Dunia Rafi

Arti Bacaan didalam Shalat

Ditulis dalam CelotehAyah&Mama oleh wiratara pada Desember 10, 2008

allah

 

di Copy dan Paste dari blog dwi setyawati

Wah, sebuah tulisan di blog yang saya temukan dan sungguh luar biasa. Jujur saja saya termasuk yang tidak terlalu tahu apa arti bacaan yang saya ucapkan didalam shalat saya [sungguh memalukan bagi saya - mudah2an Alloh mengampuni] dan tulisan ini sangat membantu sekali. Mudah2an bisa menjadikan kita lebih khusyu’ dalam beribadah.

1. Niat sholat.  Lafalkan sesuai dengan waktu shalatnya

Allahu akbar

Allah Maha Besar.

Kabirau wal hadulillahi katsirau wasubhanallahi  bukrataw waasila

lagi sempurna Kebesaran-Nya. Segala Puji bagi-Nya dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore.

Inni wajjahtu wajjhiya liladzi-fatharas samawati wal ardlo hanifan musliman wama ana minal musyrikin.

Kuhadapkan muka hatiku kepada Dzat yang menciptakan langit dan Bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin

Inna sholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil’alamin.

Sesungguhnya shalatku ibadatku , hidupku dan matiku semata hanya untuk Allah Seru sekaliyan alam.

Lasyarika lahu wabi dzalika umirtu wa ana minal muslimin.

Tidak ada sekutu bangiNya dan dengan demikian aku diperintahkan untuk tidak  menyekutukan bagi-Nya. Dan aku dari golongan orang muslimin.

Alfatehah  +  suratan.

 

 

 

2.Rukuk membaca:

 

Subhana rabiyal ‘azhimi wabihamdih 3x

Maha Suci Allah yang Maha Agung dengan segala puji bagiNya.

 

 

3.Iqtidal (berdiri) dg membaca:

 

Robbana lakalhamdu mil ussama wati wamil ul ardhi wamil uma syikta minsyai’in ba’du.

Ya Tuhan Kami, bagi Allah segala Puji yang memenuhi langit dan memenuhi bumi  dan memenuhi barang apa yang Allah kehendaki sesudah itu.

 

 

4.Sujud  2x membaca:

 

Subhana rabbiyal a’la wa bihamdih 3x

Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi dengan segala pujiNya.

 

 

5.Duduk antara dua sujud membaca:

 

1. Robbighfirli

Ya Allah, ampunilah kami,

2. Warhamni

Dan kasihanilah kami,

3. Wajburni

Dan sempurnakanlah kami

4. Warfa’ni

Dan Angkatlah derajat kami

5. Warzuqni

Dan berilah rezeki

6. Wahdini

Dan Berilah kami petunjuk

7. Wa’afini

Dan Berilah kami kesehatan

8. Wa’fuanni

Dan Maafkanlah kami.

 

 

6.Duduk tahiyat awal membaca:

 

Attahiyyatul muba-raka-tush shalawatuth thayyibatu lillah.

Segala kehormatan, kehormatan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah.

Assalamu alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullahi wabarakatuh

Salam, rakhmat dan berkah-Nya kupanjatkan kepedamu  wahai nabi (Muhammad)

Assalamu ‘alaina wa’ala ‘iba dillahish shalihin.

Salam (keselamatan) semoga tetap utk untuk kami seluruh hamba yg shaleh .

Asyhadu alla ilaha illallah

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah

Wa asyhadu anna muhammadar rasuulullah

Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad.

Ya Allah limpahkanlah rakhmat kepada Nabi Muhammad

DudukTahiyat akhir membaca tahiyat awal ditambah dengan membaca:

 

Wa’ala ali Muhhammad

Dan  keluarga nya.

Kama shalaita ‘ala Ibrahim

Sebagaimana pernah Engkau beri rakhmat kepada nabi Ibrahim

Wa’ala ali Ibrahim.

Dan keluarga-nya

Wabarik ‘ala Muhammad

Dan limpahkanlah berkah atas nabi Muhammad Beserta para keluarganya.

Kama barakta ‘ala Ibrahim

Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim

Wa ‘ala ali Ibrahim.

Dan keluarganya.

Fil ‘alamina innaka hamidun majid.

Di seluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji, dan Maha Mulia.

 

 

Sunat ditambah dibawah ini.
Allahumagh firli maqodamtu wama asrortu wama a’lantu wama asroftu wama anta a’lamu bihi antal muqoddimu wa antal muachiru la ilahailla anta ya muqolibbal qulubi syabbit qolbi ala dinika wa ala toatika.

 

 

 

7. Salam kekanan dan kekiri membaca:

 

Assalamu’alaikum warahmatullah

Selamat sejahtera dan rakhmat Allah atas kamu sekaliyan.

8. Selesai dan membaca doa.

Hanya ‘bagian kecil’ atau memang ‘budaya’?

