‘londo’..
Atau mungkin otaknya korsleting gara-gara kelamaan nulis thesis..
Atau mungkin pula ‘hipoglikemia’ berat gara-gara puasa, jadinya ngelantur..

Ternyata tidak sobat! Ayahrafi masih sehat2 aja tuh…setidaknya itu klaim yang saya declare..
Entah mungkin kalau kunjung ke Sp.KJ akan keluar diagnosa F berapa (mudah2an bukan F.20)…

Dimulai dari mana ya? hmm.. (mode berpikir :ON)
***

Sahabat,
Kadang disaat saya sendiri, terbaring ditempat tidur dimalam hari..
Banyak hal yang terlintas..kadang bayangan yang mengundang senyum, kadang bayangan yang membuat miris..
Ah, apa yang akan terjadi nanti? Ah, akankah aku mampu menjalankan tugasku sebagai ayah dengan baik?
Ah, akankah aku mampu mencapai apa yang kucita-citakan untukku, untuk keluargaku dan untuk ummat?
Ah, apakah aku mampu…apakah aku bisa?
Pertanyaan-pertanyaan itu terus membombardirku laksana peluru-peluru yang memberondong rumah Muzahri yang menewaskan Ibrahim…(rumah yang mungkin saja isinya kosong..Wallohualam)

Sahabat,
Kadang ada masa-masa saya krisis percaya diri..
Krisis yang menerpa laksana resesi global ulah Amerika yang menjadi bencana dunia..
Krisis percaya diri yang terkadang membuat saya lupa…
Lupa bahwa “Tuhan adalah sang Maha Rencana..”
Lupa bahwa “Ketika manusia dilahirkan, kitab kisah hidupnya sudah selesai dituliskan, tinta-tintanya sudah mengering, dan buku-buku itu telah ditutup”
Lupa bahwa sebenarnya tugas saya adalah hanya berusaha dan berserah..

Sahabat,
Saya mungkin terkadang terpedaya dengan manifesto kapitalisme..
Manifesto perhitungan 5+5=10..
Manifesto yang membuat orang berlomba-lomba untuk kaya dengan pengeluaran seminim mungkin..
Manifesto yang terbukti fragil..rapuh..begitu rapuh..
Manifesto yang telah terbukti gagal secara mengglobal..

Sahabat,
Malu saya memproklamirkan diri sebagai muslim..
Namun kehidupan saya masih jauh dari ukuran muslim yang baik..
Masih jauh dari tatanan yang diwahyukan sang Khalik..
Masih jauh dari tatanan yang dicontohkan sang Kekasih Tuhan..
Malu saya…teramat malu..

Sahabat,
Di tivi, internet, koran, majalah, hinggu selebaran-selebaran kertas buram yang berhambur dipinggir jalan..
Sering kita temui istilah “jurus cepat kaya modal dengkul”; “jadi kaya dalam 30 hari (selain ngepet)” hingga ke pertanyaan-pertanyaan retorik “Mau Kaya??” (kaya monyet maksudnya) atau “Bosan jadi orang miskin melulu??” (udah tahu pake nanya)..
Inti dari semuanya adalah mengajarkan kapitalisme atau terkadang hanya menjual mimpi kosong..

Sahabat,
Seorang penceramah muda di televisi sering berbicara tentang sedekah..
Hingga saking seringnya, maka “sedekah” itu menjadi ‘brand’ miliknya..
Ada yang unik dari penceramah ini..kenapa?
Karena dia menggunakan matematika yang menyimpang dari kewajaran..
Dia tidak menganut prinsip 10-1=9..
Tapi dia menganut 10-1=19…Apa pasal?? kenapa bisa??
Ya, karena setiap 1 bagian yang kita sedekahkan, maka Tuhan akan menggantinya 10x lipat..
Tidak ada istilah merugi dalam sedekah…karena itu adalah janji-Nya..

