Live Streaming Tivi Indonesia
Di Luar negeri?? Pasti kangen dengan siaran tivi di Indonesia..
Anyway….minimal bisa mengobati kangen kita akan tanah air. Tetapi dengan berkembangnya jaman dan teknologi informasi sekarang ini, bukan merupakan sesuatu hal yang sulit untuk menonton siaran televisi dari seluruh belahan dunia. Ya, teknologi tersebut adalah live streaming. Di dunia maya terdapat beberapa alamat yang dapat dikunjungi dan tentu saja GRATIS.
Berikut adalah alamat yang dapat diakses:
- Indomediabiz : http://www.imediabiz.tv/ -> untuk saat ini cuman Trans tivi yang tersedia dikarenakan kurangnya dukungan dana, kualitas streamingnya bagus dan ada chat room nya sesuai dengan benua (asia, europe, australia, dll). Powered by imediabiz.
- Indowebster : http://tv.indowebster.com/index.php?link=tv -> channelnya agak lengkap ada indosiar, trans tivi, tv7, tv one, metro tivi, Global tivi, TVRI, tapi kualitas streamingnya agak kurang baik menurut saya. Powered by PT.Maxindo Mitra Solusi. Ada fasilitas public chatting. (beberapa waktu belakangan tidak bisa diakses lagi-red)
- Seleb tv : http://www.seleb.tv/ -> Isinya bermacam menu yang didukung oleh kompas group, untuk Tv ada channel seleb tv, kompas tivi, dan videoku tivi.
- Manual tunning :untuk channel MetroTV
mms://202.171.25.216/metro
mms://202.171.25.216/transtv dst….sesuaikan dengan channel yang diinginkan dengan mengganti di bagian belakangnya
–> Tetapi pengalaman saya tunning manual agak sedikit lama, tivi akan diputar dalam media player dan gambarnya cukup bersih. Tidak ada fasilitas online chatting dengan penikmat tivi OL lainnya.
So, it’s up to you…Selamat menikmati acara tivi favorit anda. Feels like home isn’t it.
Cheers,
Amsterdam, 27 September 2008.
22.05 PM
—–Update 26 Nov 2008—-
Taken from http://alhakim.wordpress.com/2007/12/06/nonton-trans-tv-dan-metro-tv-online-di-internet/
Channel RCTI dan SCTV Online
Ada info baru kalau RCTI dan SCTV juga sudah ada. Untuk melihatnya harus memakai real player.
Caranya:
1. Buka real player. Terus pilih menu File > Open > masukkan channelnya
SCTV
rtsp://202.58.181.185/broadcast/sctv
RCTI
rtsp://202.58.181.185/broadcast/rcti
kemudian klik OK.
2. Tunggu beberapa saat, dan kita bisa menikmati siaran TV onlinenya
Update 29 Januari 2008: streaming Indosiar Online, JakTV Online dan Trans7 Online
Bagi yang ingin menikmati siaran streaming Trans7 Online dan Indosiar Online bisa lihat disini. Kalau JakTV online (saat update ditulis) belum bisa di akses. Kapan ya giliran Global TV? Semoga semua TV Indonesia bisa segera streaming online ![]()
update 03 Februari 2008: kalau kode TV Online diatas tidak bisa di akses atau muncul peringatan seperti “Connection to server could no established.You may experiencing network problem” berarti server lagi down coba pake link ini . Kalau ada info baru akan saya update.
Update : 22 september 2008 : Global TV
Alternative Channel baru untuk online TV RCTI, Global TV, Trans TV, Metro TV (install Real Player dulu)
1. Buka real player. Terus pilih menu File > Open > masukkan channelnya
RCTI
rtsp://tv.binus-access.com/broadcast/bee_rcti
Global TV
rtsp://tv.binus-access.com/broadcast/bee_global
Trans TV
rtsp://tv.binus-access.com/broadcast/bee_trans
Metro TV
rtsp://tv.binus-access.com/broadcast/bee_metro
2. kemudian klik OK. Tunggu beberapa saat, dan kita bisa menikmati siaran TV onlinenya
Credit to binus-acces.com
Alternative lain untuk nonton online TV indonesia (13 Channel) klik disini
credit to indowebster.com
Disclaimer : Buat semuanya, disini saya hanya sharing informasi nonton tv indo via internet saja, kalau kode diatas tidak bisa. Mohon maaf saya tidak bisa bantu banyak. saya hanya memberikan info saja. Setiap ada info baru akan saya update.
