Dunia Rafi

Arti sebuah kesetiaan…

Ditulis dalam CelotehAyah&Mama oleh wiratara pada Februari 25, 2009

 chain

Wah, ada angin apa nih kok tiba2 ayahrafi yang terkenal easy going, humoris tapi agak sedikit urakan ini menulis sebuah judul yang super mellow……akankah menjadi pertanda gonjang-ganjing dunia??

Tentu tidak!…Tiba2 saja saya teringat kembali masa2 saya masih pacaran dulu dengan isteri saya waktu kuliah..bayangkan saya mulai pacaran sejak 19 September 2000 ampe nikah 15 April 2006, gak pernah putus!..gak pernah selingkuh..gak pernah mendua, mentiga, mengkuartet atau molimo..halah! bukan maksud memuji diri sendiri lho..tapi ini fakta..

Bagi anda yang saat ini sedang menjalani masa penjajakan, saya hanya ingin berbagi pengalaman. Dalam membina hubungan akan ada namanya golden periods, masa2 keemasan, masa dimana semuanya terasa indah..saking indahnya kadang jalan terasa melayang dihembus sepoinya angin asmara dan merdunya alunan nada cinta. Namun hal ini tidak akan lama, syukur2 bisa bertahan sampe setahun, setelah itu akan memasuki fase “biasa”, karena sudah kenal seluruh seluk beluk pasangan, sudah sering jalan bersama, sudah tahu segala kelebihan dan kekurangannya ditandai dengan munculnya konflik-konflik kecil dari masalah yang sepele. Tak berapa lama kemudian diikuti masa bosan, biasanya ditandai dengan munculnya konflik yang lebih besar dan umumnya bagi yang tidak tahan banting akan berakhir dengan perpisahan. Yah, biasanya semuanya sekitar 1-2 tahun, bahkan ada yang bertahan cuman dalam hitungan bulan..ajaib!

Alhamdulillah sampai dengan hari ini ayah rafi dan mama rafi masih bersama, dan hanya kerikil-kerikil kecil dinamika dalam berumah tangga. Ah..sudahlah nanti malah ngelantur kemana-mana..

Nuansa Bening: Karaoke Yuuuukk..

Ditulis dalam CelotehAyah&Mama oleh wiratara pada Februari 24, 2009

Wah, senang sekali rasanya ketemu lagu ini saat buka2 youtube. Liriknya sederhana, ceritanya sederhana, tetapi begitu mengena. Mungkin vokal keenan dan aransemennya begitu blending sehingga gregetnya begitu terasa. Meskipun dibuat versi baru oleh Vidi, namun belum mampu menandingi versi Keenan.

Berikut saya sisipkan videoklip keduanya; versi Keenan Nasution:

Versi Vidi:

Silahkan menikmati dan berkaraoke ria…

A Rare Gift!

Ditulis dalam CelotehAyah&Mama oleh wiratara pada Februari 20, 2009

 

2 Hari yang lalu, saat kelas perkuliahan hendak dimulai, tiba2 teman disebelah tempat dudukku menyodorkan sesuatu. Sebuah bungkusan coklat dengan label “Quantore” dengan details tentang perlengkapan komputer. “Apa ini?” tanyaku padanya (dia adalah Emily – seorang dokter spesialis Obsygin dari Kenya)..”Ah, terima aja jangan banyak tanya!” ujarnya. Emily memang orangnya suka sengit kalau kita banyak tanya ma dia. “Dari siapa?” ujarku lagi, tanpa berkata dia menunjuk seorang wanita diseberang meja. “Ooo..dari Irene (Irene adalah dokter umum dari Uganda kalau saya tidak salah)..”Apa isinya nih..cookies ya??” tanyaku penuh curiga dan rasa ingin tahu. Eh, si Irene malah senyum2 tak mau jawab. “Harus dipanasin dulu di microwave atau langsung dimakan?” ujarku tambah kebingungan. “Udah terima aja, jangan banyakan tanya!” Emily tambah sengit. Ya udah deh…abis didampratin ibu2 dan disenyum-senyumin gak jelas.