Sahabat,
Dikalau menabung atau mendepositokan uang di Bank kita pasti selalu berhati-hati..
Berapa bunga/bagi hasilnya?? Dijamin pemerintah atau tidak?? itulah mungkin dua pertanyaan yang sering terlontar..
Kalau kita bisa mendepositokan uang dengan bunga/bagi hasil 8%/tahun dengan penjaminan LPS..
Lalu kenapa kita (saya) masih ragu untuk mendepositokan uang dengan bunga 1000% dengan penjaminnya adalah Tuhan secara langsung?
Lagi-lagi ini adalah sebuah retorika…
Tidak perlu dijawab…cukup direnungkan..
Yuuk…mari kita renungkan sama-sama..

salam,

SH
Ams-NL
25-9-2009

Ketika cinta memucuk rindu..(sebuah introspeksi)

Ditulis dalam Intermezo oleh wiratara pada Agustus 28, 2009

Ketika aku berkata cinta..
Tersadar aku sebuah konsekuensi..
Berserah raga dan pikir sepenuhnya..
Mengkristal menjadi satu kesatuan..
Seiya sekata…sekata seperbuatan..

Ketika aku merasa rindu..
Tersadar aku bahwa ini adalah rasa..
Pewujudan dari sebuah cinta..
Cinta yang dulu aku proklamirkan..
Atau yang dulu diproklamirkan untukku..

Ketika cinta memucuk rindu..
Hanya kepasrahan dan ke’takut’an akan jauh dari-Mu..
Bercampur, beraduk dan memadu..
Mengisi sekat-sekat hati, pikir dan olah laku..

Tuhan..
Hari ini Ramadhan ke-tiga..
Ijinkan aku menggenapkannya untuk-Mu..
Ijinkan aku menggenapkannya untukku, isteri anakku, keluargaku..
Agar aku menjadi pribadi yang lebih baik..
Agar aku menjadi pribadi yang lebih baik..

Diemen, 24 Agustus 2009
SH

ASI untuk puteraku….

Ditulis dalam Breast Feeding oleh wiratara pada Agustus 28, 2009
(Ditulis untuk menyemangati sahabat-sahabatku yang sudah, sedang atau akan memiliki baby. Ini adalah kisah nyata dari penulis dan keluarga)
 

Hari Selasa 29-5-2007 pas Adzan isya jam 20.10 WIB, lahirlah putera pertama kami Muhammad Rafi Althaf Wiratara. Tangisnya memecah malam seiring dengan bunyi Adzan di RS Kesdam Banda Aceh. Anakku terlahir melalui SC dikarenakan ada sedikit penyulit saat persalinan. Selang beberapa menit, aku diijinkan melihat putera pertamaku, deg-degan, penasaran dan cemas bercampur aduk menjadi satu. Beribu pertanyaan datang silih berganti, maklum ayah baru. Alhamdulillah rafi menangis keras, fisik sempurna dan tidak ada tanda-tanda kelainan. BB=3,500 gram; PB=50 cm. Syukur dan haru, tak terasa mata ini memerah dan berkaca-kaca saat aku kumandangkan adzan ke telinga anakku. Sebuah syukur tak terperi.

Day I. Tuesday May 29th 2007
22.00 WIB – 2 hours after birth
Mungkin karena kelamaan di OK dan proses transfer dari RS ke RB tempat isteriku awalnya dirawat, sementara sang mama masih belum tersadar dari tidurnya setelah diberikan bius general karena awalnya saat diberikan spinal masih kesakitan rafi jadi sulit di-inisiasi. Wah, apa yang harus aku perbuat? teringat aku akan nasehat mbak Tami dan teman2 konselor ASI bahwa baby harus segera disusukan sebelum 1 jam pertama (inisiasi dini). Akhirnya saya coba dengan bantuan bidan setempat yang kebetulan jaga, namun usaha kami seolah sia-sia. Rafi belum bisa menghisap dengan baik dan berkali-kali gagal. Setelah kami coba berpuluh kali dengan kondisi mamanya masih tidak sadar, tetap tidak berhasil. Sedih sekali rasanya hati ini. Bingung, gelisah dan merasa berdosa. Kenapa ayah dan ibu rafi yang dokter tapi tidak bisa mempraktekan inisiasi. Tapi kami mencoba tabah. Akhirnya saya teringat, bahwa mungkin saya bisa perah ASI mamanya. Saya pun mulai memerah ASI isteriku (dia masih belum sadar), tapi mungkin anda tahu ASI pertama (kolostrum) jumlahnya tidak seberapa, hanya beberapa tetes. Tapi saya tidak menyerah, saya coba…coba dan coba..hasilnya hanya kurang dari 0,5 cc..hanya seujung sendok kecil..