Vaksin Bebas Thimerosal: Perlu anda tahu..
Vaksinasi atau adalah pemberian vaksin dari luar tubuh dengan tujuan untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit tertentu. Vaksinasi ini akan memberikan kekebalan aktif kepada anak tersebut berupa antibodi terhadap antigen spesifik atau imunitas; makanya program vaksinasi massal gratis ini oleh pemerintah disebut “Imunisasi”. Di Indonesia terdapat beberapa vaksin PPI (disediakan gratis oleh pemerintah via Puskesmas atau Posyandu dalam program imunisasi) dan imunisasi anjuran yang dapat diperoleh di RS atau Praktek Dokter/Dokter Anak. Vaksin PPI adalah BCG, Hep B, DPT, Polio, Campak; Sedangkan vaksin anjuran yang umum diberikan adalah HiB, MMR. Sedangkan vaksin yang lain sifatnya occasional atau tergantung keadaan misalnya Thypim-vi, TT, Influenza, Rabies, dll.
Nah, baru-baru ini dunia dihebohkan karena adanya laporan kasus bahwa thimerosal (zat penstabil vaksin) yang dipakai dalam beberapa produk vaksin yang beredar termasuk di Indonesia dapat menimbulkan autisme di kemudian hari. Sebetulnya dari beberapa review ahli, thimerosal tidak terbukti secara signifikan menyebabkan “Autisme” seperti yang dilaporkan. Dan FDA masih menganjurkan untuk pemberian vaksin yang mengandung thimerosal ini kepada bayi-bayi dan anak di Amerika mengingat manfaat yang diberikannya jauh lebih besar.
Nah, mari kita lihat beberapa vaksin yang mengandung thimerosal; hanya untuk informasi anda. Nah, kalau anda masih belum yakin keamanan thimerosal, anda bisa pilih vaksin untuk penyakit yang sama dengan jenis/produk lain yang tidak mengandung thimerosal supaya anda lebih yakin.
Salam parenting..
Tables
Table 1. Thimerosal Content of Vaccines Routinely Recommended for Children 6 Years of Age and Younger – (updated 7/18/2005*)
*Since this update, a biologics license application was approved for Rotavirus Vaccine, Tradename-RotaTeq (Merck), that is thimerosal free and never contained thimerosal.
| Vaksin | Nama dagang (Pabrikan) |
Status konsentrasi Thimerosal **(raksa/merkuri) | Tanggal disetujui bebas Thimerosal atau Thimerosal / Preservative Free (Trace Thimerosal)*** Formulation |
|---|---|---|---|
| DTaP | Infanrix (GlaxoSmithKline Biologicals) |
Free | Never contained more than a trace of thimerosal, approval date for thimerosal-free formulation 9/29/2000 |
| Daptacel (Sanofi Pasteur, Ltd) |
Free | Never contained Thimerosal | |
| Tripedia (Sanofi Pasteur, Inc) |
Trace(≤0.3 µg Hg/0.5mL dose) | 03/07/01 | |
| DTaP-HepB-IPV | Pediarix (GlaxoSmithKline Biologicals) |
Free | Never contained more than a Trace of Thimerosal, approval date for thimerosal-free formulation 1/29/2007 |
| Pneumococcal conjugate | Prevnar (Wyeth Pharmaceuticals Inc) |
Free | Never contained Thimerosal |
| Inactivated Poliovirus | IPOL (Sanofi Pasteur, SA) |
Free | Never contained Thimerosal |
| Varicella (chicken pox) | Varivax (Merck & Co, Inc) |
Free | Never contained Thimerosal |