Akhirnya dengan naluri detektif Conan, kucoba buka bungkusan coklat itu..Ups! kok ada amplopnya? ada namaku pulak diamplopnya. Makin curious nih, akhirnya kubuka amplopnya dan akhirnya aku baru nyadar..bahwa ini adalah Kado untukku. Tapi gak ada angin dan nggak ada hujan kok ada kado?? padahal ultahku kan 4 juli…Ya udahlah kubuka amplop tersebut dan kukeluarkan sebuah kartu ucapan bergambar sebuah kapal di pinggir pantai ditengah deburan ombak..Ooo ternyata gambar Lukisan Vincent Van Gogh. Kubaca kalimat demi kalimat yang terlulis didalamnya. Deg!…jantung ini tiba2 berdesir…ternyata teman2ku begitu perhatian juga. Ternyata mereka juga membuat analisa mengenai aku dan sifatku. Untuk anda, saya salin tulisannya:

1. Dari Irene Nakachwa, MD : ” Dear Selamet, we greatly appreciate the role u took on to stir us thru the recently concluded group exercise. Your ability to volunteer, engage others, listen, respect opinion and keep calm under tension, particularly quality u for a great leader. We believe in your potential and encourage u not to be detered by malicious, unappreciate and pessimistic tongues. You are destined for greater horizons brother. Keep it up. God bless you always. Gp 5. Irene” 

2. Dari Dorothy Kijugu, MD – Tanzania: “May Alah (maksud dia-Alloh) bless you to keep it up. Dorothy Kijugu”

3. Dari Vo Thuan Hu, MD – Vietnam: “Hope you always successful like this. Thuan.”

4. Dari Suraj Abdulkarim, MD - Nigeria: “Hope & wish you all the best & always. Suraj.”

Tidak usah di translet ya..saya yakin anda juga mahir berbahasa inggris. Selain itu mereka juga membelikan sebuah jam tangan untukku (mungkin biar gak suka telat kali ya?).

greeting-card

 

Jadi ceritanya dari kampus kami ditugaskan dalam kelompok kecil untuk membuat proposal proyek kesehatan di Kota Conakry di Republik Guinea. Sebuah negara miskin di pesisir pantai Afrika Barat. Nah, seperti biasa tuh, dalam kelompok kan ada dinamikanya, ada ribut masalah ini, masalah itu. Sampai-sampai ada kelompok yang berkelahi dan anggotanya boikot, bahkan ada juga yang mengadu ke dosen kenapa dia dimasukkan dalam kelompoknya. Nah, dikelompok 5 kebetulan saya ketuanya, dan alhamdulillah kami berhasil menyelesaikan tanpa konflik yang berarti. Meskipun lewat dari deadline awal, akhirnya kami bisa submit sebelum deadline finalnya.

 

a-gift

 

Fiuuhh..sebuah kerja keras. Padahal kalau boleh jujur, detik2 menjelang deadline saya pribadi juga tidak yakin akan selesai, bahkan 1 jam sebelum deadline (18.00) kami masih harus revisi indikator logframe. Tapi anda tahu lah, sebagai ketua kelompok anda harus menyembunyikan hal itu, yang harus ditampakkan bahwa saya yakin semua lancar dan raut muka yang meyakinkan. Dan akhirnya…Kami selesai! pkl 17.45 dokumen kami kumpulkan ke Petugas reception karena dosen udah pada pulang.

Namun belum selesai sampai disini, giliran persiapan untuk presentasi, Dorothy yang dari awal udah setuju untuk jadi presenter tiba2 mogok tidak mau. Setelah ditawarkan, semua tidak ada yang mau. Wah, aje gile nih..ternyata mereka sudah menyimpulkan bahwa saya-lah yang akan presentasi. Yah..mau gimana lagi..udah saya duga dari awal. Sebenarnya saya paling enjoy kalau disuruh presentasi (saking enjoynya suka lupa waktu), yang saya takutkan adalah penontonnya bosan..soalnya saya terus yang presentasi..hi..hi..

group-51

Ki-Ka: Dorothy, Irene, Me, Suraj, Thuan — During the group work!