23.00 WIB – 3 hours after birth
Perlahan-lahan mama rafi tersadar dari tidurnya..dan untuk pertama kali mama melihat rafi..tak bisa kulukiskan wajah isteriku saat itu, antara senang dan masih pusing karena efek sedatif..satu yang dia tanya: “Bagaimana yah, sempurna?”…”Alhamdulillah sempurna” jawabku. Perlahan kuceritakan usaha kami sebelumnya untuk inisiasi, nampak kesedihan diwajahnya, namun aku tahu, isteriku adalah pejuang yang tangguh. Malam itu kami coba kembali..kembali dan kembali….hasilnya masih tetap sama..rafi belum bisa melekat dan menghisap dengan baik..Akhirnya malam itu kami putuskan istirahat, meskipun dengan perasaan gundah..

Day II. Wednesday May 30th 2007
05.30 WIB – 9.30 hours after birth
Pagi subuh aku sudah terbangun, meskipun sebenarnya aku tidak betul-betul tidur malam itu. Akhirnya kuputuskan menelepon seorang konselor ASI yang ada di Banda Aceh, Bidan Elok namanya, seorang bidan di RSU Zainoel Abidin Banda Aceh. Beliau kebetulan pernah ikut pelatihan dengan dr. Utami Roesli Sp.A yang kami fasilitasi. Jam menunjukkan pukul 5.30 WIB, hari masih gelap, dengan sedikit ragu kuberanikan menelepon, mudah-mudahan sudah bangun pikirku. “Halo…” terdengar suara lelaki diujung telepon..”O..bu eloknya sedang shalat subuh, nanti telp lagi setengah jam” suara putera bu elok diujung telp menutup pembicaraan singkat kami.

06.00 WIB – 10 hours after birth
Setengah jam kemudian, kutelepon kembali nomor yang sama, akhirnya bu elok sudah selesai shalatnya dan kamipun berbincang dengan hangat. “Ibu, kami butuh bantuannya….” dan akupun mulai bercerita kesulitan kami secara rinci. “InsyaAlloh nanti agak siangan saya datang kesana…” ucap bu elok menyahut.

09.00 WIB – 13 hours after birth
Akhirnya bu Elok datang juga..setelah sedikit ngobrol akhirnya sesi konsultasi dan praktek pun dimulai. Kurang lebih 2 jam isteriku dan bu Elok saling bertukar pikiran, berlatih dan berlatih. Dengan sedikit cemas aku menunggui karena rafi masih belum bisa melekat dan menghisap dengan baik. Akhirnya sesi hari itu diakhiri karena bu Elok harus kembali bertugas di RS. Selesai sesi hari itu, kami terus mencoba..mencoba dan mencoba…ASI kami coba perah dan diberikan dengan sendok sementara rafi tetap dilatih melekat dan menghisap…hasilnya hampir tetap sama, tidak terlalu banyak perubahan. Alhamdulillah rafi anak yang tabah, hampir tidak terdengar tangisnya..meskipun aku dan isteriku tahu, pasti dia sangat lapar..

Day III. Thursday, May 31st 2007

Hari ini bu Elok datang agak siang, kebetulan di RS cukup ramai jadi dia menunggu sampai waktu istirahat untuk ke RB tempat isteri dirawat yang hanya berjarak kurang dari 0,5 km dari RS. Hari itu sesi diulang lagi, cuma hanya bisa dilakukan kurang dari 1 jam karena memang beliau ada kesibukan. Kebetulan hari itu ada bayi lain yang baru lahir di RB dan ingin diajari cara menyusui. Usut punya usut ternyata, kami adalah pasien pertama bu Elok di RB ini, jadi begitu mereka tahu ada konselor yang bisa mengajari cara menyusui, berita segera menyebar dari mulut ke mulut. Hari itu ada kemajuan sedikit, rafi sudah mulai bisa melekat, tetapi belum mampu menghisap dengan baik. Malam itu kami putuskan menelepon dr.Utami Roesli (kebetulan kami kenal dan beliau pernah menawarkan bantuan konsultasi jarak jauh bila memang diperlukan), hampir setengah jam kami berbincang, padahal malam itu beliau lagi praktek di jakarta..benar-benar pribadi yang baik..kami diberikan nasehat dan masukan yang cukup menguatkan kami dan isteri.