| Mumps, measles, and rubella | M-M-R-II (Merck & Co, Inc) |
Free | Never contained Thimerosal |
| Hepatitis B | Recombivax HB (Merck & Co, Inc) |
Free | 08/27/99 |
| Engerix B (GlaxoSmithKline Biologicals) |
Free | 03/28/00, approval date for thimerosal-free formulation 1/30/2007 | |
| Haemophilus influenzae type b conjugate (Hib) | ActHIB (Sanofi Pasteur, SA) OmniHIB (GlaxoSmithKline) |
Free | Never contained Thimerosal |
| PedvaxHIB (Merck & Co, Inc) |
Free | 08/99 | |
| HibTITER, single dose (Wyeth Pharmaceuticals, Inc.)1 |
Free | Never contained Thimerosal | |
| Hib/Hepatitis B combination | Comvax (Merck & Co, Inc) |
Free | Never contained Thimerosal |
| Influenza | Fluzone (Sanofi Pasteur, Inc) |
0.01% (12.5 µg/0.25 mL dose, 25 µg/0.5 mL dose)2 | |
| Fluzone (Sanofi Pasteur, Inc)3 (no thimerosal) |
Free | 12/23/2004 | |
| Fluvirin (Novartis Vaccines and Diagnostics Ltd) |
0.01% (25 µg/0.5 mL dose) | ||
| Fluvirin (Novartis Vaccines and Diagnostics Ltd) (Preservative Free) |
Trace (<1ug Hg/0.5mL dose) | 09/28/01 | |
| Influenza, live | FluMist (MedImmune Vaccines, Inc) |
Free | Never contained Thimerosal |
** Thimerosal is approximately 50% mercury (Hg) by weight. A 0.01% solution (1 part per 10,000) of thimerosal contains 50 µg of Hg per 1 mL dose or 25 µg of Hg per 0.5 mL dose.
*** The term “trace” has been taken in this context to mean 1 microgram of mercury per dose or less.
1 HibTiITER was also manufactured in thimerosal-preservative containing multidose vials but these were no longer available after 2002.
2 Children 6 months old to less than 3 years of age receive a half-dose of vaccine, i.e., 0.25 mL; children 3 years of age and older receive 0.5 mL.
3 A trace thimerosal containing formulation of Fluzone was approved on 9/14/02 and has been replaced with the formulation without thimerosal.
Table 2: Preservatives Used in U.S. Licensed Vaccines
| Pengawet | Contoh Vaksin (Nama Dagang, Pabrikan) |
|---|---|
| Thimerosal | TT (one) Influenza (several) |
| Phenol | Typhoid Vi Polysaccharide (Typhim Vi; Sanofi Pasteur, SA) Pneumococcal Polysaccharide (Pneumovax 23; Merck & Co, Inc) |
| Benzethonium chloride (Phemerol) | Anthrax (Biothrax; BioPort Corporation) |
| 2-phenoxyethanol | DTaP (Infanrix; GlaxoSmithKline Biologicals) DTaP (Daptacel; Sanofi Pasteur, Ltd) Hepatitis A/Hepatitis B (Twinrix; GlaxoSmithKline Biologicals) IPV (IPOL; Sanofi Pasteur, SA) |
Table 3: Thimerosal and Expanded List of Vaccines – (updated 3/14/2008)
Thimerosal Content in Currently Manufactured U.S. Licensed Vaccines
| Vaccine | Trade Name | Manufacturer | Thimerosal Concentration1 | Mercury |
|---|---|---|---|---|
| Anthrax | Anthrax vaccine | BioPort Corporation | 0 | 0 |
| DTaP | Tripedia2 | Sanofi Pasteur, Inc | ≤ 0.00012% | ≤ 0.3 µg/0.5 mL dose |
| Infanrix | GlaxoSmithKline Biologicals | 0 | 0 | |
| Daptacel | Sanofi Pasteur, Ltd | 0 | 0 | |
| DTaP-HepB-IPV | Pediarix | GlaxoSmithKline Biologicals | 0 | 0 |