Akhirnya hari itupun tiba. Senin pagi (dengan sedikit ngantuk, karena semalam baru tidur jam 01.30 karena telat pulang dari Den Haag acara gathering bareng Jusuf Kalla di Wisma Duta) akhirnya saya mengayuh sepeda dengan malesnya. Yap! sampe di KIT jam 09.00 WIB, saya ketemu teman2 dan print beberapa dokumen. Tiba2 dari arah lift Dorothy muncul dan bilang ”Hi Selamet! let’s go..we get the first chance to present!”..Alamak! baru datang..masih ngos-ngosan..harus presentasi pulak (padahal kelompokku harusnya yang kedua, usut punya usut ternyata urutannya dirubah pake undian lotere). Yah, part of the job…setelah salam sana-sini dengan reviewer akhirnya acara dimulai. Eng..Ing..Eng…15 menit berlalu dan Sharp! (ini rekor saya bisa selesai presentasi sesuai jatah..biasanya molor..hi..hi.. – jadi ingat kata teman2 di CARE dulu..”kalau bisa jauhkan saya dari mikrofon, soalnya kalau dikasih mic susah berhenti ngomongnya..). Dan sesi diskusi 30 menit pun molor dengan suksesnya! dengan antusias kami di bombardir dengan berpuluh pertanyaan. Yah maklumlah pioneer. Akhirnya grup kami sukses menyelesaikan tugas hari itu. Saat minum kopi, tiba2 salah seorang reviewer datang ke arahku dan bilang “Nice presentation!”. Ah, akhirnya kerja keras kami terbayar sudah..

Satu yang saya simpulkan dari kisah ini: “ Kamu yang menentukan batas kemampuanmu, jika hati dan pikiranmu mengatakan bisa, maka seluruh anggota tubuhmu akan bahu membahu mewujudkannya…You are the one that set your own limit!” 

salam

AYAH juga bisa ber-kontribusi saat menyusui

Ditulis dalam DuniaRafi oleh wiratara pada Februari 18, 2009

“Aaahhh…itukan urusan mamak-nya!” Kata Pak Pujo sengit sambil menyeruput secangkir kopi di sebuah kedai reot dimulut gang…Pendidikannya yang hanya tamatan SR dan pekerjaannya sebagai tukang becak memang banyak menyita waktunya diluar rumah..

“Lho..masak saya juga harus ikut-ikutan menyusui bayi saya, memangnya bisa apa?!” ujar Pak Candil tak kalah gusar. Karyawan bagian marketing disebuah dealer sepeda motor top ini memang seolah mengerucutkan proses menyusui hanya menjadi sebuah analogi sederhana: Payudara vs bayi..

“Waduh…tugas ayah bagaimana maksud anda? saya pikir sudah jelas bahwa menyusui adalah kodrat seorang ibu, sedangkan ayah ya mencari nafkah, tulang punggung dan kepala keluarga..” Ujar Pak Tikno Manajer sebuah perusahaan periklanan yang cukup ternama..

Sekelumit cuplikan jawaban diatas tentunya sudah sering kita dengar ditengah-tengah masyarakat apabila kita menanyakan apakah menyusui juga tugas seorang ayah. Terus apakah salah? Belum tentu…Jawaban adalah reaksi dari pemahaman akan sebuah pertanyaan yang diajukan; permasalahan benar atau salah adalah sebuah hal yang kontekstual, tergantung dari pemahaman dan cara penyampaian. Mungkin sebagian dari orang yang ditanya tersebut mendefinisikan menyusui hanya merupakan proses fisik : Bayi menghisap payudara ibu. Nah, kalau hanya dalam konteks ini tentunya jawaban mereka tidak dapat dipersalahkan. Tetapi kalau yang kita maksud sebagai menyusui adalah sebuah proses berkesinambungan baik menyusui secara fisik maupun penciptaan kondisi kondusif disekeliling ibu dan bayi sehingga proses penyusuan berlangsung baik maka jawaban tersebut ada baiknya diluruskan.

Nah, disinilah peran ayah sangat vital. Menciptakan kondisi yang aman, nyaman, penuh perhatian sehingga membuat kondisi psikologis ibu terjaga baik dan pada akhirnya dapat memperlancar produksi ASI. Tidak jarang seorang ibu gagal dalam proses menyusui karena kondisi psikologis yang drop akibat konflik rumah tangga atau kecemasan berlebihan terhadap hal-hal lain. Perbanyak mendampingi isteri saat menyusui, mengelus-elus kepala bayi akan membuatnya nyaman (pengalaman) dan merupakan pengalaman yang sangat indah. Membuatkan susu untuk isteri tercinta, memberikan ucapan-ucapan simpel tapi mesra (tapi saya jarang..he..he..) akan membuat isteri bahagia dan memacu produksi oksitosin, hormon yang memacu pengeluaran ASI. Hal-hal sederhana yang sebenarnya tidak terlalu sulit untuk dilakukan tapi sering kita anggap sepele.