Ditulis dalam CelotehAyah&Mama oleh wiratara pada Desember 10, 2008

bendera_7772

 

Malam ini saya streaming kembali transtivi, dan acaranya pas sekali..BERITA! pucuk dicinta ulam tiba…satu persatu saya amati dan dengarkan dengan teliti berita yang disajikan.

Berita pertama adalah mengenai seorang pencuri spion mobil yang tewas di ‘dor’ oleh pemilik mobil yang dicurinya yang ternyata adalah seorang kasatreskrim berpangkat AKP. Polisi tersebut mengaku sudah melakukan penembakan sesuai ‘prosedur’, agak bingung saya bahwa ada prosedur baku untuk menembak maling kelas spion seharga 100 ribu yang melarikan diri tetapi tidak pernah ada prosedur baku menembak koruptor BLBI yang kabur dengan ratusan milyar. Mengenaskan memang, di negeri ini, nyawa seseorang hanya seharga sebuah spion mobil!

Berita kedua adalah kerusuhan di Masohi, Maluku tengah. Konflik klasik dengan aroma agama yang kental dan merupakan sebuah drama abadi di negeri ini. 40 rumah terbakar! hanya gara2 sentimen seseorang tentang agama lain…Sekali lagi bukti bahwa potensi konflik horizontal antar agama adalah salah satu potensi ‘bencana’ yang belum digarap serius. Kita terlanjur terdidik bahwa bencana adalah dikerucutkan segala sesuatu yang biasanya disebabkan oleh alam dan diluar kendali kita. Siapa bilang? Perang, anarkhi, konflik antar agama adalah juga sebuah bencana…bencana kemanusiaan…Mengenaskan memang, di negeri ini keragaman terkadang menjadi bumerang! 

Berita ketiga, di Jakarta satpol PP di jakarta memukuli warga bantaran sungai yang meminta penundaan eksekusi 850 rumah di bantaran sungai yang terkena proyek revitalisasi. Penundaan yang cukup beralasan karena mereka memegang sebuah surat dari Ketua Komisi A DPRD yang menyatakan bahwa penggusuran ditunda sampai juni 2009 menunggu anak selesai ujian.  Mengenaskan memang, dinegeri ini yang sudah dipinggir, semakin dipinggirkan!

Berita keempat, di SUMUT seorang oknum tentara AD dengan pangkat kopka tewas dihakimi massa. Dari hasil penyelidikan semua pihak bungkam, hanya ada satu informasi yang ditayangkan dari pimpinan AD setempat bahwa korban meninggal akibat di keroyok massa karena kesalahpahaman. Muncul pertanyaan dalam hati saya, kesalahpahaman seperti apa yang sanggup memicu amarah masyarakat sehingga mereka mampu brutal dan memukuli tentara berseragam lengkap hingga babak belur dan tulang belulangnya patah. Nampaknya bukan masyarakat yang saya kenal dulu, masyarakat yang santun dan cukup patuh apalagi dengan orang ‘berseragam’. Apa sebenarnya cerita dibalik layar yang coba disembunyikan? Mengenaskan memang, di negeri ini sudah tidak ada lagi kasih sayang, bahkan terhadap ‘oknum’ yang berseragam! 

Berita kelima, dari Tangerang, sepasang mahasiswa dan mahasiswi usia 18 tahun, semester I sebuah PTS ditangkap karena tuduhan menyebarluaskan gambar pronografi dengan ancaman 1 tahun penjara didepan mata. Ah, itu sih biasa! anehnya dimana? Anehnya, bahwa video yang mereka sebarkan bintang utamanya tak lain dan tak bukan adalah mereka sendiri! mereka membuat film itu secara komprehensif, mulai dari pemain, penata cahaya, kameramen dan skrip mereka kerjakan sendiri. Dan juga sampai di tingkat distribusi! Wah, saya pikir ini adalah penerapan hukum ekonomi secara salah, mungkin mereka hanya membaca separuh buku Robert T Kiyosaki atau hanya satu seri dari beberapa seri buku saku Hermawan Kertajaya sehingga keblinger. Mengenaskan memang, di negeri ini malu bukan lagi menjadi tameng diri, tetapi malu dan ke-malu-an malah dijadikan menjadi barang komoditi!

Kepercayaan diri ini semakin goyah, gundah menyergap berikut seribu tanya: Apakah ini negeriku yang dulu?? terlalu lama-kah aku tertidur sehingga terlampau banyak hal yang sudah aku lewatkan??

Sayup-sayup terdengar suara ustadz Arifin Ilham memberikan tausyiah mengenai pentingnya memahami doa yang kita ucapkan saat diantara dua duduk didalam sholat. Ternyata ‘Robbighfirli warhamni wajburni warfa’ni warzuqni wahdini wa’afini wa’fuanni’ memiliki makna yang sungguh syahdu..’Ya Allah, ampunilah kami, Dan sempurnakanlah kami, Dan kasihanilah kami, Dan Angkatlah derajat kami, Dan berilah rezeki, Dan Berilah kami petunjuk, Dan Berilah kami kesehatan, Dan Maafkanlah kami [karena terlalu banyak meminta]‘

 

Amsterdam, 10-12-08