| DT | No Trade Name | Sanofi Pasteur, Inc | < 0.00012% (single dose) | < 0.3 µg/0.5mL dose |
| Sanofi Pasteur, Ltd3 | 0.01% | 25 µg/0.5 mL dose | ||
| Td | No Trade Name | Mass Public Health | 0.0033% | 8.3 µg/0.5 mL dose |
| Decavac | Sanofi Pasteur, Inc | ≤ 0.00012% | ≤ 0.3 µg mercury/0.5 ml dose | |
| No Trade Name | Sanofi Pasteur, Ltd | 0 | 0 | |
| Tdap | Adacel | Sanofi Pasteur, Ltd | 0 | 0 |
| Boostrix | GlaxoSmithKline Biologicals | 0 | 0 | |
| TT | No Trade Name | Sanofi Pasteur, Inc | 0.01% | 25 µg/0.5 mL dose |
| Hib | ActHIB/OmniHIB4 | Sanofi Pasteur, SA | 0 | 0 |
| HibTITER | Wyeth Pharmaceuticals, Inc. | 0 | 0 | |
| PedvaxHIB liquid | Merck & Co, Inc | 0 | 0 | |
| Hib/HepB | COMVAX5 | Merck & Co, Inc | 0 | 0 |
| Hepatitis B | Engerix-B Pediatric/adolescent Adult |
GlaxoSmithKline Biologicals | 00 | 00 |
| Recombivax HBPediatric/adolescentAdult (adolescent)Dialysis | Merck & Co, Inc | 000 | 000 | |
| Hepatitis A | Havrix | GlaxoSmithKline Biologicals | 0 | 0 |
| Vaqta | Merck & Co, Inc | 0 | 0 | |
| HepA/HepB | Twinrix | GlaxoSmithKline Biologicals | < 0.0002% | < 1 µg/1mL dose |
| IPV | IPOL | Sanofi Pasteur, SA | 0 | 0 |
| Poliovax | Sanofi Pasteur, Ltd | 0 | 0 | |
| Influenza | Afluria | CSL Limited | 0 (single dose) 0.01% (multidose) |
0/0.5 mL (single dose) 24.5 µg/0.5 mL (multidose) |
| Fluzone6 | Sanofi Pasteur, Inc | 0.01% | 25 µg/0.5 mL dose | |
| Fluvirin | Novartis Vaccines and Diagnostics Ltd | 0.01% | 25 µg/0.5 ml dose | |
| Fluzone (no thimerosal) | Sanofi Pasteur, Inc | 0 | 0 | |
| Fluvirin (Preservative Free) | Novartis Vaccines and Diagnostics Ltd | < 0.0004% | < 1 µg/0.5 mL dose | |
| Fluarix | GlaxoSmithKline Biologicals | < 0.0004% | < 1 µg/0.5 ml dose | |
| FluLaval | ID Biomedical Corporation of Quebec | 0.01% | 25 µg/0.5 ml dose | |
| Influenza, live | FluMist | MedImmune Vaccines, Inc | 0 | 0 |
| Japanese Encephalitis7 | JE-VAX | Research Foundation for Microbial Diseases of Osaka University | 0.007% | 35 µg/1.0mL dose 17.5 µg/0.5 mL dose |
| MMR | MMR-II | Merck & Co, Inc | 0 | 0 |
| Meningococcal | Menomune A, C, AC and A/C/Y/W-135 | Sanofi Pasteur, Inc | 0.01% (multidose) 0 (single dose) |
25 µg/0.5 dose 0 |
| Menactra A, C, Y and W-135 | Sanofi Pasteur, Inc | 0 | 0 | |
| Pneumococcal | Prevnar (Pneumo Conjugate) | Wyeth Pharmaceuticals Inc | 0 | 0 |
| Pneumovax 23 | Merck & Co, Inc | 0 | 0 | |
| Rabies | IMOVAX | Sanofi Pasteur, SA | 0 | 0 |
| Rabavert | Novartis Vaccines and Diagnostics | 0 | 0 | |
| Smallpox (Vaccinia), Live | ACAM2000 | Acambis, Inc. | 0 | 0 |
| Typhoid Fever | Typhim Vi | Sanofi Pasteur, SA | 0 | 0 |
| Vivotif | Berna Biotech, Ltd | 0 | 0 | |
| Varicella | Varivax | Merck & Co, Inc | 0 | 0 |
| Yellow Fever | Y-F-Vax | Sanofi Pasteur, Inc | 0 | 0 |
Table Footnotes
|
||||
dikutip dari http://www.fda.gov/CBER/vaccine/thimerosal.htm sumber lainnya thimerosal-review
Life is Simple!
Hidup di alam semesta yang begitu luasnya….
Hidup di dalam peradaban yang begitu cepatnya berubah…..