Mau mencoba??

The Beautiful Mind

Ditulis dalam CelotehAyah&Mama oleh wiratara pada Februari 17, 2009

Bukan maksud hati membuat review film, tapi hanya ingin membagi sebuah keagungan Tuhan. Daniel Tammet (29th), memiliki ingatan dan kemampuan kalkulasi yang luar biasa, bahkan mungkin yang terbaik yang pernah ada. Dengan kemampuan yang dimilikinya, dia mampu menghitung nilai phi sampai dengan desimal mencapai 24000-an angka dalam 5,5 jam. Kemampuan otak yang maha dahsyat!

Saksikan video-nya berikut di youtube (5 seri):

What a beautiful mind (brain) and What a mighty GOD.

Ibu rumah tangga juga sebuah profesi (opini)

Ditulis dalam CelotehAyah&Mama oleh wiratara pada Februari 12, 2009

female-icon

 

Perubahan zaman, pencapaian teknologi mutakhir dan arus globalisasi informasi termasuk tentang segala tetek bengek tentang yang ada dimuka bumi ini. Teknologi internet yang booming beberapa tahun belakangan ini semakin mempersempit jarak dan mengikis batas-batas ruang dan waktu. Dengan hitungan sepersekian detik kita dapat melihat harga tas Gucci dari salah satu toko di New York, atau dalam hitungan kedipan mata kita bisa melihat jadwal kereta dari Amsterdam ke Maastricht untuk hari ini (padahal kita lagi di purwodadi misalnya).

Termasuk didalamnya informasi tentang isu kesetaraan gender yang dihembuskan dunia barat mau tidak mau juga menyapu dunia belahan timur, utara dan selatan. Gelombang panas yang kadang beradu dengan ke-eksotikan budaya lokal yang terkadang membuat sebuah ledakan sociocultural didalam masyarakat. Boom! dan merekapun beradu. Sebagian kaum hawa menuntut persamaan hak dalam hal pekerjaan dan fungsi-fungsi sosial lain; sementara sebagian lain tetap mempertahankan idealisme bahwa wanita=penjaga dan pengasuh keluarga. Kedewasaan mutlak dituntut dari masing-masing individu untuk tidak memandang oposan sebagai pihak yang salah. No right dan No wrong answer!

Karena kesetaraan gender itu menurut saya adalah lebih bersifat subyektif dan individual. Kalau mau digeneralisasi, maka harus hati-hati dan mempertimbangkan segala determinan yang terkait (sosial, agama, kesukuan,dll) secara seksama apalagi dinegeri multikultur dan multireligi seperti Indonesia. Penggeneralisasian konsep ini secara terburu-buru hanya akan kontraproduktif dengan tujuan yang ingin dicapai. Bagi saya, menjadi seorang Ibu rumah tangga adalah juga sebuah pekerjaan, sebuah karir full time dan juga sebuah pilihan hidup. Mereka bukan wanita kolot yang hidup didalam tempurung atau terkukungkung didalam sel berkawat duri.  

Lewat tangan-tangan merekalah lahir anak2 cerdas, santun, dan sukses. Dari tangan-tangan merekalah lahir Dokter, Insinyur, Master, PhD, Professor, Menteri bahkan presiden! Saya kira sebagian besar dari pribadi-pribadi sukses ini adalah lahir dari asuhan tangan-tangan ibu yang hangat, sabar dan tulus. Dan lewat tangan-tangan mereka, setan-setan narkoba, pergaulan bebas dan kenakalan remaja bisa diberangus. Lewat tangan-tangan merekalah masa depan bangsa ini tertumpu. Maka tak salah ada ungkapan bahwa wanita (ibu) adalah tiang negara, jikalau baik dan kokoh tiangnya, maka baik dan kuat pula negaranya.