Setelah hampir 2 hari bisa dikatakan tidak minum ASI sama sekali, kulit rafi sudah mulai agak keriput, mungkin sudah mulai dehidrasi. Tapi Subhannalloh, anakku tercinta masih tetap diam, sesekali merengek karena pipis. Pipisnya pun mulai sedikit. “Ya Alloh, apa yang harus kami perbuat?” pikirku dalam hati agak cemas. Akhirnya aku putuskan setelah diskusi dengan isteri dan keluarga yang lain, kami berikan rafi susu formula. Dengan hati bimbang dan sedih tak terperi kami suapi rafi sedikit demi sedikit dengan sendok, nampak sekali dia lahap, lapar mungkin. Malam itu dua kali rafi minum sufor, tapi kami tetap tidak menyerah, terus kami coba latihan melekat dan menghisap, hasilnya sudah mulai terlihat, rafi mulai bisa melekat dengan baik dan mulai menghisap meskipun masih lemah.

Day IV. Friday, June 1st 2007

Hari ini hari libur, pagi-pagi dokter Sp.OG visite dan bilang kami sudah boleh pulang. Akhirnya kami pulang selepas jumatan. Hari ini kami janjian pertemuan ketiga dengan bu Elok agak sorean. Hari ini rafi menunjukkan progress yang luar biasa, puteraku sudah mulai melekat dengan sempurna dan menghisap dengan agak kuat. Saat bu Elok datang, beliau pun mengatakan bahwa Rafi sudah hampir berhasil menyusu dengan sempurna. Setelah 2 jam sesi dan praktek, akhirnya bu Elok pulang dan mengatakan bahwa ini adalah sesi terakhir karena Rafi nampaknya sudah bisa menyusu dengan baik dan ASI isteriku juga sudah keluar dengan baik. Sore itu juga kami putuskan menghentikan total sufor, kalau tidak salah ingat, Rafi hanya mendapatkan total kurang dari 100 cc sufor sejak hari sebelumnya. Meskipun dengan sedikit kontaminasi ini membuat jadi tidak ASI eksklusif, tapi aku tetap bangga dengan usaha keras isteri dan anakku yang sangat tabah.

Malamnya, Rafi sudah dapat menyusu dengan sempurna, Rafi terbangun beberapa kali karena pipis atau eek. Kami bangunkan dia setiap 2 jam untuk nenen. Alhamdulillah, malam itu kami begitu bersyukur.
Setelah malam itu hingga umur 6 bulan, rafi hanya mendapatkan ASI saja, kebetulan ibu mertua juga sangat mendukung karena sudah pernah diajak mengikuti seminar ASI oleh dr. Utami Roesli, bahkan sejak saat itu beliau rajin kampanye kepada teman-teman sesama ibu-ibu yang sedang atau akan punya cucu untuk memberikan ASI. Alhamdulillah, selama 6 bulan Rafi tidak pernah sakit, terkadang memang demam, tapi kami coba tidak diobati dan hanya disusukan lebih sering, dan cara ini sangat berhasil. Total rafi menyusu selama 22 bulan, itupun terputus karena mamanya harus pergi 3 minggu keluar kota untuk sebuah keperluan.

So, sahabat, memang awalnya tidak mudah. Butuh keberanian, butuh dedikasi, butuh keyakinan bahwa memberikan yang terbaik untuk bayi kita adalah kewajiban setiap orang tua. Kalau kami bisa, saya yakin anda mampu melakukannya. Bahkan saya yakin bahwa anda semua akan mampu melakukannya jauh lebih baik daripada kami.

ASI…Pasti!

Salam ASI,
Rafi, Riri (mama), Hidayat (Ayah)
Ditulis pada suatu pagi 27 Agustus 2009, Diemen, NL

NB: Bagi yang ingin memperoleh nomor telp bidan Elok di Banda Aceh, kirim e-mail aja ke am_adoctor@yahoo.com atau tulis aja di wall.