Hidup diantara rentetan cerita kehidupan manusia…
tetapi sebenarnya = Life is Simple <–klik this link
Amsterdam, 26/9/08
Manfaat dan Keunggulan ASI
Courtessy of dr. Anidar, SpA
Bagian Ilmu Kesehatan Anak, RS Zainoel Abidin
ASI mengandung zat gizi yang sangat lengkap, antara lain zat putih telur, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, faktor pertumbuhan, hormone, enzim, dan zat kekebalan. Semua zat ini terdapat secara proporsional dan seimbang satu dengan lainnya. ASI merupakan nutrisi yang paling lengkap untuk pertumbuhan bayi, sehingga tidak mungkin ditiru oleh buatan manusia.
Bayi manusia akan mencapai 2 kali berat badan lahirnya lebih lambat (6 bulan). Jenis mamalia seperti sapi, kambing, tikus, waktu yang diperlukan untuk mencapai 2 kali berat badan lahir yaitu berturut-turut 47 hari, 19 hari dan 6 hari.
Komposisi susu yang dihasilkan oleh mamalia ini berbeda dengan ASI.
Telah dibuktikan pula, bahwa komposisi ASI yang diproduksi oleh ibu yang melahirkan bayi kurang bulan (ASI premature) berbeda dengan ASI yang diproduksi oleh ibu yang melahirkan bayi cukup bulan (ASI matur). Demikian pula komposisi ASI yang keluar pada hari-hari pertama sampai hari ke 3-5 (kolustrum) berbeda dengan ASI yang diproduksi hari 3-5 sampai hari ke 8-11 (ASI transisi) dan ASI selanjutnya (ASI matur). Komposisi tersebut sesuai dengan kebutuhan masing-masing bayi . Tabel 1 dan 2 memperlihatkan komposisi ASI.
Tabel 1. Komposisi ASI matur dan prematur
|
Zat gizi |
Hari ke 3-5 |
Hari ke 8-11 |
> Hari ke 11 |
|||
|
Matur |
Prematur |
Matur |
Prematur |
Matur |
Prematur |
|
|
Energi (kcal/dl) |
48 |
58 |
59 |
71 |
62 |
71 |
|
Lemak (g/dl) |
1.85 |
3.0 |
2.9 |
4.14 |
3.06 |
4.33 |
|
Protein (g/dl) |
1.87 |
2.10 |
1.7 |
1.86 |
1.52 |
1.71 |
|
Laktosa (g/dl) |
5.14 |
5.04 |
5.98 |
5.55 |
6.0 |
5.63 |
Tabel 2. Komposisi kolustrum dan ASI Matur dibandingkan susu sapi
|
Komposisi |
Kolustrum |
ASI matur |
Susu sapi |
|
Energi (kcal/dl) |
58,0 |
70,0 |
65,0 |
|
Lemak (g/dl) |
2,9 |
4,2 |
3,8 |
|
Asam lemak tak jenuh rantai panjang |
- |
14 |
3 |
|
Protein (g/dl) |
2,3 |
0,9 |
3,3 |
|
Kasein (g/dl) |
0,5 |
0,4 |
2,5 |
|
Whey |
- |
0,3 |
0,1 |
|
Laktoferin (g/dl) |
0,5 |
0,2 |
trace |
|
IgA (g/dl) |
0,5 |
0,2 |
0,003 |
|
Laktosa (g/dl) |
5,3 |
7,3 |
4,7 |
|
Vitamin A (ug/dl) |
151 |
75 |
40 |
|
Zat besi |
- |
0,08 |
0,05 |
ASI bermanfaat bukan hanya untuk bayi saja, tetapi juga untuk ibu, keluarga, dan Negara.
Manfaat ASI untuk bayi
- Nutrien (zat gizi) yang sesuai untuk bayi
Lemak
Sumber kalori utama dalam ASI adalah lemak. Sekitar 50% kalori ASI berasal dari lemak. Walaupun kadar lemak ASI tinggi, namun mudah diserap oleh bayi karena adanya trigliserida dalam ASI lebih dulu dipecah menjadi asam lemak dan gliserol oleh enzim lipase yang terdapat dalam ASI.
ASI mengandung asam lemak esensial yaitu asam linoleat (Omega 6) dan asam linolenat (Omega 3). Kedua asam lemak tersebut adalah precursor asam lemak tidak jenuh rantai panjang disebut docosahexaenoic acid (DHA) berasal dari omega 3 dan arachidonik acid (AA) berasal dari omega 6, yang fungsinya sangat penting untuk pertumbuhan otak anak.