Sebuah opini, penyemangat dan doa bagi para wanita yang sudah mendedikasikan diri menjadi seorang ibu rumah tangga; dan juga sebuah tanda mata terimakasih untuk ibu dirumah. Ibu, jasamu telah membesarkanku, menguatkanku, menerangi langkahku dan menjadikanku “Seseorang”. Terimakasih.

Salam,

Dolanan dek jaman semono

Ditulis dalam CelotehAyah&Mama oleh wiratara pada Februari 11, 2009

 

dakon 

Ah, kadang sakalebat aku isih kelingan gek jaman aku cilik biyen. Jaman tahun 80-an, durung ono listrik nek kampungku, durung akeh tivi, durung akeh hiburan. Maklum, aku lair nang deso cilik rodo adoh soko gumebyare kutho. Tapi kahanan koyo jaman semono ora dadi kawelasan, mungkin amergo aku isih bocah dadi durung ngerti kahanan.

Keluargaku nek deso rodho lumayan keceluk, simbahku tuan tanah, wong paling sugih sak deso, bapakku yo rodho lumayan duwe (gek jaman semono). Sak kampung sing duwe tivi cuman bapak karo ono tonggoku siji maneh, tapi yen wengi tonggo-tonggo podho rame ngumpul nang omah. Biasane nonton kethoprak utowo acara ndangdutan. Tipi nang omahku nganggo aki, isih ireng putih durung warna. Aku anak lanang dhewe, duwe mbakyu lan adik wadon. Dadi gek jaman cilik aku sering dolanan bareng bocah-bocah wadon. Dolananku jaman semono:

Pasaran: Dolanan sebagian konco membo2 dadi wong dodolan nang pasar, nek aku biasane kebagian dadi sing blonjo. Dolanane biasane nek sebelah omahku. mbayare nganggo godhong belimbing, nek ora nganggo kertas sigarete bapak. Biasane sing dadi wong dodol rodho sibuk, nyiapke dagangan macem2, sing tuku nunggoni sampe sing dodol siap. Mungkin dolanan iki biyen diciptake kanggo ngajari bocah2 bab ilmu ekonomi, prinsip-prinsip dagang, bathi-rugi, lan sekabehane. Dolanan iki biasane 1-2 jam.

Jamuran: Dolanan iki biasane nek wengi gek kolo wulan purnomo. Bocah2 ngumpul terus nggawe bunderan kathi podho cekelan tangan. Nyanyine kethoke ngene : “Jamuran geng-geng…(lali)..”. Bar ngono oyak-oyakan.wah pokoke rame temenan.

Bethengan : Sebenere dolanan iki jenenge :bentengan. Soale ono hubungane karo benteng. Ono grup loro, tiap-tiap grup duwe cagak sing kudu dipertahanke supoyo ora didemok musuh. Nah, nek ono musuh nyedhak kudu dicekel, nek kecekel dadi tahanan. Supoyo biso ucul tahanane, kancane kudu ndemok tahanan mau. Grup sing iso ndemok cagak benteng musuhe banjur njerit “Beteng/Benteng!!!!” artine dheweke menang.

Dhakonan: Dolanan iki biasane nganggo dhakon soko plastik utowo kayu. Nek anak dhakone biasane jagung, krikil utowo anak dhakon soko plastik. Nek ora duwe dhakon biso nggawe kothak2 nang lemah utowo nang plester nganggo kapor. Dolanan iki dilakoni wong loro. Sing iso ngumpulke anak dhakon paling akeh menang.

Setinan/Gundu: Nek setinan biasane dolanane wong lanang. Aku biyen seneng ngumpulke gechuk, yoiku setin sing dinggo andelan yen maen karo musuh. biasane bentuke luwih cilik dadi enak di cekel. Biasane nek setinan podho tukaran barang, soale kadang ono sik ngakali.lucu kadang tukarang goro-gorone setin siji.

Karetan: Dolanan nganggo karet gelang, biasane aku tuku karet nang pasar. nek wong wedhok, karet dianyam dadi tali terus digawe lompatan. Nek wong lanang karet digawe lomba/taruhan. Iso lomba “jethetan” utowo “gembyokan” utowo kadang2 ono uncal karet nang kothak sing tiap2 kothake ono regane. Aku biyen jagone jethetan. Malah akhire nek ono aku podho ora gelem maen, soale podho wedi kalah.he..he..

