Atit Apa Pak?
Dokter Rafi : “Atit apa pak?”
Pasien : ” Anu Dok, gigi saya sakit sudah dua hari, nyut-nyutan…”
Dokter Rafi : “O..atit didi ya pak; tuka maem pelmen ya? makana kalo dibilangin mama ndak boleh maem pelmen banak-banak halus nulut ya pak, bial tepet tembuh”
Pasien : “Iya Deh Dok…Saya janji ndak lagi-lagi…”
Dokter Rafi : “Nah, gitu…ni obatna tiga kali sehali untuk tiga hali ya pak, dihabisin nanti bial ndak nut-nutan ladi, dan kalo belum tembuh danan nani dulu ya pak”
(sekelumit dialog Dokter Rafi dengan Pasiennya Bp. Meggy Z yang sedang sakit gigi)
Lucu sekali terkadang kami melihat tingkah laku Rafi kami, terkadang keinginannya yang kuat sulit sekali dibendung. Seperti sore itu (saat foto ini diambil), dia bersikeras untuk meniru kami duduk di kamar periksa pasien dengan buku registernya dibuka dan dia menulis diatasnya layaknya apa yang kami kerjakan kalau ada pasien berobat. Hmm…sebetulnya cukup riskan, mengingat banyak sekali bakteri dan virus yang mungkin menempel di pulpen dan buku serta peralatan periksa yang kami gunakan. Namun keinginannya yang kuat terkadang membuat kami tak berdaya, meskipun terkadang harus kami larang betul-betul sampai dia menangis karena tidak diijinkan main di tempat praktek.
Kami tidak akan memaksakan Rafi nantinya jadi apa. Mau jadi apapun asalkan positif dan tidak bertentangan dengan Agama dan norma kami tidak mempermasalahkan. Kalau saya pribadi ingin rafi menjadi Pilot pesawat komersil tapi mama rafi menginginkan rafi jadi dokter. Yah, kita lihat saja nanti. Tapi yang pasti kami ingin agar rafi menjadi anak yang berguna bagi agama, negara dan ummat. Amin.
Wassalam
Diemen 20-11-08
Ayo Maen ke FUN LAND…
Sebelum Ayah pergi ke Belanda, kami sekeluarga punya hobi baru…Apa hobi baru tersebut gerangan??
Ya, sebelum Ayah pergi jauh, kami putuskan untuk sering-sering ajak Rafi pergi ke tempat-tempat bermain. Tempat bermain yang paling Rafi sukai adalah Fun Land yang berlokasi di sebuah gedung ruko bertingkat tiga didaerah Simpang Lima Banda Aceh. Dulunya Fun Land berlokasi di lantai underground dari Pante Pirak Swalayan di pinggiran Krueng Aceh. Walaupun kecil dan sederhana dibanding Time Zone atau arena bermain anak lain di Jawa, tapi lumayanlah, untuk di Banda Aceh mungkin sudah yang terbaik.
Dari beberapa permainan yang ada disini, ada beberapa jenis yang disukai Rafi. Yang pertama adalah Lempar bola ke tong yang akan terbuka dan tertutup otomatis. Permainan ini dapat dilakukan sama-sama, jadi tidak hanya rafi, Ayah dan Mama juga berebut untuk memasukkan bola kedalam tong tersebut. Wah, seru sekali. Kami bisa menghabiskan sebagian besar koin kami untuk permainan ini. Permainan lain yang disukai oleh rafi adalah naik jerapah (tapi ketakutan kalau jerapahnya dinyalakan, jadinya cuman numpang pose aja); dan kapal-kapalan dan kalau yang ini tidak takut dia kalau kapalnya dinyalakan. Dia nampaknya cukup asyik dan menikmati menjadi bajak laut. Ho..ho..ho..siapa berani lawan kami??
Diemen, 20-11-08
Video Pelatihan Manajemen Aktif Kala III (Kala Uri) dan Inisiasi Menyusu Dini (IMD)
Sebuah video pelatihan tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD) yang diproduksi oleh Jaringan Nasional Pelatihan Klinis (JNPK-KR), Departemen Kesehatan RI, dan perkumpulan profesi yang didukung oleh HSP, sebuah proyek yang didanai USAID dan dilaksanakan oleh John Snow Inc (JSI) dan didukung oleh Manoff Group. Mannof Group mengidentifikasi adanya kebutuhan akan sumber materi ini dan memfasilitasi proses perencanaan dan pembuatan. IMD adalah tindakan kunci untuk menyelamatkan nyawa ibu dan bayi, melalui tindakan sederhana, efektif, dan berdasarkan bukti ilmiah.
A clinical training video on early initiation of breastfeeding was produced by Indonesia’s National Clinical Training Network, Ministry of Health, and professional associations with support from the Health Services Program (HSP), a USAID-funded project managed by John Snow Inc (JSI) and supported by The Manoff Group. Manoff Group staff identified the need for this resource and facilitated the planning and production process. Early initiation of breastfeeding is a key intervention that saves the lives of mothers and children and is simple, cost-effective, and evidence-based.
video lain: http://www.metacafe.com/watch/yt-zrwfIcPB1u4/breast_crawl/
Diemen, 20-11-08
Empat Bulan Tanpa Jantung!
Malam ini saya membuka video di Yahoo mengenai seorang remaja perempuan berumur 14 tahun yang harus menjalani transplantasi jantung dua kali dalam jeda waktu kurang lebih 4 bulan untuk menyelamatkan nyawanya dari kegagalan jantung akibat kardiomegali yang cukup parah (CHF). Menakjubkan? Belum..Yang menarik dari kasus ini adalah ketika transplantasi pertama dilakukan, selang dua hari kemudian dokter yang mengawasi melihat tanda-tanda bahwa jantung yang ditransplantasikan tidak berfungsi sebagai mana dengan mestinya, untuk itulah mereka kemudian mengoperasi remaja tersebut untuk mengambil kembali jantung yang telah dipasang.
Terus? apa yang menarik dari cerita ini? Setelah jantung tadi diambil kembali karena belum mendapatkan donor yang sesuai, remaja tersebut tidak bisa langsung mendapatkan jantung pengganti. Wah, sungguh rumit. Kemudian tim dokter mencoba dengan menggunakan jantung buatan (sintetis) dengan dua katup in and out dan disambungkan dengan alat pemacu dari luar tubuh. Jadi remaja ini 100% bergantung pada jantung buatan ini selama 118 hari, hingga akhirnya dia mendapat jantung yang pas untuk ditransplantasikan pada 30 Oktober lalu. Sungguh cerita yang luar biasa. Inilah bukti bahwa kemajuan ilmu pengetahuan memang memiliki dampak positif dalam beberapa hal. Walaupun banyak juga implikasi buruk yang ditimbulkannya akibat ulah oknum-oknum tertentu.
Lalu apa hal yang ingin dilihatnya ketika pertama kali keluar dari Rumah sakit setelah 4 bulan? ….Langit….Hal yang tampaknya sepele dan terkadang tidak kita acuhkan atau terkadang tidak kita sadari keberadaannya. Saatnya mensyukuri apa yang kita dapat hari ini, siapa tahu kita tidak akan mendapatkannya lagi esok pagi…
watch the video http://cosmos.bcst.yahoo.com/up/player/popup/?rn=3906861&cl=10743505&ch=4226713&src=news
Wassalam and stay in syukur,
Diemen, 20-11-08




leave a comment