Kadar lemak ASI matur dapat berbeda menurut lama menyusui. Pada permulaan menyusu (5 menit pertama) disebut foremilk dimana kadar lemak ASI rendah (1-2 g/dl) dan tinggi pada hindmilk (ASI yang dihasilkan pada akhir menyusu, setelah 15-20 menit).
Karbohidrat
Karbohidrat utama dalam ASI adalah laktosa, yang kadarnya paling tinggi disbanding susu mamalia lain. Laktosa mudah diurai menjadi glukosa dan galaktosa dengan bantuan enzim lactase yang sudah ada dalam mukosa saluran cerna bayi sejak lahir. Laktosa juga merangsang pertumbuhan laktobasilus bifidus.
Protein
Protein dalam susu adalah kasein dan whey. Kadar protein ASI 60% adalah whey, yang lebih mudah dicerna disbanding kasein (protein utama susu sapi). Kecuali mudah dicerna, dalam ASI tersapat dua macam asam amino yang tidak terdapat dalam susu sapi yaitu sistin dan taurin. Sistin diperlukan untuk pertumbuhan somatik, sedangkan taurin untuk pertumbuhan otak.
Garam dan mineral
ASI mengandung garam dan mineral yang rendah. Hal ini sangat menguntungkan bagi neonatus karena fungsi ginjal yang belum optimal.
ASI mengandung zat besi dalam jumlah yang sedikit, namun mudah diserap dibandingkan zat besi dalam susu sapi.
Vitamin
ASI mengandung vitamin yang diperlukan oleh bayi. Vitamin K yang diperlukan untuk proses pembekuan darah terdapat dalam ASI dengan jumlah yang cukup dan mudah diserap.
- Mengandung zat Protektif
Laktobasilus bifidus
Laktobasilus bifidus berfungsi mengubah laktosa menjadi asam laktat dan asam asetat. Kedua asam ini menjadikan saluran pencernaan bersifat asam sehingga menghambat pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri E. coli yang sering menyebabkan diare pada bayi. Laktobasilus mudah tumbuh cepat dalam usus bayi yang mendapat ASI. Susu sapi tidak mengandung faktor ini.
Laktoferin
Laktoferin adalah protein yang berikatan dengan zat besi. Laktoferin bermamfaat untuk menghambat pertumbuhan E. coli dan jamur kandida.
Lisozim
Lisozim meningkat pada 6 bulan pertama setelah kelahiran. Hal ini merupakan keuntungan karena setelah 6 bulan bayi mulai mendapat makanan tambahan dan lisozim merupakan faktor pelindung terhadap kemungkinan serangan bakteri dan penyakit diare pada periode ini.
Antibodi
ASI terutama kolustrum mengandung immunoglobulin yaitu secretory IgA (SIgA), yang berguna untuk pertahanan tubuh bayi.
Tidak menimbulkan alergi
Pada bayi baru lahir system IgE belum sempurna. Pemberian susu formula akan merangsang aktivasi system ini dan dapat menimbulkan alergi. ASI tidak menimbulkan efek ini. Pemberian protein asing yang ditunda sampai mur 6 bulan akan mengurangi kemungkinan alergi ini.
- Efek psikologis yang menguntungkan
Waktu menyusu kulit bayi akan menempel pada kulit ibu. Kontak kulit yang dini ini akan sangat besar pengaruhnya pada perkembangan bayi kelak. Dengan foto inframerah, payudara ibu menyusui lebih hangat disbanding ayudara ibu yang tidak menyusui.
Interaksi yang timbul waktu menyususi antara ibu dan bayi akan menimbulkan rasa aman bagi bayi. Perasaan aman ini penting untuk menimbulkan dasar kepercayaan pada bayi (basic sense of trust), yaitu dengan mulai dapat mempercayai orang lain (ibu) maka akan timbul rasa percaya pada diri sendiri.
- Menyebabkan pertumbuhan yang baik
Bayi yang mendapatkan ASI mempunyai kenaikan berat badan yang baik setelah lahir, dan mengurangi kemungkinan obesitas. Frekwensi menyusui yang sering (tidak dibatasi) akan menyebabkan volume ASI yang dihasilakan lebih banyak.