Editorial: ‘Ledakan’ H1N1 akan jauh lebih dahsyat dari Bom Mega Kuningan

Ditulis dalam General healths oleh wiratara pada Agustus 22, 2009

(Tulisan ini adalah rangkaian dari seri H1N1 sebelumnya)

Akhir-akhir ini perhatian kita banyak disibukkan oleh isu terorisme berkaitan dengan insiden-insiden terror yang terus berkembang di negeri ini. Akhir-akhir ini pula sebenarnya ada sebuah pergerakan teror baru yang mulai mengusik ketentraman masyarakat kita. Ya, teror H1N1!

H1N1 disukai atau tidak dan disadari atau tidak telah menyebar dengan leluasa ke berbagai penjuru dunia, dan diprediksikan bahwa ledakan akan terjadi saat memasuki musim gugur[1]. Data yang dirilis WHO, jumlah kasus terbaru per 21 Agustus 2009  adalah sebanyak 182,166 kasus dengan total kematian 1,799 orang sejak penemuan kasus pertama di bulan April 2009 [2]. Dari kalkulasi angka-angka tersebut didapatkan Case Fatality Rate (CFR) saat ini adalah 0.98% (atau dibulatkan 1%).  Estimasi WHO akan skenario wabah H1N1 menunjukkan bahwa dengan 33% attack rate akan ada kurang lebih 2 Milyar penduduk dunia akan terinfeksi oleh virus ini dengan berbagai spektrum dalam kurun waktu 2 tahun [1,3]. Dengan CFR yang ada saat ini dapat diprediksikan bahwa sekitar 20,000,000 penduduk bumi akan meninggal dunia karena virus ini.

Situasi di Indonesia juga tak kalah mengkhawatirkan dengan perkembangan dari hari ke hari yang cukup pesat. Rilis terbaru dari Depkes menunjukkan bahwa sampai tanggal 20 Agustus 2009 terdapat 948 kasus positif (confirmed/konfirmasi) yang tersebar di 24 propinsi dengan jumlah kasus meninggal yang masih simpang siur (3 atau 4 orang) [4,5]. Hal yang lebih mengejutkan lagi adalah bahwa separuh (48%) dari penderita H1N1 di Indonesia tidak pernah berpergian keluar negeri [6].

Hal ini menunjukkan bahwa infeksi virus H1N1 ini bukan hanya dapatan dari luar tetapi sudah menyebar dikalangan masyarakat kita.

Dengan menggunakan skenario wabah WHO, dengan total penduduk kita saat ini sekitar 230,632,700 [7] dengan attack rate 33% maka diestimasikan akan ada 76,877,566 orang yang terinfeksi virus ini, dan estimasi kasus asimptomatik 25% (19,219,392) dan simptomatik 75% (57,658,174). Dengan 2% kasus simptomatik yang memerlukan rawat inap/hospitalized (1,153,163) dan dengan 5% kematian dari jumlah kasus hospitalized maka estimasinya akan ada 57,658 orang meninggal dunia akibat H1N1 pandemi di Indonesia. Rumus ini bukan rumus baku, penulis menggabungkan estimasi attack rate dari WHO dan kalkulasi prosentasi kasus a/simptomatik, rawat inap dan kematian dari CDC [1,8]. Belum ada kalkulasi mengenai proporsi korban menurut profil demografi seperti pada model skenario wabah H5N1, tetapi data-data yang ada menunjukkan bahwa anak-anak dan dewasa muda adalah golongan paling rentan [8]. Meskipun hitung-hitungan ini hanya model matematis saja dan masih banyak diperdebatkan, tetapi mungkin dapat dijadikan pertimbangan dalam perencanaan mitigasi wabah/bencana.

Tetap sehat dan selalu waspada..

