Bang Rafi Telat Pup….
Luaaarrrr Biasaa…
Itulah kata2 yang ayah rasakan begitu Bang Rafi bisa ‘pup’….walaupun sambil menutup hidung karena baunya luar biasa, tetapi rasa senang dan lega tidak dapat saya pungkiri..
Begini ceritanya,
Rafi memang suka jarang ‘pup’, sebelum kejadian ini dia baru bisa ‘pup’ setelah 7 hari…tapi untuk kali ini hampir 12 hari dia belum ‘pup’ juga…
walhasil ayah dan mama yang notabene sama2 dokter dibuat kelimpungan, resah dan gelisah (macam lagu obie mesakh…)…Tapi melihat keadaan umumnya baik dan tidak ada tanda2 sumbatan kami masih bisa bernafas lega…
Karena kami tidak mau berlarut-larut, akhirnya kami berkunjung ke sejawat spesialis penyakit anak dr. Sulaiman Yusuf sekalian Immunisasi…Dan, setelah diperiksa ternyata memang tidak ada yang perlu di kuatirkan, cuma untuk mencegah agar tidak terjadi hal2 yang tidak diinginkan, akhirnya beliau memberikan pencahar enema untuk ‘rafi’…
Terpaksa malam itu juga (jam 9.30 malem) kami berikan enema via anus rafi…dan 5 menit kemudian….creet….creet…akhirnya keluar juga deposito rafi yang udah ditabung 12 hari….Kemudian paginya kami ulang dan dia pun bisa ‘pup’ lagi…
Hari ini puasa Ramadhan pertama, mudah2an tidak ada kendala yang berarti dan kita semua bisa menjalani dengan khusuk dan ikhlas…
Udah ya…’n rafi mohon do’a nya mudah2an sehabis ini rafi bisa ‘pup’ sendiri tanpa di bantu pencahar…
salam hangat dari kami sekeluarga
AyahRafi
Immunisasi Yuk…!
Malam ini tanggal 11 September 2007 jam 8.45 ‘Rafi’ kunjung ke tempat ‘Kek Sulaiman’…
Dokter anak di Banda Aceh, kenalan ayah dan juga dokter anak yang pertama kali memeriksa rafi setelah kelahiran..
Hari ini rafi disuntik immunisasi HiB I, rencananya tiap 2 bulan rafi akan diberikan HiB ini sampai dengan HiB IV…
Sakit dikit ya nak…yang tabah..ini ayah dan mama lakukan untuk kesehatan rafi juga…
Kawan2 udah pada imunisasi belum? Jangan tatut ya…kagak tatit kok — kata rafi
Anakku…buah hatiku…
Suatu siang, didalam sebuah kantor di pinggiran Banda Aceh….
Anakku, engkau yang terlahir dari rahim mamamu…buah cinta kami dan tanda kasih dari Alloh kepada kami. Kehadiranmu memberikan warna baru dalam hidup ayah dan mamamu…Memberikan kami banyak sekali pelajaran untuk dimaknai dan kesempatan untuk di syukuri…
Anakku, engkau yang menangis di kala lapar dan tersenyum dikala mamamu dengan ikhlas menetekimu…
Anakku, engkau yang seringkali tertawa entah karena ada malaikat yang mencandamu atau engkau tertawa bahagia karena telah terlahir ke dunia…
Anakku, engkau yang telah mengubah ritme tidur ayah dan mamamu, mengubah frekuensi jalan2 mamamu untuk ke supermarket, mengubah jadwal pulang kantor ayahmu menjadi jam 17.00 harus segera bergegas…
Anakku, engkau yang selalu menjadi landasan setiap langkah dan keputusan dalam keluarga kecil kita…
Anakku, Anak Mama…Anak Ayah….tetaplah engkau begitu…Pandanglah dunia ini sebagai tempat yang indah untuk bermain…bergembira…
Biarlah Ayah dan mamamu kini yang berjuang untuk masa depanmu kelak…dan biarlah Alloh yang maha agung yang menentukan apa yang terbaik untuk keluarga kecil kita…
Anakku yakinlah engkau……Tidak ada penyesalan di hati mama dan ayahmu, meski engkau lahir lewat bulan, meski engkau lahir operasi, meski engkau mengubah irama istirahat kami…
Annakku yakinlah engkau…bahwa salah satu kebahagiaan dunia yang begitu kami syukuri adalah………………….kehadiranmu..
September, 10th 2007
Ayahmu

5 komentar