- Mengurangi kejadian karies dentis
Insiden karies dentis pada bayi yang mendapat susu formula jauh lebih tinggi disbanding yang mendapat ASI, karena kebiasaaan menyusui dengan botol dan dot terutama pada waktu akan tidur menyebabkan gigi lebih lama kontak dengan sisa susu formula dan menyebabkan asam yang terbentuk akan merusak gigi.
- Mengurangi kejadian maloklusi
Telah dibuktikan bahwa salah satu penyebab maloklusi rahang adalah kebiasaan lidah yang mendorong ke depan akibat menyusu dengan botol dan dot.
Manfaat ASI untuk ibu
- Aspek kesehatan ibu
Isapan bayi pada payudara akan merangsang terbentuknya oksitosin. Oksitosin membantu involusi uterus dan mencegah terjadinya perdarahan paska persalinan, menunda proses haid dan mengurangi prevalensi anemia.
- Aspek keluarga berencana
ASI eksklusif dapat menjarangkan kehamilan.
- Aspek psikologis
Ibu akan merasa bangga dan diperlukan, jika dapat menyusui bayinya, rasa yang dibutuhkan oleh semua manusia.
Manfaat ASI untuk keluarga
ASI tidak perlu dibeli sehingga ekonomis dan praktis karena dapat diberikan dimana saja dan kapan saja.
Manfaat ASI untuk Negara
Pemberian ASI dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian anak, mengurangi subsidi untuk rumah sakit, mengurangi devisa untuk membeli susu formula dan meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa.
Sumber :
- Manajemen laktasi, Perinasia, Jakarta, 2004.
- Mengenal ASI eksklusif, Utami Roesli, Pustaka Pembangunan Swadaya Nusantara, Jakarta, 2005
Setetes Darah Anda, Harapan Mereka…
Syarat menjadi pendonor darah:
- Berusia 17-60 tahun.
- Bila berumur 17 tahun boleh mendonor bila sehat dan benar-benar bersedia dan ada ijin tertulis dari orang tua
- Berat badan paling sedikit 45 kg
- Suhu tubuh 36,6-37,5 celcius
- Tekanan darah systole 11-160 mmHg, diastole 70-100 mmHg
- Denyut nadi 50-100 x/menit
- Hemoglobing minimal 12 gr% pada wanita dan pria 12,5 gr%
- Jumlah pendonoran darah paling banyak 4x/tahun dengan jarak donor 3 bulan, dan hal ini akan disesuaikan dengan keadaan umum donor.
Seseorang tidak boleh menyumbang bila:
- Pernah menderita Hepatitis B atau dalam 6 bulan terakhir kontak erat dengan penderit Hepatitis, dan Malaria
- Dalam 6 bulan terakhir melakukan tindik telinga atau
- Dalam 24 jam terakhir mendapat vaksinasi polio, influenza, kolera, tetanus atau rabies profilaksis
- Dalam waktu 72 jam terakhir menjalani operasi gigi, dan 6 bulan terakhir operasi lainnya.
- Dalam 1 minggu terakhir menderita gejala alergi
- Dalam waktu 1 tahun terakhir menjalani transplantasi kulit
- Sedang hamil, dan dalam masa 6 bulan pasca melahirkan
- Sedang menyusui
- Mengalami ketergantungan obat
- Alcoholisme akut dan kronik
- Menderita sifilis
- Menderita TBC secara klinis
- Menderita epilepsy dan sering kejang
- Menderita penyakit kulit pada vena atau pembuluh darah balik yang akan ditusuk
- Memiliki kecendurungan mengalami perdarahan atau penyakit darah (mis: Thalassemia)
- Termasuk kelompok risiko tertular AIDS
- Penderita AIDS dengan hasil pemeriksaan Laboratorium positif
- Pemeriksaan lab HIV positif
Prosedur pendonoran:
- Mengisi formulir pendaftaran donor
- Penimbangan Berat Badan
- Pemeriksaan Hemoglobin
- Pemeriksaan dokter meliputi golongan darah, penyakit dan pemeriksaan fisik sederhana
- Pengambilan darah
- Pendonor istirahat dengan dihidangkan hidangan ringan
- Pengambilan kartu donor
- Pulang
Setetes darah anda, Harapan Mereka….




leave a comment