Wayangan: Wayang/gambar crito biasane di dol lembaran, terus digunting2 perkotak. maine biso gedhe-gedhenan nomer (tumpukan) utowo maen koyo maen kartu remi. Dolanan iki aku juga sering menang, makane ora ono sing wani. Aku pernah duwe 800 kartu, tak simpen neng laci bipet ibu. Akhire tak dum-dum, soale podho ora duwe wayang, lan aku wis bosen.

Nah, iku sebagian dolananku gek jaman cilik biyen. Sori yen boso jowoku rodho salah-salah. Soale iki kaping pisan aku nulis blog nganggo boso jowo.

salam,

Gondhelan marang Gusti

Ditulis dalam CelotehAyah&Mama oleh wiratara pada Februari 11, 2009

eye-on-universe

Judul yang aneh ya….maaf bagi yang tidak bisa bahasa jawa (artinya: Berpegangan kepada Tuhan).

Kira-kira sekitar 10 hari yang lalu, saat saya sedang asyik menyaksikan film di layar monitor komputer jinjing saya, tiba2 saja saya teringat dengan HP saya yang ada disudut meja. Segera saja tangan ini meraih sebatang kotak hitam dari plastik bertuliskan soxx errixxxx dengan tombol2 kecil itu, saya tekan kode perintah “unlock” dan klik di gambar “surat”. 1 buah inbox, saya klik lagi tampak sebuah nama “santoxx”. Ah, tumben-tumbenan temen dari Rotterdam ini kirim sms (biasanya cuman nyapa via YM atau FB). Tergelitik rasanya untuk membuka sms tersebut…dan klik…sebuah pesan yang berisikan berita yang begitu tak terduga…”seorang teman di Nijmegen meninggal dunia”. Syok rasanya, saya hanya terdiam dan tak mampu berkata-kata. Jari jemari ini terasa begitu kaku, jantung ini berdenyut laksana deburan ombak dikala elnino. Ah, hampir tidak percaya. Segera saja saya balik telp santoxx, dan memang benar adanya. Masih seakan tak percaya, saya segera menghubungi salah seorang teman di Nijmegen, dia pun mengamini hal ini. Yah, sudah pasti 100% berita itu benar adanya!

Rasanya beberapa hari yang lalu saya masih berdiskusi dengan nya, bercanda dan saling bertukar informasi. Meski via YM dan Skype, tapi kami merasa dekat satu sama lain. Dia adalah seorang teman yang cukup mengerti arti teman dan dapat menjadi teman yang dapat diandalkan. Yah, mungkin sudah garisan hidup.

Sejak saat itu saya terus membayangkannya, bagaimana dia meninggalkan isteri dan kedua anaknya yang masih kecil. Saya jadi kemudian jadi membayangkan yang tidak2. Saya masih teringat tanggal 31 Desember yang lalu, ada sms serupa dari Adik saya, kira2 isinya begini: “mas, adek mimpi kacamata mas jatuh dan pecah, apa mas sekarang sedang sakit?”. Saya tidak tahu apa hubungannya, tapi yang jelas, malam sebelum sms ini datang saya memang tidak bisa tidur, baru sekitar jam 2 malam akhirnya saya bisa terlelap, itupun beberapa kali terbangun. Tapi saya berkesimpulan, kedua hal itu tidak ada hubungannya.

Temanku yang meninggal itu dulu pernah bertanya kepada saya: “apa yang menjadi pusat dalam hidupmu?” dan waktu itu saya jawab “Keluarga”; kemudian dia melanjutkan lagi “kalau pusat hidupmu adalah keluarga, kalau mereka tidak ada/meninggal maka kamu tidak akan punya pusat hidup lagi”. dia melanjutkan “Seharusnya pusat hidup adalah Tuhan”. Jawaban itu dulu terasa tidak memuaskanku, entah kenapa. Tapi kini saya semakin menyadari bahwa apa yang dikatakannya adalah benar. Tuhan adalah epicentrum dari segalanya, pusat dari kehidupan dan pencipta segala kehidupan. Kepada-Nya lah semua menyembah dan kepada-Nya lah semua akan kembali.

Selamat jalan mas, semoga engkau mendapatkan yang terbaik sesuai dengan amal dan perbuatanmu didunia.

Salam,