 

SH

Ams-NL

 

Referensi:

  1. WHO predicts ‘explosion’ of swine flu cases. Available from: http://news.yahoo.com/s/ap/20090821/ap_on_re_as/as_asia_swine_flu
  2. Pandemic (H1N1) 2009 – update 62 (revised 21 August 2009). Available from: http://www.who.int/csr/don/2009_08_21/en/index.html
  3. WHO maintains 2 billion estimate for likely H1N1 cases. Available from: http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/news/fullstory_87742.html
  4. Tambahan 18 Kasus Baru Positif Influenza A H1N1. Available from: http://www.depkes.go.id/index.php?option=news&task=viewarticle&sid=3533
  5. 41 Kasus Baru Flu A-H1N1, Total Kasus 812 Kasus. Available from: http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/08/11/21373437/41.Kasus.Baru.Flu.A-H1N1..Total.Kasus.812.Kasus
  6. 48 Persen Penderita Flu Babi Tidak Pernah Ke Luar Negeri . Available from: http://www.penyakitmenular.info/def_menu.asp?menuID=27&menuType=1&SubID=2&DetId=382
  7. Population Projection by Age Group and Sex
    Year 2008-2009.  Available from: http://www.datastatistik-indonesia.com/proyeksi/index.php?option=com_proyeksi&task=show&Itemid=941
  8. CDC. Swine Flu: Worst case scenario. Available from: http://cosmos.bcst.yahoo.com/up/player/popup/index.php?cl=15217123

 Lihat juga referensi:

 1. Global Alert and Response:  Pandemic (H1N1) 2009. Available from: http://www.who.int/csr/disease/swineflu/en/index.html

2. Call to Action. Available from: http://www.who.int/csr/resources/publications/swineflu/20090817_call_to_action_en.pdf

H1N1 (Swine Flu) Kebal Tamiflu?

Ditulis dalam General healths oleh wiratara pada Agustus 4, 2009

Pagi ini saat membuka email di Yahoo ada sebuah berita menarik. Bukan sebuah kejutan sebenarnya, tapi justifikasi dari prediksi banyak orang. Ya, berita di Yahoo itu melansir pernyataan para ahli dari PAHO bahwa telah ditemukan kasus virus H1N1 resisten (kebal) terhadap tamiflu di beberapa negara (US, Canada, Jepang, Hongkong). Terus apa artinya? Artinya bahwa virus H1N1 telah bermutasi kembali membentuk keturunan (strain) baru yang lebih poten dan kebal terhadap ‘oseltamivir/tamiflu’.

Wah, kalau Tamiflu sudah tak mempan, obat apalagi yang bisa dipakai? Saya yakin pasti ada, cuma mungkin kuantitas dan harganya yang sulit dijangkau oleh negara2 berkembang. Dalam kunjungan ke kantor WHO di Jenewa, saya pernah bertanya kepada salah satu penanggungjawab penanggulangan wabah H1N1. “Bagaimana bila strain H1N1 bertemu dengan strain H5N1 (virus flu burung) didalam 1 tubuh, apakah akan memicu munculnya strain baru gabungan keduanya yang akan lebih poten, mematikan dan sangat mudah menyebar?”..hari itu sang ahli menjawab “tidak tahu, walaupun kemungkinan itu bisa jadi ada, kami sedang mencoba melakukan penelitian tentang itu”..Ah, jawaban normatif menurut saya.

Munculnya strain baru H1N1 ini diprediksikan karena pemakaian Tamiflu yang tidak berdasarkan resep, karena menurut info yang ditulis di Canada dan di Mexico Tamiflu bisa dibeli bebas. Untuk di Indonesia saya rasa kebijakan pemerintah bahwa Tamiflu tidak bisa dibeli bebas. Mudah2an strain baru ini tidak muncul di Indonesia walaupun kemungkinan itu cukup besar.

Salam sehat,

Pindah Domain….

Ditulis dalam Intermezo oleh wiratara pada Agustus 1, 2009

Ya…Hari ini wiratara pindah domain ke co.cc jadinya bisa diakses via www.wiratara.co.cc walaupun tetap domain gratisan. Beruntung sekali waktu coba daftar, eh ternyata akun dengan nama wiratara masih lowong dan gratis! jadinya langsung aja ayahrafi samber..

Meskipun demikian, wiratara masih tetap bisa diakses via alamat yang lama di www.wiratara.wordpress.com. Tertarik pake domain gratisan kayak wiratara? buka aja www.co.cc dan coba peruntungan anda!!

Salam,